SIMP, ICBP, dan SGRO Bayar Dividen Tunai Hari Ini
Tiga emiten sektor agro-industri mencairkan dividen tunai pada 28 Juli 2026. SIMP membayar Rp403 miliar, ICBP Rp265 per saham (naik 6% dari tahun lalu), dan SGRO Rp351 miliar.
Arsip Aksi Korporasi
Pembagian laba emiten kepada pemegang saham, tunai maupun saham - termasuk besaran, rasio payout, dan jadwal cum/ex-date.
152 berita · dipantau otomatis dari rilis & media, dicocokkan dengan sumber asli
Tiga emiten sektor agro-industri mencairkan dividen tunai pada 28 Juli 2026. SIMP membayar Rp403 miliar, ICBP Rp265 per saham (naik 6% dari tahun lalu), dan SGRO Rp351 miliar.
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) akan membagikan dividen interim Rp50 per saham dengan total nilai mencapai Rp1,003 triliun. Pembayaran dijadwalkan 14 Agustus 2026 setelah pencatatan 4 Agustus.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp5,05 triliun atau Rp209,99 per saham, meningkat 38% dari dividen tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,65 triliun. Pembayaran telah diselesaikan pada 10 Juli 2026.
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membagikan dividen tunai Rp 548,02 miliar atau Rp 32,01 per saham pada 10 Juli 2026, dengan payout ratio 82%-tertinggi yang pernah dibagikan perusahaan.
Sebanyak 14 emiten membayarkan dividen tunai tahun buku 2025 secara bersamaan pada 15 Juli 2026. MKPI mencairkan nilai terbesar Rp900,8 miliar, disusul ESSA Rp895,80 miliar dan PWON Rp626,07 miliar.
PT Niramas Utama Tbk (JELI) menetapkan kebijakan pembagian dividen tunai dengan rasio maksimal 30% dari laba bersih setelah cadangan wajib, berlaku mulai laba tahun buku 2026. Potensi dividen berdasarkan laba 2025 diperkirakan Rp9,25 per saham.
PT Bundamedik Tbk membayarkan dividen tunai Rp8,8 miliar atau Rp1,03 per saham hari ini, setara 71% dari laba bersih. Di hari yang sama, PT Wulandari Bangun Laksana Tbk menggelar RUPS.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membayarkan dividen tunai Rp21,99 triliun hari ini (10/7), salah satu terbesar di pasar modal Indonesia tahun ini. Dividen Rp222,9 per saham mencerminkan DPR 123,5%, sebagian dari laba ditahan.
PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) membayarkan dividen tunai perdana sebesar Rp17,62 per saham atau total Rp443,85 miliar pada 10 Juli 2026, setara 40% dari laba bersih 2025 dengan yield ~2,07%.
Subholding PTPN III ini menetapkan dividen 40% dari laba bersih tahun buku 2025 yang mencapai Rp7,08 triliun, naik 90,3% YoY. Total dividen Rp2,83 triliun tumbuh 88,7% dari tahun sebelumnya.
PT Perdana Gapura Prima Tbk (GPRA) menyetujui pembagian dividen tunai Rp1 per saham atau total Rp4,28 miliar dari laba bersih 2025 sebesar Rp83,97 miliar. Cum dividen di Pasar Reguler jatuh 7 Juli 2026, pembayaran 31 Juli 2026.
Sebelas emiten mencairkan dividen tunai tahun buku 2025 secara bersamaan pada 8 Juli 2026. Emiten sektor komoditas dan energi mendominasi dengan nilai besar, dipimpin BYAN senilai USD500 juta dan BSSR USD70 juta.
PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX), pengelola jaringan rumah sakit mata JEC, mengumumkan rencana pembagian dividen tunai maksimal hingga 50% dari laba bersih tahun berjalan. Realisasi final bergantung persetujuan RUPS dan kondisi keuangan perseroan.
Bursa Efek Indonesia mencatat pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 oleh empat emiten pada 7 Juli 2026. PT Mayora Indah Tbk (MYOR) membagikan dividen terbesar senilai Rp1,32 triliun atau Rp60 per saham dengan DPR 45,42%, sementara PT Supreme Cable Manufacturing & Commerce Tbk (SCCO) menebar Rp82,23 miliar atau Rp100 per saham.
BRI menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham dalam RUPST 2026, nilai tertinggi dalam sejarah perseroan. Dividen ini bersumber dari laba bersih konsolidasian 2025 sebesar Rp57,13 triliun.
PT Multi Indocitra Tbk (MICE) membagikan dividen tunai Rp6 miliar untuk tahun buku 2025, setara Rp10 per saham atau 13,8% dari laba bersih. Recording date dijadwalkan 10 Juli 2026.
PT Sepatu Bata Tbk memutuskan tidak membagikan dividen setelah mencatat kerugian bersih Rp116,45 miliar sepanjang 2025. Keputusan ini disetujui 99,99% pemegang saham dalam RUPST 30 Juni 2026.
Sepuluh emiten membayarkan dividen tunai tahun buku 2025 pada 3 Juli 2026. JRPT mencairkan Rp400,23 miliar, TMAS Rp228 miliar, dan KEEN Rp30,13 miliar kepada pemegang saham.
PT Sinergi Inti Plastindo Tbk (ESIP) membagikan dividen tunai Rp0,5 per saham untuk tahun buku 2025, setara 38,5% dari laba bersih. Recording date 10 Juli 2026, pembayaran akhir Juli 2026.
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) membagikan dividen tunai Rp179,09 miliar atau Rp60 per saham untuk tahun buku 2025, setara 56% dari laba bersih. Keputusan disetujui dalam RUPST 30 Juni 2026.
PT Trias Sentosa Tbk mengumumkan dividen tunai Rp5 per saham atau total Rp14 miliar untuk tahun buku 2025, dibayar dari saldo laba ditahan Rp1,09 triliun meski perseroan membukukan kerugian Rp36,82 miliar.
PT Suparma Tbk (SPMA) membagikan dividen saham dari kapitalisasi saldo laba sebanyak 1,23 miliar saham senilai Rp492,03 miliar dengan rasio 100:30. Keputusan diambil dalam RUPST 30 Juni 2026, tanpa dividen tunai.
PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) mengumumkan pembagian dividen tunai Rp4 per saham atau total Rp15,97 miliar untuk tahun buku 2025, menyerap 12,7% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk senilai Rp132,33 miliar.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) membagikan dividen tunai Rp10,6 miliar atau Rp2 per saham untuk tahun buku 2025, setara 3% dari laba bersih Rp409 miliar yang dicatatkan perseroan.
PT Arita Prima Indonesia Tbk (APII) membagikan dividen tunai Rp4 per saham atau total Rp4,3 miliar untuk tahun buku 2025, setara 50% dari laba bersih entitas induk sebesar Rp8,34 miliar. Recording date dijadwalkan 7 Juli 2026.
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) menyetujui dividen tunai Rp 2,08 triliun atau Rp 25,6 per saham dalam RUPST 30 Juni 2026, dengan payout ratio 98% yang menjadi salah satu tertinggi di industri menara telekomunikasi.
PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) menetapkan dividen tunai Rp12,28 miliar atau Rp32 per saham untuk tahun buku 2025, sekitar 68% dari laba bersih. Dividend yield mencapai 5,92%, lebih rendah dari tahun sebelumnya.
PT Trust Finance Indonesia Tbk membagikan dividen tunai Rp60 per saham untuk tahun buku 2025, dengan total nilai Rp48 miliar yang melebihi laba bersih perseroan tahun tersebut.
PT Caturkarda Depo Bangunan Tbk (DEPO) membagikan dividen tunai Rp 1,5 per saham atau total Rp 10,2 miliar dari laba tahun buku 2025. Perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi berlaku efektif 1 Juli 2026.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membagikan dividen Rp 114 per saham dengan cum date 12 Juni 2026. Anomali terjadi: alih-alih terperangkap dividend trap, saham ini justru sideways hingga rebound di tengah rotasi sektoral.
PT Prime Agri Resources Tbk (SGRO) menetapkan dividen tunai Rp351 miliar atau 97,5% dari laba bersih 2025 sebesar Rp360 miliar. Keputusan diambil dalam RUPST 26 Juni 2026.
PT Erajaya Swasembada Tbk menetapkan dividen sebesar Rp389,6 miliar atau Rp25 per saham, setara 32,6% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan disetujui dalam RUPST 29 Juni 2026.
CTRA membagikan dividen tunai Rp 667,28 miliar atau Rp 36 per saham dari laba bersih 2025 sebesar Rp 2,66 triliun. Pencatatan 8 Juli 2026, pembayaran 24 Juli 2026.
PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP) tetap membagikan dividen tunai Rp1,43 per saham dari laba 2025, meski laba bersih turun hampir 50% menjadi Rp4 miliar akibat tekanan geopolitik dan pelemahan daya beli domestik.
PT Malindo Feedmill Tbk (MAIN) membayarkan dividen tunai sebesar Rp52 per saham atau total Rp115,98 miliar pada 29 Juni 2026, setara 29,35% dari laba bersih 2025.
PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) membagikan dividen tunai Rp3 per saham dari laba tahun buku 2025, setara 31% dari laba bersih Rp17,3 miliar. Cum date ditetapkan 7 Juli 2026.
PT Catur Sentosa Adiprana Tbk (CSAP) menetapkan dividen tunai Rp22,7 miliar atau Rp4 per saham, setara 18,9% dari laba bersih 2025. Sisa laba ditahan untuk ekspansi jaringan ritel Mitra10 dan Atria.
PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPA) dan PT Mitra Aktif Adiperkasa Tbk (MAPI) akan menyalurkan dividen tunai total Rp280 miliar kepada pemegang saham, dengan MAPA membagi Rp166 miliar dan MAPI Rp114 miliar. Pembayaran dijadwalkan 24 Juli 2026.
INDF menetapkan dividen tunai Rp290 per saham untuk tahun buku 2025, naik dari Rp280 per saham tahun sebelumnya. Pembayaran dijadwalkan 29 Juli 2026 dengan dividend yield 4,3%.
PT PP London Sumatra Tbk menetapkan dividen tunai Rp83 per saham untuk tahun buku 2025, meningkat 28% dibanding tahun sebelumnya dengan payout ratio 30% dari laba bersih. Pembayaran dijadwalkan 24 Juli 2026.
PT Soechi Lines Tbk mengumumkan dividen tunai Rp14,118 miliar atau Rp2 per saham dari laba tahun buku 2025, dengan pembayaran dijadwalkan 24 Juli 2026.
ICBP menetapkan dividen tunai Rp265 per saham untuk tahun buku 2025, naik 6% dari tahun sebelumnya. Total pembayaran sekitar Rp3,09 triliun atau 33,5% dari laba bersih Rp9,22 triliun, dibayar akhir Juli 2026.
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) membagikan dividen tunai US$30,5 juta atau 23% dari laba bersih US$132,2 juta tahun buku 2025, sesuai keputusan RUPST 24 Juni 2026.
PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) membagikan dividen tunai Rp26 per saham untuk tahun buku 2025. Investor Lo Kheng Hong yang menggenggam 5,14% saham akan meraup Rp20,71 miliar.
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) membagikan dividen tunai US$ 8,5 juta atau 1,7% dari laba bersih 2025 sebesar US$ 489,8 juta, setelah tidak membagi dividen dari laba tahun buku 2024.
PT Sinar Eka Selaras Tbk (ERAL), anak usaha Erajaya Group yang fokus di active lifestyle, memutuskan membagikan dividen tunai Rp41,5 miliar atau setara Rp8 per saham berdasarkan keputusan RUPST 23 Juni 2026.
PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk menyetujui pembagian dividen tunai Rp410,32 miliar atau Rp75 per saham dari laba bersih 2025. Pembayaran dijadwalkan 24 Juli 2026 dengan cum dividen 1 Juli.
PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menyetujui pembagian dividen tunai Rp 286,97 miliar dalam RUPST, setara 50% dari laba bersih Rp 574,26 miliar tahun buku 2025. Ini dividen kedua dalam sejarah bank digital tersebut.
PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk (TKIM) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp93,39 miliar atau Rp30 per saham, yang disetujui RUPST 23 Juni 2026 dengan recording date 3 Juli 2026.
RUPST BSML memutuskan seluruh laba bersih Rp2,52 miliar tahun buku 2025 menjadi laba ditahan untuk memperkuat modal kerja. Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan 152% di 2026.
RUPST menyetujui pembagian dividen tunai Rp3,13 per saham dengan rasio pembayaran di atas 100% dari laba bersih 2025. Kekurangan dana diambil dari saldo laba ditahan.
PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) memutuskan menahan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai saldo laba, melanjutkan puasa dividen sejak terakhir dibagikan pada 2015.
PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO) menetapkan dividen tunai Rp60 miliar atau Rp2,5 per saham untuk tahun buku 2025 dalam RUPST 22 Juni 2026. Dividen ini setara 16% dari laba bersih perusahaan sebesar Rp381,8 miliar.
PT Sunindo Pratama Tbk menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp25 miliar atau Rp10,39 per saham, setara 13% dari laba bersih. Pembayaran dijadwalkan akhir Juli 2026 dengan recording date 2 Juli 2026.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) menetapkan dividen tunai Rp12,28 per saham atau total Rp300 miliar, merupakan pembagian dividen pertama kali sejak IPO pada 2015, meski perusahaan mencatat rugi bersih USD62 juta di tahun 2025.
RUPST PT Samudera Indonesia Tbk menetapkan total dividen tunai Rp196,5 miliar atau Rp12 per saham untuk tahun buku 2025, dengan dividen final Rp155,5 miliar atau Rp9,5 per saham setelah dikurangi dividen interim yang telah dibayar.
BESS membagikan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp15 miliar atau 23% dari laba bersih, dengan nilai Rp4,36 per saham yang disetujui dalam RUPST 19 Juni 2026.
Pada 24 Juni 2026, 13 emiten di BEI membayarkan dividen tunai dari laba tahun buku 2025. PGAS, MERK, KLBF, dan KINO tercatat membagikan dividen dengan rincian yang telah disetujui dalam RUPST masing-masing.
PT Diamond Food Indonesia Tbk (DMND) memutuskan pembagian dividen tunai final sebesar Rp7,5 per saham atau total Rp71,02 miliar, setara 16,47% dari laba bersih 2025. Pembayaran dijadwalkan 22 Juli 2026.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) menyetujui dividen tunai Rp274,17 miliar atau Rp65 per saham untuk tahun buku 2025, dan stock split 1:5 untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham.
PT Berdikari Pondasi Perkasa Tbk (BDKR) membagikan dividen tunai Rp2,65 per saham atau total Rp12,52 miliar untuk tahun buku 2025, setara 49,2% dari laba bersih. Pencairan dijadwalkan 17 Juli 2026.
PT Gudang Garam Tbk (GGRM) menetapkan dividen tunai Rp800 per saham untuk tahun buku 2025, naik 60% dari tahun sebelumnya. Pembayaran dividen mengalokasikan hampir seluruh laba bersih perseroan.
PT Panin Sekuritas Tbk (PANS) menetapkan dividen tunai Rp177,8 miliar atau Rp250 per saham dalam RUPST 19 Juni 2026, dengan dividend payout ratio 94% dari laba bersih tahun buku 2025.
PT Ancara Logistics Indonesia (ALII) menetapkan dividen tunai Rp205,73 miliar atau Rp13 per saham untuk tahun buku 2025, setara 55% dari laba bersih Rp374,28 miliar. Recording date 30 Juni 2026.
PT Bank Amar Indonesia Tbk (AMAR) membagikan dividen Rp110,1 miliar atau Rp6,11 per saham dari laba bersih 2025, dengan cum date 26 Juni dan pembayaran 17 Juli 2026.
Emiten sawit milik Haji Isam ini membagikan dividen tunai final Rp 60 miliar dari laba tahun buku 2025, sesuai keputusan RUPS 17 Juni 2026.
DMMX menetapkan dividen tunai Rp39,92 miliar untuk tahun buku 2025, setara Rp5,5 per saham atau 58% dari laba bersih. Recording date 30 Juni 2026.
PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) menyetujui pembagian dividen tunai Rp199,22 miliar atau Rp50 per saham dari laba bersih 2025 sebesar Rp212,21 miliar dalam RUPST 18 Juni 2026.
PT Resources Alam Indonesia Tbk (KKGI) membagikan dividen tunai Rp58,5 miliar atau Rp12 per saham untuk tahun buku 2025, diambil dari saldo laba USD180 juta. Keputusan disetujui dalam RUPST 18 Juni 2026.
PT Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp10,5 per saham atau total Rp107,62 miliar, setara 50% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp10 miliar atau Rp5 per saham, setara 38,46% dari laba bersih. Recording date ditetapkan 1 Juli 2026.
PALM menetapkan dividen tunai Rp3,2 per saham dengan total nilai Rp50 miliar. Cum dividen pasar reguler jatuh 25 Juni 2026, pembayaran dijadwalkan 17 Juli 2026.
RUPST CLPI menyetujui pembagian dividen tunai Rp52,2 miliar atau Rp170,51 per saham dengan payout ratio 75% dari laba bersih 2025. Pembayaran dijadwalkan 20 Juli 2026.
PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS) membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp7,10 miliar atau Rp4 per saham, setara 50% dari laba bersih Rp14,21 miliar. Recording date ditetapkan 26 Juni 2026.
Bursa Efek Indonesia mencatat pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 oleh 16 emiten pada 19 Juni 2026, dengan total nilai signifikan dipimpin HMSP Rp6,55 triliun, TAPG Rp1,81 triliun, INTP Rp1,53 triliun, dan JSMR Rp1,13 triliun.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) menetapkan dividen tunai Rp 166 per saham atau 65,3% dari laba bersih 2025 senilai Rp 643 miliar. Pembayaran dijadwalkan 10 Juli 2026, sementara perusahaan juga mengalokasikan capex hingga Rp 1,9 triliun untuk tahun ini.
PT Uni-Charm Indonesia Tbk (UCID) memutuskan pembagian dividen tunai Rp27,73 miliar untuk tahun buku 2025, diambil dari saldo laba ditahan Rp3,06 triliun meskipun perusahaan mencatat kerugian Rp1,19 triliun.
PT Adi Sarana Armada Tbk membagikan dividen tunai total Rp184,6 miliar atau Rp50 per saham, terdiri dari dividen final Rp110,8 miliar dan dividen interim Rp73,8 miliar yang disetujui RUPST 17 Juni 2026.
BMHS menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp8,8 miliar atau Rp1,03 per saham, setara 71% dari laba bersih. Recording date ditetapkan 24 Juni 2026.
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) memperoleh dividen sekitar Rp1,23 triliun dari PT Agro Multi Persada (AMP), anak usaha yang dikuasai 94,93%. Total dividen AMP mencapai Rp1,29 triliun, disetujui RUPST.
PT Murni Sadar Tbk (MTMH) membagikan dividen Rp2,42 per saham atau total Rp5 miliar, setara 11,63% dari laba bersih Rp43 miliar tahun buku 2025. Recording date ditetapkan 25 Juni 2026.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Medela Potentia Tbk (MDLA), dan empat emiten lain membagikan dividen tunai tahun buku 2025 secara serentak pada 17 Juni 2026, dengan nilai total ratusan miliar rupiah.
PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menetapkan dividen tunai final Rp119 miliar atau Rp5 per saham untuk tahun buku 2025, yang disetujui dalam RUPST 12 Juni 2026. Total dividen mencapai Rp190 miliar, setara 18,37% dari laba bersih.
PT Benteng Api Technic Tbk (BATR) membagikan dividen tunai Rp5,95 miliar atau Rp2 per saham dari laba bersih 2025, setelah mendapat persetujuan RUPS pada 11 Juni 2026.
PT Baramulti Suksessarana Tbk menyetujui dividen final USD70 juta dalam RUPST, melengkapi total pembayaran dividen tahun buku 2025 menjadi USD125 juta-melampaui laba bersih perseroan sebesar USD83,98 juta.
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menetapkan dividen tunai Rp795 miliar atau Rp16,5 per saham untuk tahun buku 2025 dalam RUPST 15 Juni 2026. Angka ini turun 43% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,4 triliun.
PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI) membagikan dividen Rp950 per saham atau total Rp900,8 miliar untuk tahun buku 2025, meningkat 30% dari tahun sebelumnya. Dividen mewakili 80% dari laba bersih perusahaan.
PT Pakuwon Jati Tbk membagikan dividen tunai Rp 13 per saham atau total Rp 626,07 miliar dari laba bersih 2025. Perseroan juga menunjuk Sudiman Sidabukke sebagai komisaris independen menggantikan Irene Tedja.
CEKA membagikan dividen tunai Rp89 miliar atau Rp150 per saham untuk tahun buku 2025, nominal sama dengan tahun sebelumnya meski laba turun 40% menjadi Rp195 miliar. Payout ratio naik menjadi 46% dari laba bersih.
PT Niramas Utama Tbk (JELI) berencana membagikan dividen tunai dengan rasio maksimal 30% dari laba bersih setiap tahun usai melantai di BEI, dengan realisasi tetap bergantung pada kondisi keuangan dan kebutuhan bisnis.
PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) membagikan dividen tunai Rp29,4 miliar atau Rp1,5 per saham untuk tahun buku 2025, setara 9,4% dari laba bersih entitas induk. Recording date dijadwalkan 23 Juni 2026.
PT Topindo Solusi Komunika Tbk menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp1,9 miliar atau Rp0,45 per saham, setara 33,16% dari laba bersih. Pembayaran dijadwalkan awal Juli 2026 untuk pemegang saham yang tercatat 18 Juni 2026.
PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) mengumumkan dividen tunai Rp0,56 per saham atau total Rp3,5 miliar untuk tahun buku 2025, mencerminkan payout ratio sangat tinggi 94% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk.
PT Hero Global Investment Tbk (HGII) menetapkan dividen tunai Rp2,8 miliar atau Rp0,43 per saham dalam RUPST 11 Juni 2026, setara 16% dari laba bersih 2025 sebesar Rp17 miliar. Nominal per saham turun dari Rp0,7 tahun sebelumnya akibat penurunan kinerja.
PT Bayan Resources Tbk menetapkan dividen tunai USD500 juta atau USD0,015 per saham dari laba bersih 2025, setara 65% dari laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD767 juta.
RUPS PT Timah menyetujui pembagian dividen Rp 656,8 miliar atau Rp 88 per saham, setara 50% dari laba bersih 2025. Dividen yield mencapai 2,7% berdasarkan harga penutupan Rp 3.300 per saham.
PT Menthobi Karyatama Raya Tbk (MKTR) membagikan dividen tunai Rp1,86 per saham atau total Rp22,50 miliar untuk tahun buku 2025, yang disetujui dalam RUPST 10 Juni 2026 dengan recording date 23 Juni 2026.
PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) akan membayarkan dividen tunai final tahun buku 2025 sebesar Rp1,18 triliun atau Rp561 per saham. Pembayaran dijadwalkan 10 Juli 2026, setelah sebelumnya membagi dividen interim Rp190 per saham.
Pengembang kawasan terpadu ini membagikan dividen tunai Rp5 per saham untuk tahun buku 2025, setara 10,8 persen dari laba bersih Rp767 miliar.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) memutuskan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Seluruh laba bersih USD230,53 juta dialokasikan sebagai laba ditahan dan cadangan wajib untuk memperkuat modal serta pengembangan usaha.
PT Delta Giri Wacana Tbk menetapkan dividen final Rp6,5 per saham atau Rp38,23 miliar untuk tahun buku 2025. Total dividen sepanjang tahun mencapai Rp88,23 miliar, naik 67% dari tahun sebelumnya.
PT Phapros Tbk membagikan dividen tunai sebesar 15% dari laba bersih tahun buku 2025, disetujui dalam RUPS Tahunan 11 Juni 2026. Sisanya akan dialokasikan untuk dana cadangan capex pemenuhan compliance perusahaan.
Peritel modern MR.D.I.Y menyetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp 17,62 per saham atau total Rp 440 miliar, menandai dividen perdana sejak IPO Desember 2024.
RUPS PT Bukit Asam Tbk menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp1,3 triliun dengan rasio pembayaran 45%, turun dari 75% tahun sebelumnya.
PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) membagikan dividen Rp90 miliar atau Rp5 per saham (7% dari laba 2025) lewat RUPST. Manajemen blak-blakan soal nominal yang relatif kecil, mengutamakan kebutuhan kas untuk proyek kawasan PIK 2.
PT Samator Indo Gas Tbk (AGII) membagikan dividen tunai Rp 35 miliar atau Rp 11,42 per saham, didukung kondisi keuangan sehat dan selesainya investasi strategis beberapa tahun terakhir.
PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) membagikan dividen tunai Rp16,8 miliar atau Rp1,89 per saham untuk 8,89 miliar saham, setara 20% dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan diambil dalam RUPST 9 Juni 2026 di Surabaya.
Pemegang saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) dalam RUPST 8 Juni 2026 menyetujui untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih 2025 sebesar Rp40,98 miliar. Seluruh laba dialokasikan untuk cadangan dan laba ditahan guna memperkuat modal pasca-IPO.
PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk menetapkan dividen total Rp205,21 miliar (Rp112,85 per saham) untuk tahun buku 2025, naik 26% dari tahun sebelumnya dengan payout ratio 80%. Dividen final Rp157,6 miliar akan dibagikan setelah dividen interim Rp26,16 per saham dibayar Januari lalu.
PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk (ACES) membagikan dividen tunai Rp 548,02 miliar atau Rp 32,01 per saham dari laba 2025, dengan payout ratio tertinggi dalam sejarah perseroan sebesar 82%.
PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG) menetapkan dividen tunai Rp498,19 miliar atau Rp47 per saham untuk tahun buku 2025, setara 27% dari laba bersih. Recording date 8 Juli 2026.
PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) menetapkan dividen tunai final Rp4,08 per saham dan menyetujui pengalihan maksimal 17 juta saham treasuri untuk program kepemilikan karyawan dengan lock-up 12 bulan.
PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) membagikan dividen tunai Rp598 miliar atau Rp43 per saham, setara 43,8% dari laba bersih 2025 sebesar Rp1,36 triliun. Keputusan disetujui RUPST 9 Oktober 2026.
RUPST PT Aneka Tambang Tbk pada 10 Juni 2026 akan memutuskan pembagian dividen dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp 7,2 triliun. Investor menanti kebijakan dividen 100% seperti dua tahun sebelumnya.
PT Tempo Scan Pacific Tbk menetapkan dividen tunai total Rp676,48 miliar untuk tahun buku 2025, setara 48% dari laba bersih. Dividen final Rp50 per saham akan disalurkan 9 Juli 2026.
PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) membagikan dividen tunai Rp 1,05 triliun atau Rp 47 per saham, setara 74% laba bersih 2025. RUPST juga menyetujui penerbitan surat utang hingga US$ 900 juta dan capex Rp 4 triliun untuk ekspansi.
PT Indonesia Fibreboard Industry Tbk (IFII) menetapkan dividen tunai Rp6 per saham atau total Rp56,47 miliar untuk tahun buku 2025, mewakili 30% dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp183,45 miliar.
PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) menyetujui pembagian dividen tunai Rp 331,5 miliar atau 40,7% dari laba bersih 2025, setara Rp 27 per saham, dalam RUPST 9 Juni 2026.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk menetapkan dividen tunai Rp221,08 per saham dengan yield 9,41%. Sementara ENRG gelar private placement dan MDKA laporkan tambahan sumber daya emas 445 ribu ons.
PT Elnusa Tbk menetapkan dividen tunai Rp323 miliar untuk tahun buku 2025 dalam RUPST, setara 45% dari laba bersih Rp718,4 miliar. Dividen per saham Rp44,29, tumbuh 13% dari tahun sebelumnya.
PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) menetapkan dividen tunai Rp97,9 miliar atau Rp178 per saham dalam RUPST 5 Juni 2026, lebih besar dari laba bersih 2025 yang tercatat Rp78,1 miliar.
PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) membagikan dividen tunai Rp5 per saham untuk tahun buku 2025 dengan total nilai Rp28,34 miliar. Besaran dividen mencapai 20 kali lipat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
TLKM membagikan dividen tunai Rp221 per saham dari laba bersih 2025, termasuk Rp4,2 triliun dari laba ditahan. Pembayaran paling lambat 10 Juli 2026, cum date 19 Juni 2026.
PT Indo Kordsa Tbk (BRAM) menetapkan dividen tunai Rp200 per saham senilai total Rp90 miliar untuk tahun buku 2025, meski membukukan rugi USD2,3 juta. Dividen bersumber dari saldo laba ditahan USD69,48 juta.
KEEN menetapkan dividen tunai USD1,68 juta atau Rp30,13 miliar untuk tahun buku 2025, setara Rp8,22 per saham atau 15,8% dari laba bersih. Keputusan diambil dalam RUPST 4 Juni 2026.
PT Harum Energy Tbk memutuskan dalam RUPST 3 Juni 2026 untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih 2025 sebesar USD37,4 juta. Keputusan ini untuk memperkuat arus kas sejalan transformasi ke bisnis nikel.
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) membagikan dividen tunai Rp2 per saham atau total Rp32,6 miliar dari laba bersih 2025. RUPST 3 Juni 2026 menyetujui alokasi 29,33% laba untuk dividen, sisanya ditahan.
PT Surya Toto Indonesia Tbk (TOTO) menetapkan dividen final tunai tahun buku 2025 sebesar Rp134 miliar atau Rp13 per saham melalui RUPST 3 Juni 2026. Ditambah dividen interim, total pembagian mencapai Rp237,3 miliar.
PT Selamat Sempurna Tbk menetapkan dividen final Rp40 per saham atau total Rp230,35 miliar dalam RUPST 5 Juni 2026, melengkapi total dividen tahun buku 2025 yang mencapai Rp806 miliar.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengumumkan dividen interim pertama tahun buku 2026 sebesar Rp20 per saham, dibayarkan 26 Juni 2026. Ini bagian dari rencana pembagian dividen tiga kali sepanjang 2026.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp2,7 triliun atau Rp105 per saham. Rasio pembayaran mencapai 448% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk.
PT Pudjiadi Prestige Tbk (PUJI) membagikan dividen tunai Rp1 per saham untuk tahun buku 2025, setara total Rp659 juta atau 41,19% dari laba bersih. Recording date ditetapkan 17 Juni 2026.
PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) menyetujui pembagian dividen tunai Rp10,36 miliar atau Rp0,53 per saham, setara 20% dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp51,81 miliar.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BRIS) membayarkan dividen tunai Rp1,51 triliun hari ini, setara Rp32,81 per saham atau 20% dari laba bersih 2025. Pembayaran ini meningkat 44% dibanding tahun sebelumnya.
PT Medco Energi Internasional Tbk menetapkan total dividen USD87 juta untuk tahun buku 2025 (86% dari laba bersih). Dividen interim USD42 juta telah dibayar November 2024, sisa USD45 juta akan dibagikan awal Juli 2026.
RUPST PT Mayora Indah Tbk menyetujui pembagian dividen tunai Rp60 per saham dari laba tahun buku 2025. Keputusan ini diambil di tengah pencapaian penjualan perseroan sebesar Rp38,68 triliun, meningkat dari Rp36,07 triliun tahun sebelumnya.
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) menetapkan dividen Rp 1,7 triliun atau Rp 41,5 per saham dalam RUPS Tahunan 4 Juni 2026, ditopang pertumbuhan revenue 7,2% dan laba operasi 11,8% tahun 2025.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membagikan total dividen Rp 7,6 triliun atau Rp 201 per saham untuk tahun buku 2025, mencerminkan rasio pembayaran 100% dari laba bersih. Dividen final Rp 114 per saham akan dibayar 30 Juni 2026.
RUPS PT Midi Utama Indonesia Tbk menyetujui pembagian dividen tunai Rp396,2 miliar atau Rp11,85 per saham dari laba bersih 2025. Rasio dividen naik dari 45% menjadi 50%, nilai dividen melonjak 61% dibanding tahun sebelumnya.
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) membagikan dividen tunai US$45,64 juta atau Rp816 miliar, setara 60% dari laba bersih 2025. Cum dividen pasar reguler 10 Juni, pembayaran 26 Juni 2026.
PT Hartadinata Abadi Tbk menetapkan dividen tahun buku 2025 sebesar Rp40 per saham dengan yield 1,8%. Kebijakan ini didukung kinerja cemerlang dengan pendapatan melonjak 144% dan laba bersih naik 121% sepanjang 2025.
PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) menetapkan dividen tunai pertama sebesar Rp70,96 miliar atau Rp21 per saham dengan payout ratio 49% dari laba bersih 2025. Ini merupakan dividen perdana sejak IPO Juli 2025.
PT Kokoh Exa Nusantara (KOCI) membagikan dividen tunai Rp2 per saham untuk tahun buku 2025, dengan total nilai Rp8,9 miliar atau 45,9% dari laba bersih. Recording date ditetapkan 10 Juni 2026.
AADI, PGAS, TAPG, INTP, dan KLBF dijadwalkan membayar dividen total Rp11,9 triliun dengan cum date 3-4 Juni 2026. Investor perlu cermati jadwal untuk memastikan hak dividen.
PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) akan membagikan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp45,32 miliar atau Rp2,62 per saham, hasil keputusan RUPST 26 Mei 2026.
PT Kalbe Farma Tbk membagikan dividen tunai Rp 936,26 miliar atau Rp 20 per saham untuk tahun buku 2025. Payout ratio turun menjadi 26% dari laba bersih.
RUPST PT Temas Tbk menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp228 miliar atau Rp4 per saham, setara 40% dari laba bersih 2025. Sisa laba ditahan untuk kebutuhan operasional.
PT Surya Pertiwi Tbk menetapkan total dividen tunai Rp189 miliar atau Rp70 per saham untuk tahun buku 2025, setara 62,6% dari laba bersih. Dividen final Rp35 per saham akan dibagikan Juni 2026.
PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) membagikan dividen tunai Rp10,25 miliar atau Rp3 per saham untuk tahun buku 2025, setara 24,75% dari laba bersih. Pembayaran dijadwalkan akhir Juni 2026 untuk pemegang saham tercatat 5 Juni 2026.
PT Jasuindo Tiga Perkasa Tbk (JTPE) menetapkan pembagian dividen tunai Rp210,6 miliar atau Rp31 per saham dari laba bersih 2025 dengan payout ratio 60 persen, dijadwalkan ditransfer akhir Juni 2026.
PT Tera Data Indonusa Tbk (AXIO) menetapkan dividen tunai final Rp4 per saham dalam RUPST 26 Mei 2026. Total dividen tahun buku 2025 mencapai Rp52,56 miliar, setara 34,37% dari laba bersih.
PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp180 per saham atau total Rp3,57 triliun, dengan rasio pembayaran 96,43%. Dividen final Rp91 per saham dibayarkan 18 Juni 2026.
Istilah terkait
Jenis aksi lain