Telkom Bayar Dividen Rp21,99 Triliun, DPR 123,5% dari Laba 2025
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk membayarkan dividen tunai Rp21,99 triliun hari ini (10/7), salah satu terbesar di pasar modal Indonesia tahun ini. Dividen Rp222,9 per saham mencerminkan DPR 123,5%, sebagian dari laba ditahan.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) melakukan pembayaran dividen tunai tahun buku 2025 pada hari ini, Jumat (10 Juli 2026), dengan total alokasi mencapai Rp21,99 triliun. Angka ini menempatkan pembagian dividen Telkom sebagai salah satu yang terbesar di pasar modal Indonesia tahun ini. Dividen sebesar Rp222,9 per saham dibayarkan kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date 19 Juni 2026.
Pembayaran dividen tersebut merupakan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang menyetujui penggunaan laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp17,81 triliun, ditambah alokasi dari laba ditahan, sehingga total dividen tunai mencapai Rp21.999.902.180.685. Dividend payout ratio (DPR) Telkom untuk periode ini mencapai 123,5%, melampaui laba bersih periode berjalan berkat pemanfaatan laba ditahan dari tahun-tahun sebelumnya.
Rincian Transaksi
Jumlah saham yang menjadi dasar pembagian dividen adalah sekitar 98,7 miliar saham, setelah memperhitungkan treasury stock. Dengan demikian, setiap saham TLKM memperoleh dividen tunai sebesar sekitar Rp222,9.
Jadwal pembagian dividen TLKM telah ditetapkan sebagai berikut:
- Cum dividen (pasar reguler dan negosiasi): 17 Juni 2026
- Ex dividen (pasar reguler dan negosiasi): 18 Juni 2026
- Recording date: 19 Juni 2026
- Tanggal pembayaran dividen: 10 Juli 2026
Pembayaran dividen dilakukan melalui PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) langsung ke Rekening Dana Nasabah (RDN) di perusahaan efek maupun bank kustodian.
Selain pembagian dividen, RUPST juga menyetujui program pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp4 triliun, termasuk biaya pelaksanaannya, sesuai ketentuan yang berlaku.
Konteks
Telkom sebagai salah satu emiten blue chip dan perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia secara historis dikenal konsisten membagikan dividen kepada pemegang saham. DPR di atas 100% menunjukkan komitmen perseroan untuk mendistribusikan nilai lebih besar dari laba periode berjalan, memanfaatkan cadangan laba ditahan yang telah terakumulasi.
Secara umum, kebijakan dividen yang atraktif menjadi salah satu daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif (yield). Sektor telekomunikasi, dengan model bisnis yang menghasilkan arus kas stabil, cenderung mampu mempertahankan kebijakan pembagian dividen yang konsisten, meski kondisi makroekonomi fluktuatif.
Apa Artinya
Dari perspektif Radar Pasar, pembagian dividen sebesar Rp21,99 triliun dengan DPR 123,5% mencerminkan posisi keuangan Telkom yang solid dan kemampuan perseroan dalam menghasilkan arus kas operasional yang kuat. Bagi pemegang saham TLKM yang tercatat pada recording date 19 Juni 2026, ini merupakan return investasi yang signifikan-dividend yield yang menarik di tengah pasar yang masih mencari imbal hasil konsisten.
Program buyback maksimal Rp4 triliun yang juga disetujui RUPST perlu dicermati sebagai sinyal manajemen terhadap valuasi saham. Buyback dapat memberikan support tambahan terhadap harga saham, sekaligus mengurangi jumlah saham beredar sehingga meningkatkan earning per share (EPS) di masa depan-asumsi jika program tersebut direalisasikan.
Investor perlu memantau eksekusi buyback dan konsistensi kinerja operasional Telkom ke depan, terutama di tengah kompetisi sektor telekomunikasi dan transformasi digital. Dividen besar tahun ini memberikan sentimen positif jangka pendek, namun keberlanjutan kinerja fundamental tetap menjadi kunci daya tarik investasi jangka panjang di saham TLKM.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa total dividen yang dibagikan Telkom tahun buku 2025?
Apa itu DPR 123,5% dan apa artinya bagi Telkom?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.