Blue Bird Bagikan Dividen Rp 166/Saham, Alokasi Capex Rp 1,9 T
PT Blue Bird Tbk (BIRD) menetapkan dividen tunai Rp 166 per saham atau 65,3% dari laba bersih 2025 senilai Rp 643 miliar. Pembayaran dijadwalkan 10 Juli 2026, sementara perusahaan juga mengalokasikan capex hingga Rp 1,9 triliun untuk tahun ini.
PT Blue Bird Tbk (BIRD) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp 166 per saham dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 18 Juni 2026. Dividen senilai 65,3% dari laba bersih perusahaan ini akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat per 30 Juni 2026 dan dijadwalkan dibayarkan pada 10 Juli 2026.
Direktur Keuangan Blue Bird Irawaty Salim menyatakan bahwa sisa laba bersih akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk mendukung kebutuhan modal kerja dan pengembangan usaha. Bersamaan dengan pengumuman dividen, perusahaan taksi terbesar di Indonesia ini juga mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,9 triliun pada 2026 untuk penggantian armada, penambahan armada baru, dan pengembangan infrastruktur pendukung operasional.
Rincian Transaksi
Dividen tunai yang ditetapkan adalah Rp 166 per saham, mewakili 65,3% dari laba bersih tahun 2025 yang mencapai Rp 643 miliar. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham per 30 Juni 2026. Pembayaran dividen dijadwalkan dilakukan pada 10 Juli 2026.
Sisa laba bersih yang tidak dibagikan sebagai dividen akan dibukukan sebagai laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Dana capex senilai Rp 1,7-1,9 triliun akan digunakan untuk meremajakan dan menambah armada, serta mengembangkan infrastruktur operasional guna mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Konteks
Kinerja Blue Bird pada tahun buku 2025 mencatat pendapatan bersih Rp 5,7 triliun, naik 13% dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak perusahaan melantai di bursa. EBITDA meningkat 13% menjadi Rp 1,4 triliun, sementara laba tahun berjalan tumbuh 9% menjadi Rp 643 miliar.
Perusahaan saat ini mengoperasikan lebih dari 26.000 armada yang didukung oleh 58 pool, lebih dari 1.300 outlet, dan jaringan layanan di 22 kota di Indonesia. Wakil Direktur Utama Sigit Djokosoetono menyampaikan bahwa sepanjang 2025 perusahaan melanjutkan strategi transformasi berbasis 3M (multi-product, multi-channel, dan multi-payment) sebagai fondasi pengembangan ekosistem Mobility as a Service (MaaS).
Langkah transformasi tersebut diwujudkan melalui ekspansi layanan termasuk pengoperasian taksi di Solo, peluncuran airport shuttle di Kalimantan Timur, serta kerja sama penyediaan transportasi publik sektor bus di Jakarta. Blue Bird juga memperkuat kapabilitas digital lewat aplikasi MyBluebird dengan fitur Fixed Price dan integrasi pembayaran digital bersama OVO.
Apa Artinya
Pembagian dividen dengan rasio 65,3% menunjukkan komitmen Blue Bird dalam memberikan nilai kepada pemegang saham, sekaligus mempertahankan kemampuan ekspansi bisnis melalui laba ditahan. Keseimbangan antara distribusi dividen dan reinvestasi ini dapat dipandang sebagai sinyal kepercayaan manajemen terhadap keberlanjutan kinerja perusahaan.
Alokasi capex yang besar (Rp 1,7-1,9 triliun) mengindikasikan fokus perusahaan pada perluasan dan peremajaan armada di tengah persaingan industri transportasi yang semakin ketat. Investasi pada infrastruktur operasional dan pengembangan kendaraan listrik (e-Bluebird di Medan dan Surabaya) menunjukkan upaya adaptasi terhadap tren keberlanjutan dan digitalisasi.
Bagi pemegang saham, perlu dicermati bagaimana efektivitas penggunaan capex dalam meningkatkan produktivitas dan pangsa pasar, terutama mengingat dinamika kompetisi dengan platform ride-hailing digital. Kombinasi pertumbuhan pendapatan double-digit dan margin EBITDA yang stabil dapat menjadi indikator positif, namun eksekusi strategi transformasi digital dan elektrifikasi armada akan menjadi kunci untuk mempertahankan momentum pertumbuhan di tahun-tahun mendatang.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa besar dividen yang dibagikan Blue Bird dan kapan dibayarkan?
Untuk apa alokasi capex Blue Bird sebesar Rp 1,7-1,9 triliun?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.