RUPSLB Adhi Karya Setujui Perubahan Direksi & Komisaris
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) menggelar RUPSLB yang menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan, termasuk pengangkatan Rozi Sparta sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko menggantikan Vera Kirana yang mengundurkan diri.
PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) telah menyelesaikan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan susunan pengurus perseroan. RUPSLB digelar menyusul pengunduran diri Vera Kirana dari jabatan Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko yang diterima manajemen pada 12 Mei 2026. RUPSLB menetapkan Rozi Sparta sebagai penggantinya dengan jabatan Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko.
Perubahan struktur kepemimpinan ini dilakukan untuk memastikan keberlangsungan tata kelola dan operasional perseroan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk persyaratan bagi emiten BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Rincian perubahan pengurus
RUPSLB menetapkan susunan lengkap Dewan Komisaris dan Direksi ADHI. Dewan Komisaris kini terdiri dari enam anggota: Dody Usodo Hargosuseno sebagai Komisaris Utama, Alexander Rubi Satyoadi sebagai Komisaris, Amelia Tetriana sebagai Komisaris, serta tiga Komisaris Independen yaitu R. Erwin M. Singajuru, Elan Suherlan, dan Rustam Sofyan Sirait.
Pada jajaran Direksi, Moeharmein Z.C memimpin sebagai Direktur Utama. Lima direktur lainnya adalah Harimawan (Direktur Operasi I), Yan Arianto (Direktur Operasi II), Bani Iqbal (Direktur Keuangan), Ki Syahgolang Permata (Direktur Human Capital dan Legal), serta Rozi Sparta yang baru diangkat sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko.
Pengangkatan Rozi Sparta secara khusus mendapat persetujuan RUPSLB untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Vera Kirana. Posisi ini strategis mengingat fungsinya mengelola portofolio proyek konstruksi dan infrastruktur serta manajemen risiko dalam pelaksanaan bisnis perseroan.
Konteks perubahan struktur
Sebagai BUMN yang bergerak di sektor konstruksi dan infrastruktur, Adhi Karya tunduk pada regulasi ketat terkait tata kelola perusahaan, termasuk kelengkapan organ perseroan. Pengunduran diri anggota direksi memerlukan tindak lanjut RUPSLB untuk memastikan kepatuhan terhadap ketentuan perseroan terbatas dan peraturan pasar modal.
Perubahan struktur pengurus juga menjadi bagian dari dinamika kelembagaan BUMN yang secara periodik melakukan penyegaran kepemimpinan untuk menyesuaikan dengan strategi bisnis atau kebijakan pemegang saham. Dalam kasus ini, penggantian dilakukan secara responsif menyusul pengunduran diri yang tidak terjadwal.
Posisi Direktur Portofolio Bisnis dan Manajemen Risiko memiliki peran krusial dalam mengelola pipeline proyek dan mitigasi risiko operasional serta finansial, terutama di tengah persaingan ketat industri konstruksi dan tekanan margin yang terus berlanjut di sektor ini.
Apa artinya bagi pemegang saham
Dari perspektif tata kelola, penyelesaian RUPSLB dan pengisian posisi direksi yang lowong merupakan langkah positif untuk menjaga kesinambungan operasional. Kelengkapan struktur kepemimpinan mengurangi risiko ketidakpastian dalam pengambilan keputusan strategis dan eksekusi proyek.
Manajemen ADHI menyatakan bahwa keputusan RUPSLB merupakan bagian dari upaya memperkuat tata kelola perusahaan dan mendukung pencapaian target kinerja serta strategi pertumbuhan ke depan. Implikasinya, pemegang saham dapat mengharapkan kontinuitas dalam pelaksanaan rencana bisnis tanpa gangguan struktural akibat kekosongan posisi kunci.
Yang perlu dicermati adalah bagaimana kontribusi konkret pimpinan baru dalam mengelola portofolio proyek dan risiko, mengingat industri konstruksi masih menghadapi tantangan seperti kompetisi harga, keterlambatan proyek, dan tekanan arus kas. Kinerja operasional dan keuangan kuartalan ke depan akan menjadi indikator efektivitas tim manajemen yang diperkuat ini dalam menjalankan strategi perseroan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Siapa direktur baru yang diangkat dalam RUPSLB Adhi Karya?
Mengapa Adhi Karya menggelar RUPSLB untuk perubahan pengurus?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.