BRI Bagikan Dividen Tunai Rp52,1 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah
BRI menetapkan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham dalam RUPST 2026, nilai tertinggi dalam sejarah perseroan. Dividen ini bersumber dari laba bersih konsolidasian 2025 sebesar Rp57,13 triliun.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membagikan dividen tunai tertinggi sepanjang sejarahnya, mencapai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut ditetapkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026, mencerminkan kinerja keuangan solid perseroan yang dibina di bawah supervisi Danantara.
Pembagian dividen jumbo ini mengacu pada laba tahun berjalan konsolidasian untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025 sebesar Rp57,132 triliun, dengan total laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,65 triliun. Capaian ini menempatkan BRI sebagai salah satu kontributor dividen terbesar kepada negara, sekaligus mempertegas kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Rincian Dividen dan Kinerja 2025
Total dividen tunai yang dibagikan mencapai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham, merupakan nilai tertinggi dalam sejarah BRI dan menjadi kontribusi signifikan kepada negara. Dividen ini dibayarkan dari laba bersih konsolidasian tahun 2025 sebesar Rp57,13 triliun.
Momentum positif berlanjut hingga awal 2026. Pada Triwulan I-2026, BRI membukukan laba bersih konsolidasian Rp15,5 triliun, tumbuh 13,7% secara tahunan (yoy). Penyaluran kredit mencapai Rp1.562 triliun (naik 13,7% yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat Rp1.555 triliun (tumbuh 9,4% yoy). Efisiensi pendanaan juga membaik dengan cost of fund (CoF) turun ke 2,3% dari 3% pada periode yang sama tahun sebelumnya, ditopang rasio CASA yang naik menjadi 68,07%.
Konteks Transformasi di Bawah Danantara
Dividen jumbo ini diumumkan di tengah fase baru pengelolaan BRI di bawah supervisi Danantara. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan kehadiran Danantara menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi, mempercepat transformasi, serta meningkatkan peran perseroan dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
BRI meluncurkan program transformasi BRIVolution Reignite yang dirancang memperkuat fondasi bisnis, meningkatkan efisiensi, serta memastikan relevansi dan daya saing di tengah perubahan lanskap ekonomi dan teknologi. Program ini fokus pada penguatan struktur pendanaan, percepatan digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan pengembangan bisnis inti maupun baru yang berkelanjutan.
Komitmen terhadap ekonomi kerakyatan tetap kuat. Realisasi penyaluran KUR BRI sepanjang Januari-Mei 2026 mencapai Rp84,36 triliun atau 46,87% dari alokasi tahun 2026 sebesar Rp180 triliun, dengan mayoritas mengalir ke sektor produktif (67,18%). BRI juga meningkatkan alokasi Kredit Pemilikan Properti (KPP) dari Rp8 triliun menjadi Rp12 triliun, dengan realisasi hingga 31 Mei 2026 mencapai Rp9,5 triliun kepada 68.212 debitur.
Kontribusi perusahaan anak BRI Group juga menguat, membukukan laba Rp3,89 triliun hingga akhir Triwulan I-2026, setara 25,1% dari laba bersih konsolidasian perseroan.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham dan Pasar
Dividen Rp52,1 triliun merupakan sinyal kuat kemampuan BRI menghasilkan profitabilitas tinggi dan menciptakan nilai bagi pemegang saham. Dengan dividen per saham Rp346, pemegang saham menerima imbal hasil langsung yang substansial dari kinerja 2025.
Secara lebih luas, capaian ini mempertegas posisi BRI sebagai kontributor utama kepada negara, khususnya dalam konteks kepemilikan pemerintah melalui Danantara. Dividen jumbo menunjukkan bahwa transformasi dan penguatan fundamental tidak mengorbankan kemampuan distribusi keuntungan kepada pemegang saham.
Ke depan, perlu dicermati keberlanjutan momentum pertumbuhan laba dan efisiensi operasional di tengah agenda transformasi yang ambisius. Keberhasilan BRIVolution Reignite, penguatan ekosistem digital, dan konsistensi penyaluran pembiayaan ke sektor produktif akan menjadi faktor penentu apakah dividen jumbo dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Implikasinya, investor perlu memantau eksekusi strategi transformasi, kualitas aset kredit, serta kontribusi perusahaan anak dalam mendukung kinerja konsolidasian BRI secara berkelanjutan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa total dividen yang dibagikan BRI untuk tahun buku 2025?
Bagaimana kinerja keuangan BRI di awal 2026?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.