Inflasi tahunan 3,08% (YoY) dan 0,28% bulanan - masih dalam sasaran Bank Indonesia. Pendorongnya: cabai merah, minyak goreng, beras, dan harga emas perhiasan.
Penulis
Tim Riset Radar PasarDiterbitkan
Radar Pasar Weekly
Satu email per minggu: rekap indikator makro terbaru + laporan yang baru terbit. Gratis. Berhenti kapan saja.
FAQ
Selanjutnya
Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa akhir Juli 2026 sebesar USD 145,3 miliar, turun tipis USD 0,3 miliar dari Juni. Posisi ini setara pembiayaan 5,5 bulan impor, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan. Setelah turun lima bulan beruntun dari puncak Desember 2025, posisinya kini mendatar.
Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% year-on-year pada Triwulan II 2026, melambat dari 5,61% pada Triwulan I namun tetap di atas 5% untuk lima triwulan beruntun. Secara kuartalan tumbuh 3,73% dan kumulatif Semester I 5,45%. PDB harga berlaku mencapai Rp 6.552,1 triliun.
Istilah dalam laporan ini
Klik untuk definisi singkat di glosarium.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia Juli 2026 sebesar 2,88% secara tahunan (YoY), turun dari 3,34% pada Juni. Secara bulanan terjadi deflasi 0,14% dengan Indeks Harga Konsumen turun dari 111,89 ke 111,73, dipicu koreksi harga bawang merah, cabai merah, telur, serta perhiasan emas. Year-to-date 1,65%.
Inflasi tahunan (YoY)
3,08%
BPS, Mei 2026
Inflasi bulanan (MtM)
0,28%
IHK 111,40
Inflasi inti (YoY)
2,59%
tekanan struktural
Sasaran BI
2,5% ± 1%
masih di dalam
Lihat nilai dan riwayat terkini di halaman indikator Inflasi YoY.
Secara bulanan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,12% dan tingkat inflasi 0,39%. Komoditas yang dominan:
Di luar pangan, harga emas perhiasan turut mendorong inflasi lewat kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, sejalan dengan tingginya harga emas global.
Dari sisi komponen, harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi bulanan 0,52% (antara lain bahan bakar rumah tangga, bensin, tarif angkutan udara, dan rokok), sementara komponen harga bergejolak 0,22% (didominasi cabai merah, bawang merah, tomat, dan beras).
Inflasi inti, yang mengeluarkan komponen pangan bergejolak dan harga yang diatur pemerintah, tercatat 2,59% YoY (0,22% bulanan). Komponen ini lebih mencerminkan tekanan harga yang persisten, dan kenaikannya antara lain dipengaruhi minyak goreng, telepon seluler, laptop, serta biaya servis. Pelajari bedanya di glosarium Inflasi Inti dan Inflasi YoY.
Inflasi 3,08% berarti nilai uang tergerus sekitar segitu dalam setahun. Implikasinya:
Laporan ini merangkum rilis resmi Indeks Harga Konsumen Badan Pusat Statistik untuk Mei 2026 (dipublikasikan 2 Juni 2026) beserta konteksnya. Seluruh angka bersumber resmi dari BPS; tidak ada estimasi internal dalam laporan ini.
Lihat metodologi lengkap dan disclaimer.