PBSA Rencanakan Stock Split 1:2 untuk Perluas Basis Investor
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2. Emiten jasa konstruksi ini melihat adanya ruang untuk memperluas basis investor saham.
Arsip Aksi Korporasi
Pemecahan nilai nominal saham yang memperbanyak jumlah saham beredar tanpa mengubah nilai kepemilikan total.
6 berita · dipantau otomatis dari rilis & media, dicocokkan dengan sumber asli
PT Paramita Bangun Sarana Tbk (PBSA) berencana melakukan pemecahan saham dengan rasio 1:2. Emiten jasa konstruksi ini melihat adanya ruang untuk memperluas basis investor saham.
PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) melaksanakan stock split dengan rasio 1:25 efektif 23 Juli 2026. Nilai nominal saham dipecah dari Rp100 menjadi Rp4 per saham, menambah jumlah saham beredar dari 1,875 miliar menjadi 46,875 miliar lembar.
PT RMK Energy Tbk (RMKE) melaksanakan stock split dengan rasio 1:5, menurunkan nilai nominal dari Rp100 menjadi Rp20 per saham. Saham baru mulai diperdagangkan 17 Juli 2026.
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) melaksanakan pemecahan saham 1:5 dengan nilai nominal turun dari Rp25 ke Rp5 per saham. Jumlah saham beredar meningkat dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar saham, dengan pelaksanaan 13-16 Juli 2026.
Emiten energi milik Happy Hapsoro ini akan memecah saham dari nilai nominal Rp25 menjadi Rp5 per saham, meningkatkan jumlah saham beredar dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar saham. RUPSLB dijadwalkan 23 Juni 2026.
Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) tercatat melemah 62,85% dalam sebulan terakhir setelah melaksanakan pemecahan saham dengan rasio 1:25 pada Maret 2026.
Istilah terkait
Jenis aksi lain