Raffi-Nagita Akuisisi 61,85% VISI Rp178,75 M, Langsung Jual Aset Rp75 M
PT Harmoni Semesta Investama milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina resmi mengakuisisi 61,85% saham VISI senilai Rp178,75 miliar dari pendiri David Dwiputra. Tak lama setelah pergantian pengendali, VISI mengumumkan divestasi delapan aset properti senilai Rp75 miliar.
PT Harmoni Semesta Investama (HSI) milik pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina resmi menjadi pengendali baru PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) setelah mengakuisisi 1,9 miliar saham atau 61,85% kepemilikan dari pendiri perseroan, David Dwiputra. Transaksi dilakukan pada harga Rp94 per saham dengan total nilai sekitar Rp178,75 miliar.
Dalam struktur kepemilikan HSI, Nagita Slavina Mariana Tengker menguasai 51% saham dan menjabat sebagai direktur, sementara Raffi Farid Ahmad memiliki 49% dan menjabat sebagai komisaris.
Rincian transaksi akuisisi dan divestasi
Pergantian pengendali ini diikuti dengan langkah korporasi berikutnya: VISI mengumumkan rencana divestasi delapan aset berupa tanah dan bangunan kepada PT Inti Megah Putra senilai Rp75 miliar. Nilai transaksi ini setara 41,22% dari ekuitas perseroan, sehingga dikategorikan sebagai transaksi material.
Delapan aset yang akan dilepas tersebar di Bekasi, Surabaya, Gresik, dan Semarang. Berdasarkan penilaian independen, nilai pasar aset mencapai Rp74,33 miliar, sementara harga transaksi disepakati sebesar Rp75 miliar-sedikit di atas hasil appraisal.
Perseroan menegaskan bahwa PT Inti Megah Putra bukan merupakan pihak afiliasi, sehingga transaksi ini bukan transaksi afiliasi maupun benturan kepentingan.
Konteks strategis dan tujuan divestasi
Rangkaian aksi korporasi ini berlangsung ketika PT Rans Entertainment Indonesia Tbk (RANS) tengah menjalani proses penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. Masa penawaran umum RANS berlangsung hingga 8 Juli 2026, dengan pencatatan resmi dijadwalkan pada 10 Juli 2026.
Manajemen VISI menjelaskan bahwa dana hasil penjualan aset akan digunakan untuk meningkatkan likuiditas dan melunasi sebagian atau seluruh kewajiban kepada perbankan. Langkah ini diharapkan mampu menekan beban bunga dan memperbaiki struktur keuangan perseroan.
Secara umum, akuisisi pengendali oleh pihak baru sering diikuti dengan restrukturisasi dan konsolidasi aset untuk memperkuat fondasi keuangan perusahaan yang diambil alih. Penjualan aset non-produktif atau aset yang tidak sesuai dengan strategi baru merupakan praktik yang lazim dalam tahap awal kepemimpinan pengendali baru.
Apa artinya bagi investor dan pasar
Implikasinya, pergantian pengendali dan divestasi material ini menandai era baru bagi VISI dengan strategi pengelolaan yang berpotensi berbeda dari sebelumnya. Penggunaan dana hasil divestasi untuk pelunasan utang bank bisa memperbaiki rasio leverage dan mengurangi beban keuangan-sinyal positif untuk kesehatan keuangan jangka panjang.
Namun, perlu dicermati bagaimana pengendali baru akan mengelola VISI pasca-restrukturisasi aset ini. Pelepasan aset senilai 41,22% ekuitas adalah langkah besar yang dapat mengubah profil operasional dan portofolio bisnis perseroan. Investor perlu mengawasi rencana strategis lanjutan dan kinerja operasional VISI di bawah kepemimpinan HSI.
Dari sisi pasar, transaksi ini juga menyoroti keaktifan pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina di pasar modal Indonesia-baik melalui IPO RANS maupun akuisisi pengendali VISI-yang menunjukkan ekspansi bisnis mereka di berbagai sektor. Keterbukaan informasi dan tata kelola yang baik akan menjadi kunci untuk membangun kepercayaan investor terhadap entitas-entitas yang mereka kendalikan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Siapa pengendali baru VISI dan berapa nilai akuisisinya?
Untuk apa dana hasil penjualan aset VISI senilai Rp75 miliar?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.