TOWR Bagikan Dividen Rp 13,76/Saham, Ekspansi Fiber Optic untuk 5G
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membagikan dividen Rp 13,76 per saham untuk Tahun Buku 2025 dalam dua tahap. Perseroan juga memperluas bisnis ke fiber optic untuk menangkap peluang 5G dan infrastruktur AI.
PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) membagikan dividen sebesar Rp 13,76 per saham untuk Tahun Buku 2025, dengan pembagian dalam dua tahap interim. Dividen pertama sebesar Rp 6,87 per saham dibagikan pada 23 Desember 2025, dan dividen kedua sebesar Rp 6,89 per saham dibagikan pada 19 Juni 2026. Pembagian dividen ini menjadi bagian dari strategi alokasi free cash flow perseroan yang mencapai Rp 4,9 triliun untuk tahun 2026.
Rincian Dividen dan Alokasi Modal
Komisaris TOWR, Hartono Tanuwidjaja, menjelaskan bahwa free cash flow sebesar Rp 4,9 triliun dialokasikan untuk tiga kebutuhan utama. Pertama, belanja modal untuk mempertahankan dan mendukung pertumbuhan bisnis. Kedua, pembayaran kewajiban utang termasuk bunga dan pokok pinjaman. Ketiga, pengembalian kepada pemegang saham melalui pembagian dividen.
Posisi utang TOWR saat ini masih berada pada level yang nyaman dengan covenant yang menetapkan batas net debt sebesar lima kali. Dengan kondisi ini, perseroan tidak memiliki urgensi untuk mempercepat pembayaran utang dan memilih menyeimbangkan alokasi kas antara pertumbuhan bisnis, deleveraging, dan imbal hasil jangka pendek kepada pemegang saham.
Ekspansi ke Bisnis Fiber Optic
Selain kebijakan dividen, TOWR tengah memperluas fokus bisnis dari penyedia menara telekomunikasi menjadi platform infrastruktur digital terintegrasi. Direktur TOWR, Indra Gunawan, menyatakan perseroan bertransformasi untuk mendukung kebutuhan infrastruktur 5G dan teknologi artificial intelligence (AI) di Indonesia.
Saat ini TOWR memiliki sekitar 37.000 menara dan jaringan fiber sepanjang 182.000 kilometer di seluruh Indonesia. Perseroan juga telah menerima permintaan sebanyak 2.000-an menara dari MyRepublic dan PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI).
Dalam bisnis fiber optic, TOWR mengoperasikan tiga model utama: fiber to the tower (FTTT) untuk menghubungkan menara dengan jaringan backhaul, fiber to the home (FTTH) untuk layanan internet rumah dengan 90% model wholesale dan 10% business to consumer (B2C), serta connectivity solution untuk layanan dedicated internet korporasi dengan kontrak satu hingga lima tahun.
Setiap kabel fiber yang dibangun memiliki kapasitas 12 hingga 96 core, namun hanya sebagian kapasitas digunakan untuk kebutuhan awal. Core yang belum terpakai dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pendapatan tambahan, menciptakan efisiensi investasi infrastruktur.
Konteks
Transformasi TOWR dari pure tower provider menjadi integrated digital infrastructure platform sejalan dengan perkembangan teknologi telekomunikasi di Indonesia. Cakupan 5G di Indonesia saat ini masih kurang dari 6%, menunjukkan ruang pertumbuhan yang signifikan. Pemerintah juga telah meluncurkan spektrum baru pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz dengan total bandwidth sekitar 260 MHz untuk mendorong pengembangan 5G.
Pengembangan 5G membutuhkan tidak hanya menara, tetapi juga fiber optic sebagai tulang punggung jaringan karena teknologi microwave tidak lagi memadai. Akuisisi sejumlah penyedia jasa internet (ISP) dalam beberapa tahun terakhir juga ditujukan untuk mempercepat utilisasi aset fiber yang belum digunakan.
Apa Artinya
Kebijakan dividen TOWR menunjukkan komitmen perseroan dalam memberikan imbal hasil kepada pemegang saham sambil tetap menjaga fleksibilitas untuk ekspansi bisnis. Dengan free cash flow yang solid, perseroan dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan, pengelolaan utang, dan distribusi kepada investor.
Strategi diversifikasi ke fiber optic perlu dicermati sebagai langkah positioning jangka panjang. Peluang pertumbuhan dari pengembangan 5G dan peningkatan kualitas internet di Indonesia dapat menjadi pendorong pendapatan baru, terutama mengingat posisi Indonesia yang masih tertinggal dibandingkan negara-negara Asia lainnya dalam kualitas internet.
Model bisnis fiber yang mengutamakan built to suit dan kontrak jangka panjang secara umum dapat memberikan visibility pendapatan yang lebih baik. Namun, investor perlu memantau eksekusi ekspansi dan utilisasi aset fiber, serta bagaimana diversifikasi ini berdampak pada profil risiko dan return perseroan ke depan. Keseimbangan antara pertumbuhan agresif dan pengembalian dividen akan menjadi faktor kunci dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa dividen yang dibagikan TOWR untuk Tahun Buku 2025?
Apa strategi transformasi bisnis TOWR saat ini?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.