Kabar Merger ARTO dan BFIN Dorong Saham Melonjak, Kajian Masih Berlangsung
PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dikabarkan tengah dikaji untuk merger oleh kelompok investor Jerry Ng dengan Goldman Sachs sebagai penasihat. Saham ARTO melonjak 18,23% dan BFIN 6,62% menyusul kabar ini.
Lonjakan Saham Menyusul Kabar Merger
Pasar modal bereaksi kuat terhadap kabar potensi merger antara PT Bank Jago Tbk (ARTO) dan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Saham ARTO ditutup melonjak 18,23% ke level Rp 1.200 per saham, sementara saham BFIN naik 6,62% ke Rp 805. Kabar ini mencuat setelah Bloomberg melaporkan bahwa kelompok investor yang dipimpin konglomerat nasional Jerry Ng tengah mengkaji sejumlah opsi strategis atas kepemilikan mereka di kedua perusahaan, dengan Goldman Sachs sebagai penasihat finansial.
Rincian Kajian dan Opsi Strategis
Menurut laporan yang dikutip dari Bloomberg, pembahasan masih berlangsung dan belum menghasilkan keputusan final. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggabungkan ARTO dan BFIN, yang jika terealisasi, diperkirakan akan menghasilkan entitas dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 1,4 miliar atau setara Rp 25 triliun. Saat ini, kapitalisasi pasar BFIN mencapai Rp 11,4 triliun, sedangkan ARTO sebesar Rp 13,7 triliun.
Kepemilikan Jerry Ng di BFIN dilakukan melalui Trinugraha Capital & Co. yang menguasai sekitar 51% saham perseroan. Pemegang saham Trinugraha Capital juga mencakup Northstar Group dan Garibaldi Thohir. Di Bank Jago, Jerry Ng menguasai sekitar 30% saham, bersama sejumlah investor lain seperti GIC, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), dan salah satu pendiri Northstar Group yaitu Patrick Walujo.
Selain opsi merger, sejumlah lembaga keuangan asing yang ingin memperluas bisnis di Indonesia disebut berpotensi tertarik terhadap kedua perusahaan. Pada April lalu, Mergermarket melaporkan pemegang saham pengendali BFIN tengah menjajaki penjualan sebagian kepemilikannya dan telah menunjuk Goldman Sachs sebagai penasihat transaksi. Sekitar sepekan sebelum laporan itu terbit, tepatnya pada 16 April, saham BFIN sempat melonjak 25%, kenaikan harian terbesar sejak 2010.
Konteks: Posisi Kedua Emiten
Bank Jago merupakan bank digital yang telah menjalin kerja sama strategis dengan berbagai platform teknologi, termasuk ekosistem GoTo. Transformasi menjadi bank digital telah membawa perubahan signifikan pada model bisnis perseroan. Sementara itu, BFI Finance merupakan perusahaan pembiayaan konsumen terkemuka dengan fokus pada pembiayaan kendaraan bermotor dan produk konsumen lainnya.
Menanggapi kabar merger, ARTO menyatakan tidak mengomentari spekulasi yang beredar. Perseroan juga mengaku tidak memiliki informasi mengenai rencana merger dengan BFI Finance maupun pendekatan dari investor atau institusi keuangan asing. ARTO menegaskan hubungan dengan BFIN saat ini merupakan kerja sama bisnis strategis yang telah berjalan. Juru bicara BFIN, Dian Fahmi, mengatakan perseroan tidak berada dalam posisi untuk mengomentari aktivitas maupun keputusan para pemegang sahamnya, dan tidak ada informasi material baru yang dapat disampaikan kepada publik. Goldman Sachs menolak memberikan komentar, sedangkan Jerry Ng belum merespons permintaan konfirmasi.
Apa Artinya: Implikasi bagi Pasar dan Investor
Reaksi pasar yang kuat terhadap kabar ini mengindikasikan bahwa investor memandang potensi sinergi antara bank digital dan perusahaan pembiayaan sebagai sesuatu yang bernilai. Implikasinya, jika merger benar-benar terwujud, entitas gabungan dapat mengombinasikan kekuatan platform digital Bank Jago dengan jaringan distribusi dan portofolio pembiayaan BFI Finance, menciptakan pemain yang lebih kuat di sektor jasa keuangan.
Namun perlu dicermati bahwa pembahasan masih dalam tahap kajian dan belum ada kepastian. Investor perlu memantau perkembangan lebih lanjut, termasuk pengumuman resmi dari kedua perusahaan atau pemegang saham pengendali. Adanya Goldman Sachs sebagai penasihat menunjukkan keseriusan proses evaluasi ini, namun berbagai faktor regulasi, valuasi, dan struktur transaksi masih perlu diselesaikan sebelum langkah konkret dapat diambil. Secara umum, konsolidasi di sektor keuangan dapat membawa efisiensi operasional dan perluasan basis nasabah, namun juga memerlukan integrasi yang cermat.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa yang menyebabkan saham ARTO dan BFIN naik tajam?
Apakah merger ARTO dan BFIN sudah dipastikan?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.