DMAS Tetapkan Dividen Rp795 Miliar, Hampir 100% Laba Bersih
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) menetapkan dividen tunai Rp795 miliar atau Rp16,5 per saham untuk tahun buku 2025 dalam RUPST 15 Juni 2026. Angka ini turun 43% dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,4 triliun.
PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang Kota Deltamas, menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp795 miliar untuk tahun buku 2025. Keputusan ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Le Premier Hotel Kota Deltamas, Cikarang, Jawa Barat, pada Senin (15/6/2026).
Direktur dan Sekretaris Perusahaan DMAS, Tondy Suwanto, mengonfirmasi bahwa RUPST telah menyetujui pembagian dividen final senilai Rp795 miliar atau setara Rp16,5 per saham. Besaran ini mewakili hampir 100 persen dari laba bersih perseroan di tahun buku 2025.
Rincian Transaksi
Dividen yang ditetapkan mencapai Rp795 miliar dengan nilai per saham Rp16,5. Angka ini menunjukkan penurunan sekitar 43 persen dibandingkan dividen tahun buku 2024 yang mencapai Rp1,4 triliun atau Rp29 per saham.
Penurunan signifikan tersebut terjadi karena pada tahun 2024, perseroan membagikan dividen spesial sehingga rasio pembayaran dividen berada di atas 100 persen. Tahun ini, dengan rasio pembayaran hampir 100 persen, DMAS kembali ke pola dividen yang lebih normal sesuai dengan kinerja operasional perusahaan.
Keputusan RUPST ini merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk memberikan imbal hasil kepada pemegang saham, meski dengan nilai yang lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya yang bersifat luar biasa.
Konteks
Sebagai pengembang kawasan industri dan properti terintegrasi Kota Deltamas di Cikarang, DMAS telah berkembang menjadi salah satu emiten properti dengan fokus pada pengembangan lahan industri dan hunian. Keputusan pembagian dividen mencerminkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan arus kas dari operasional bisnisnya.
Pada tahun 2024, dividen jumbo yang dibagikan bersifat spesial dan tidak mencerminkan pola pembagian rutin. Kembalinya rasio pembayaran ke tingkat mendekati 100 persen pada tahun buku 2025 menunjukkan normalisasi kebijakan dividen perseroan.
Reaksi pasar terhadap pengumuman ini menunjukkan ekspektasi investor yang sempat lebih tinggi. Harga saham DMAS bergerak volatil pada perdagangan hari yang sama, sempat anjlok ke level Rp145 per saham sekitar pukul 10.00 WIB, sebelum kemudian pulih dan ditutup di level Rp156 per saham.
Apa Artinya
Implikasinya, pemegang saham DMAS akan menerima dividen dengan yield sekitar 10,6 persen berdasarkan harga penutupan Rp156 per saham. Meski turun dari tahun sebelumnya, rasio pembayaran hampir 100 persen menunjukkan komitmen perseroan dalam membagikan sebagian besar laba kepada pemegang saham.
Volatilitas harga saham yang terjadi pasca pengumuman menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin mengantisipasi dividen yang lebih tinggi, mengingat dividen jumbo tahun lalu. Namun perlu dipahami bahwa dividen 2024 bersifat spesial dan tidak dapat dijadikan patokan untuk tahun-tahun berikutnya.
Ke depan, perlu dicermati konsistensi kinerja operasional DMAS dalam menghasilkan laba dan arus kas yang dapat mendukung kebijakan dividen berkelanjutan. Investor juga perlu memperhatikan perkembangan bisnis properti dan kawasan industri yang menjadi fokus utama perseroan, terutama dalam konteks pemulihan ekonomi dan permintaan lahan industri di kawasan Cikarang.
Bagi pemegang saham yang tertarik dengan dividen yield, penetapan ini memberikan kepastian return dalam bentuk kas, meski informasi lengkap mengenai jadwal cum dividend, ex-dividend, dan tanggal pembayaran belum dirinci dalam pengumuman awal ini.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa dividen yang ditetapkan DMAS untuk tahun buku 2025?
Mengapa dividen DMAS turun dibandingkan tahun sebelumnya?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.