PT Timah (TINS) Bagikan Dividen Rp 656,8 Miliar, Yield 2,7%
RUPS PT Timah menyetujui pembagian dividen Rp 656,8 miliar atau Rp 88 per saham, setara 50% dari laba bersih 2025. Dividen yield mencapai 2,7% berdasarkan harga penutupan Rp 3.300 per saham.
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Timah Tbk (TINS) memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 656,8 miliar atau setara Rp 88 per saham. Jumlah dividen tersebut setara 50% dari laba bersih tahun buku 2025, dengan dividend yield mencapai 2,7% berdasarkan harga penutupan saham pada 12 Juni 2026 di level Rp 3.300 per saham. Sisanya sebesar 50% dari laba bersih atau Rp 656,8 miliar dicatat sebagai saldo laba ditahan.
Rincian Transaksi
Rapat pemegang saham menetapkan pembagian dividen tunai senilai Rp 656,8 miliar, setara Rp 88 per saham. Berdasarkan rasio pembagian 50% dari laba bersih 2025, ini mengimplikasikan total laba bersih perusahaan mencapai Rp 1,31 triliun. Dengan harga saham Rp 3.300 per saham pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026), dividend yield yang ditawarkan berada di level 2,7%.
Sisanya sebesar 50% dari laba bersih atau setara Rp 656,8 miliar akan dicatat sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan. Keputusan ini mencerminkan pendekatan seimbang antara memberikan imbal hasil kepada pemegang saham dan menjaga keberlanjutan bisnis.
Konteks
Sepanjang tahun buku 2025, PT Timah membukukan pendapatan Rp 11,55 triliun, naik 6,41% dibandingkan tahun 2024 sebesar Rp 10,86 triliun. Laba usaha tercatat Rp 1,91 triliun dengan EBITDA mencapai Rp 2,76 triliun. Laba bersih perusahaan naik 5,12% secara tahunan (year-on-year) menjadi Rp 1,31 triliun.
Di sisi operasional, PT Timah mencatat produksi bijih timah 18.635 ton Sn, produksi logam timah 17.815 metrik ton, dan penjualan logam timah 16.634 metrik ton. Menurut Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro, capaian ini merupakan hasil dari upaya meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat fundamental bisnis, serta menjaga daya saing di tengah tantangan industri yang terus berkembang.
Restu menambahkan, sepanjang tahun buku perusahaan berhasil menjaga kinerja operasional dan keuangan secara optimal melalui peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, efisiensi di seluruh rantai bisnis, serta pengelolaan keuangan yang prudent.
Apa Artinya
Pembagian dividen dengan rasio 50% dari laba bersih mencerminkan kebijakan dividen yang seimbang. Di satu sisi, pemegang saham mendapat imbal hasil berupa dividend yield 2,7% yang cukup menarik di tengah kondisi pasar saat ini. Di sisi lain, retensi 50% laba menunjukkan komitmen manajemen untuk memperkuat fondasi bisnis dan menjaga fleksibilitas keuangan.
Bagi investor, dividend yield 2,7% perlu dievaluasi dalam konteks kinerja operasional perusahaan dan prospek harga komoditas timah ke depan. Pertumbuhan laba bersih 5,12% year-on-year mengindikasikan kinerja yang stabil meski tidak spektakuler, sejalan dengan dinamika pasar komoditas global.
Ke depan, perlu dicermati apakah perusahaan dapat mempertahankan atau meningkatkan rasio pembagian dividen ini, mengingat volatilitas harga komoditas dan kebutuhan investasi untuk menjaga keberlanjutan produksi. Kemampuan PT Timah mengelola efisiensi operasional dan menjaga daya saing akan menjadi kunci konsistensi pembagian dividen di masa mendatang.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa dividen yang dibagikan PT Timah (TINS)?
Bagaimana kinerja keuangan PT Timah tahun 2025?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.