Kalbe Farma Kaji Delisting EPMT, Free Float Hanya 7,51%
Kalbe Farma membuka opsi delisting anak usaha Enseval Putera Megatrading (EPMT) dari BEI karena free float hanya 7,51%, jauh di bawah ketentuan minimal 15%. Keputusan akan diambil bertahap 2027-2028.
Kalbe Farma hadapi dilema kepemilikan EPMT
PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) secara resmi mengungkapkan dalam paparan publik 2026 bahwa tengah mengkaji dua opsi strategis untuk anak usahanya, PT Enseval Putera Megatrading Tbk (EPMT): menambah free float atau melakukan delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Pengumuman ini disampaikan Direktur Kalbe Farma Kartika Setiabudy pada Jumat (11/9), menanggapi kondisi free float EPMT yang hanya 7,51% per Agustus 2026-jauh di bawah ketentuan BEI yang mensyaratkan minimal 15%.
Berdasarkan data pemegang saham per 31 Agustus 2026, KLBF menguasai 2,49 miliar saham EPMT atau setara 91,98%. Sementara masyarakat hanya memiliki 203,54 juta lembar saham atau 7,51%. Citibank New York S/A Rainbow Fund LP tercatat memiliki 62,74 juta saham atau 2,32%.
Rincian situasi dan opsi yang dikaji
Kartika mengakui bahwa struktur kepemilikan EPMT saat ini belum memenuhi ketentuan baru BEI yang telah menaikkan batas minimal free float menjadi 15%. Perseroan menyatakan masih melakukan perhitungan internal dan menjajaki kedua opsi: menambah porsi saham publik melalui divestasi bertahap, atau menghapus pencatatan saham (delisting) jika penambahan free float sulit direalisasikan.
"Jadi saat ini kami masih menjajaki kedua opsi tersebut dan tentunya kita akan comply dengan peraturan IDX sebagai kita merupakan bagian dari pasar modal Indonesia," ujar Kartika. Ia menegaskan Kalbe Farma akan memenuhi ketentuan dan tenggat waktu yang ditetapkan BEI secara bertahap pada 2027 dan 2028, serta terbuka terhadap masukan dari pelaku pasar.
Hingga sesi pertama perdagangan Jumat (11/9), saham EPMT naik 0,42% ke Rp 2.400 dengan kapitalisasi pasar Rp 6,50 triliun. Volume perdagangan tercatat 48,80 ribu saham senilai Rp 119,50 juta. Dalam sebulan terakhir saham EPMT menguat 1,69% dan melonjak 6,67% dalam tiga bulan terakhir.
Konteks aturan free float BEI
Ketentuan minimal free float 15% merupakan bagian dari upaya BEI meningkatkan likuiditas dan tata kelola emiten di bursa. Aturan ini mewajibkan perusahaan tercatat untuk memastikan porsi saham yang beredar di publik memenuhi ambang batas tertentu agar perdagangan lebih aktif dan transparan. Bagi emiten dengan kepemilikan pengendali sangat dominan seperti EPMT, pemenuhan ketentuan ini menjadi tantangan tersendiri-terutama jika pengendali tidak berniat melepas kepemilikan signifikan.
Enseval Putera Megatrading sendiri merupakan anak usaha distribusi farmasi Kalbe Farma yang berperan penting dalam rantai pasokan produk kesehatan di Indonesia. Kepemilikan mayoritas KLBF di EPMT mencerminkan integrasi vertikal dalam ekosistem bisnis Kalbe.
Apa artinya bagi investor dan pasar
Pengumuman ini membawa ketidakpastian bagi pemegang saham minoritas EPMT. Jika Kalbe Farma memilih opsi delisting, pemegang saham publik akan menghadapi proses tender offer dengan harga yang perlu dinegosiasikan-berpotensi membatasi likuiditas dan akses pasar. Sebaliknya, jika KLBF menambah free float melalui divestasi, akan terjadi dilusi kepemilikan pengendali namun memberikan peluang bagi investor publik untuk meningkatkan partisipasi.
Perlu dicermati bahwa keputusan ini juga akan menjadi preseden bagi emiten lain dengan struktur kepemilikan serupa yang menghadapi tantangan pemenuhan aturan free float BEI. Transparansi proses dan komunikasi dengan investor minoritas menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar. Investor EPMT disarankan memantau perkembangan resmi dari manajemen Kalbe Farma dan BEI terkait timeline serta mekanisme yang akan ditempuh, terutama menjelang periode pemenuhan bertahap 2027-2028.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Mengapa Kalbe Farma mempertimbangkan delisting EPMT?
Apa dampaknya bagi pemegang saham minoritas EPMT?
Aksi korporasi lain
MITI Alihkan Empat Kapal ke Anak Usaha Senilai Rp22,75 Miliar
MGLV Tetapkan Harga Rights Issue Rp8.880, Bidik Dana Rp2,5 Triliun
RAJA Rencanakan IPO Anak Usaha Tahun Depan, Panji Raya Alamindo Disebut
Dua Anak Usaha ARKO Tandatangani Kontrak PLTA Rp287,98 Miliar
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.