RMKE Stock Split 1:5, Nilai Nominal Turun Jadi Rp20 per Saham
PT RMK Energy Tbk (RMKE) melaksanakan stock split dengan rasio 1:5, menurunkan nilai nominal dari Rp100 menjadi Rp20 per saham. Saham baru mulai diperdagangkan 17 Juli 2026.
PT RMK Energy Tbk (RMKE) melaksanakan pemecahan nilai nominal saham (stock split) dengan rasio 1:5, setelah mendapat persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Aksi korporasi ini mengubah setiap 1 saham lama menjadi 5 saham baru, dengan nilai nominal turun dari Rp100 per saham menjadi Rp20 per saham.
Pemegang saham juga menyetujui perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar Perseroan untuk menyesuaikan struktur modal pasca stock split. Modal dasar Perseroan tetap sebesar Rp1,4 triliun, namun kini terbagi atas 70 miliar saham dengan nilai nominal Rp20 per saham. Dari modal dasar tersebut, telah ditempatkan dan disetor sebesar 31,25% atau sebanyak 21,875 miliar saham, dengan nilai nominal seluruhnya sebesar Rp437,5 miliar.
Rincian Transaksi
Dengan rasio pemecahan 1:5, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh meningkat lima kali lipat dari semula 4,375 miliar saham menjadi 21,875 miliar saham. Total modal dasar Perseroan bertambah dari 14 miliar saham menjadi 70 miliar saham, sementara nilai nominal per saham turun dari Rp100 menjadi Rp20.
Perseroan telah menetapkan jadwal pelaksanaan aksi korporasi secara rinci. Tanggal terakhir perdagangan saham dengan nilai nominal lama di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 16 Juli 2026. Saham dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan di pasar reguler dan negosiasi pada 17 Juli 2026.
Recording date atau tanggal penentuan daftar pemegang saham yang berhak memperoleh saham hasil stock split ditetapkan pada 20 Juli 2026, sedangkan distribusi saham dengan nilai nominal baru akan dilakukan pada 21 Juli 2026. Perdagangan di pasar tunai akan ditiadakan pada 17-20 Juli 2026 dan kembali menggunakan nominal baru mulai 21 Juli 2026.
Konteks
Stock split merupakan aksi korporasi yang umumnya dilakukan perusahaan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham dengan membuat harga per lembar saham lebih terjangkau bagi investor ritel. Meski jumlah saham bertambah, nilai kapitalisasi pasar perusahaan secara teoritis tidak berubah-hanya terbagi ke dalam jumlah lembar yang lebih banyak.
Pada perdagangan Senin (13/7) hingga pukul 14.50 WIB, saham RMKE naik 6,16% ke level Rp2.240. Namun, sepanjang tahun berjalan 2026, RMKE tercatat merosot 62,18%, mencerminkan tekanan signifikan pada kinerja saham emiten energi ini.
Apa Artinya
Implikasinya, pemegang saham RMKE yang tercatat pada recording date 20 Juli 2026 akan menerima tambahan saham secara proporsional-setiap 1 saham lama akan menjadi 5 saham baru. Nilai investasi secara nominal tidak berubah, tetapi jumlah kepemilikan saham akan berlipat ganda.
Dari perspektif pasar, stock split ini perlu dicermati sebagai upaya emiten untuk meningkatkan daya tarik saham di tengah tekanan harga yang cukup dalam sepanjang tahun ini. Harga nominal yang lebih rendah dapat menarik minat investor ritel dan meningkatkan frekuensi transaksi.
Bagi investor, penting untuk memantau pergerakan harga pasca stock split-apakah aksi korporasi ini diikuti dengan sentimen positif yang berkelanjutan atau hanya memberikan efek jangka pendek. Performa fundamental perusahaan tetap menjadi faktor kunci yang menentukan arah pergerakan saham ke depan, terlepas dari perubahan struktur nominal ini.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa itu stock split dan bagaimana dampaknya bagi pemegang saham RMKE?
Kapan saham RMKE dengan nilai nominal baru mulai diperdagangkan?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.