BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
RUPST BRI menetapkan dividen tunai tahun buku 2025 senilai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham, rekor tertinggi dalam sejarah bank pelat merah tersebut. Pembagian dividen mencerminkan kinerja laba bersih konsolidasian Rp57,132 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mencetak rekor dengan membagikan dividen terbesar dalam sejarahnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada 10 April 2026, BRI menetapkan pembagian dividen tunai untuk tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham. Dividen jumbo ini bersumber dari laba bersih konsolidasian perseroan yang mencapai Rp57,132 triliun, dengan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun.
Rincian transaksi
Dividen sebesar Rp52,1 triliun yang dibagikan BRI merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah perseroan. Dengan nilai Rp346 per saham, pembagian dividen ini mengacu pada kinerja keuangan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025. Capaian ini menempatkan BRI sebagai salah satu kontributor dividen terbesar kepada negara, sekaligus menunjukkan kemampuan bank pelat merah tersebut menjaga pertumbuhan bisnis dalam jangka panjang.
Momentum positif terus berlanjut hingga awal tahun 2026. Pada triwulan I 2026, BRI membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7% secara tahunan. Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun (naik 13,7% yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp1.555 triliun (naik 9,4% yoy). Rasio CASA juga menguat menjadi 68,07% dengan cost of fund turun ke 2,3% dari 3% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Konteks
Pembagian dividen jumbo ini terjadi di tengah fase baru pengelolaan BRI di bawah supervisi Danantara, holding BUMN yang dibentuk pemerintah. Di bawah kepemimpinan Direktur Utama Hery Gunardi, BRI tengah menjalankan program transformasi "BRIvolution Reignite" yang dirancang untuk memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memastikan perseroan tetap kompetitif di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, BRI telah meluncurkan rebranding korporat pada 16 Desember 2025 untuk menghadirkan identitas yang lebih modern, universal, dan inklusif. Meski demikian, perseroan tetap mempertahankan nilai-nilai utama sebagai bank yang berpihak kepada rakyat, terutama dalam pemberdayaan UMKM dan peran strategis sebagai agen pembangunan.
Dalam mendukung ekonomi kerakyatan, BRI terus memperkuat posisinya sebagai penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, realisasi penyaluran KUR BRI mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87% dari total alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun. Mayoritas penyaluran (67,18%) mengalir ke sektor produktif, dengan sektor pertanian sebagai kontributor terbesar senilai Rp35,91 triliun. Sementara itu, penyaluran Kredit Pemilikan Properti (KPP) hingga 31 Mei 2026 telah mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur.
Apa artinya
Dividen rekor yang dibagikan BRI menunjukkan kokohnya fundamental kinerja bank terbesar kedua Indonesia ini. Secara langsung, pembagian dividen Rp52,1 triliun memberikan kontribusi signifikan kepada pemegang saham mayoritas, dalam hal ini negara melalui Danantara, yang dapat digunakan untuk mendukung berbagai program pembangunan nasional.
Dari perspektif pemegang saham publik, dividen per saham Rp346 mencerminkan return yang menarik, terutama mengingat dividen ini bersumber dari pertumbuhan laba yang sehat-bukan dari pengurangan cadangan atau langkah-langkah jangka pendek. Rasio pembagian dividen yang tetap wajar juga memberi ruang bagi BRI untuk terus berinvestasi dalam transformasi digital, ekspansi kredit, dan penguatan modal.
Secara strategis, perlu dicermati keberlanjutan pertumbuhan BRI di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat dan tren digitalisasi yang mengubah perilaku nasabah. Penguatan struktur pendanaan yang tercermin dari penurunan cost of fund menjadi sinyal positif, karena memberikan ruang bagi BRI untuk mempertahankan margin bunga bersih yang sehat. Sementara itu, kontribusi entitas anak yang mencapai 25,1% dari laba konsolidasian menunjukkan diversifikasi pendapatan BRI Group semakin matang, yang dalam jangka panjang dapat mengurangi ketergantungan pada bisnis perbankan konvensional semata.
Bagi investor, dividen jumbo ini menegaskan kredibilitas BRI sebagai "dividend champion" yang konsisten memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Namun, dalam jangka menengah, pasar akan terus memantau apakah transformasi yang tengah dijalankan dapat mempertahankan momentum pertumbuhan-khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi makro dan dinamika regulasi perbankan yang terus berkembang.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa dividen yang dibagikan BRI untuk tahun buku 2025?
Bagaimana kinerja keuangan BRI yang mendasari dividen ini?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.