Tempo Scan (TSPC) Bagikan Dividen Final Rp225,49 Miliar pada 9 Juli
PT Tempo Scan Pacific Tbk menetapkan dividen tunai total Rp676,48 miliar untuk tahun buku 2025, setara 48% dari laba bersih. Dividen final Rp50 per saham akan disalurkan 9 Juli 2026.
PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC) memutuskan pembagian dividen tunai total sebesar Rp676,48 miliar untuk tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Tempo Scan Tower, Jakarta, pada 5 Juni 2026. Keputusan ini memperoleh persetujuan kuat dari pemegang saham, dengan 99,98% suara setuju dan hanya 0,02% abstain.
Pembagian dividen ini setara dengan 48% dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp1,41 triliun di tahun buku 2025. Dividen ditetapkan sebesar Rp150 per saham, yang sudah mencakup dividen interim Rp100 per saham yang telah dibayarkan pada akhir November 2025.
Rincian Dividen Final
Setelah pembayaran dividen interim, pemegang saham TSPC akan menerima tambahan dividen final sebesar Rp50 per saham atau total Rp225,49 miliar. Pembayaran dividen final ini dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Dari total laba yang diperoleh, sisa pembagian dividen ditetapkan sebagai saldo laba ditahan. Hingga akhir Desember 2025, saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai Rp8,52 triliun, setara dengan 88% dari total ekuitas perseroan yang sebesar Rp9,66 triliun. Posisi laba ditahan yang kuat ini menunjukkan kapasitas finansial perusahaan untuk ekspansi bisnis sekaligus mempertahankan pembagian dividen yang konsisten.
Konteks Pembagian Dividen
Tempo Scan Pacific merupakan perusahaan yang bergerak di sektor farmasi dan produk konsumen, dengan portofolio bisnis mencakup produk obat-obatan, kesehatan, dan consumer goods. Kebijakan dividen dengan payout ratio 48% mencerminkan keseimbangan antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan mempertahankan modal kerja untuk kebutuhan operasional serta pertumbuhan bisnis.
Pembayaran dividen interim pada November 2025 menunjukkan praktik perseroan dalam memberikan return secara bertahap kepada investor sepanjang tahun. Strategi ini memberikan arus kas lebih teratur bagi pemegang saham dibanding pembayaran tunggal di akhir periode.
Dengan ekuitas yang mencapai Rp9,66 triliun dan laba ditahan Rp8,52 triliun, TSPC memiliki struktur modal yang solid. Kondisi ini memberikan ruang manuver bagi manajemen untuk mengalokasikan sumber daya baik untuk ekspansi, akuisisi, maupun pembagian dividen di masa mendatang.
Apa Artinya bagi Investor
Pembagian dividen dengan payout ratio 48% dapat dilihat sebagai kebijakan yang cukup moderat-tidak terlalu besar sehingga menguras kas perusahaan, namun juga cukup menarik untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham. Bagi investor dividen, pembayaran final Rp50 per saham pada Juli 2026 merupakan tambahan pendapatan pasif yang perlu diperhitungkan.
Dukungan hampir bulat (99,98%) dari pemegang saham dalam RUPST mengindikasikan kepercayaan tinggi terhadap kinerja dan strategi manajemen. Persetujuan yang solid ini juga mengurangi risiko governance terkait keputusan strategis perusahaan.
Yang perlu dicermati ke depan adalah keberlanjutan kinerja operasional TSPC, terutama di tengah dinamika sektor farmasi dan konsumen yang dipengaruhi daya beli masyarakat, regulasi, serta persaingan industri. Kemampuan perusahaan mempertahankan profitabilitas dan arus kas akan menentukan konsistensi pembagian dividen di periode-periode berikutnya. Investor disarankan memantau laporan keuangan kuartalan untuk menilai tren kinerja sepanjang tahun buku 2026.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Kapan dividen final TSPC dibayarkan?
Berapa total dividen TSPC untuk tahun buku 2025?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.