TRIS Siapkan Buyback Rp15 Miliar, Target 3% Saham Beredar
PT Trisula International Tbk (TRIS) mengumumkan rencana buyback saham senilai Rp15 miliar untuk maksimum 94 juta saham atau 3% modal disetor. Program berlangsung 6 Juli · 5 Oktober 2026 dengan harga maksimum Rp170 per saham.
PT Trisula International Tbk (TRIS) mengumumkan rencana pembelian kembali (buyback) saham senilai maksimum Rp15 miliar. Program ini menargetkan hingga 94 juta saham atau setara 3% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perusahaan, dengan pelaksanaan dijadwalkan selama tiga bulan mulai 6 Juli hingga 5 Oktober 2026.
Dalam pengumuman keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen TRIS menyatakan buyback akan mengacu pada POJK Nomor 13 Tahun 2023 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja Dan Stabilitas Pasar Modal Pada Kondisi Pasar Yang Berfluktuasi Secara Signifikan.
Rincian transaksi
Perusahaan menetapkan harga maksimum pembelian kembali sebesar Rp170 per saham. Dengan alokasi dana Rp15 miliar dan target maksimum 94 juta saham, buyback ini akan mengurangi jumlah saham beredar dari 3.093.211.331 saham menjadi 2.999.211.331 saham setelah memperhitungkan saham treasuri.
Pelaksanaan buyback akan dilakukan baik melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa. Untuk transaksi di bursa, TRIS menunjuk PT Phillip Sekuritas Indonesia sebagai anggota bursa yang akan melaksanakan pembelian kembali saham.
Berdasarkan proforma keuangan per 31 Maret 2026, laba tahun berjalan perseroan tetap sebesar Rp17,23 miliar baik sebelum maupun sesudah pelaksanaan buyback. Namun dengan berkurangnya jumlah saham beredar, laba per saham (earnings per share/EPS) diproyeksikan meningkat dari Rp5,57 per saham menjadi Rp5,75 per saham-kenaikan sekitar 3,2%.
Konteks
Manajemen menegaskan bahwa pelaksanaan buyback diperkirakan tidak akan memberikan dampak terhadap penurunan pendapatan perusahaan. Perseroan juga meyakini aksi korporasi ini tidak akan menimbulkan dampak negatif material terhadap kegiatan usaha maupun kondisi keuangan perusahaan.
Dalam pernyataannya, manajemen menekankan bahwa TRIS telah memiliki modal kerja yang cukup untuk menjalankan kegiatan usaha sehingga pelaksanaan buyback diharapkan tidak akan memengaruhi operasional perseroan.
Program buyback umumnya dilakukan emiten untuk berbagai tujuan strategis, termasuk menjaga stabilitas harga saham di pasar atau memberikan sinyal keyakinan manajemen terhadap prospek perusahaan. Penggunaan POJK 13/2023 sebagai landasan mengindikasikan buyback ini juga dapat berfungsi sebagai instrumen stabilisasi pasar.
Apa artinya
Dari perspektif Radar Pasar, buyback TRIS ini perlu dicermati beberapa aspek. Pertama, proyeksi kenaikan EPS sekitar 3,2% (dari Rp5,57 ke Rp5,75) menunjukkan dampak positif langsung bagi pemegang saham yang tetap bertahan-laba per saham meningkat meskipun laba bersih konstan, murni karena berkurangnya basis saham beredar.
Kedua, alokasi dana Rp15 miliar untuk buyback menandakan perseroan memiliki posisi kas yang cukup kuat untuk mengeksekusi program ini tanpa mengganggu operasional. Namun investor perlu memantau apakah dana tersebut memang idle atau sebenarnya bisa dialokasikan untuk ekspansi usaha yang berpotensi menghasilkan return lebih tinggi.
Ketiga, harga maksimum Rp170 per saham menjadi level acuan penting. Jika harga pasar TRIS konsisten di bawah Rp170 selama periode buyback, ada ruang bagi perusahaan untuk mengeksekusi pembelian secara optimal. Sebaliknya, jika harga melonjak di atas level tersebut, efektivitas program buyback bisa terbatas.
Yang perlu diperhatikan investor adalah realisasi aktual buyback nanti-apakah perusahaan akan menggunakan penuh alokasi Rp15 miliar atau hanya sebagian, dan bagaimana timing pembelian dilakukan sepanjang periode Juli · Oktober 2026. Transparansi pelaksanaan dan pelaporan berkala akan menjadi indikator komitmen manajemen dalam program ini.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa tujuan TRIS melakukan buyback saham?
Bagaimana dampak buyback TRIS terhadap pemegang saham?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.