Makroekonomi
Inflasi Inti
Core inflation
Inflasi setelah dikurangi komponen volatile (pangan segar & energi). Lebih mencerminkan tekanan inflasi struktural. Target BI 1,5-3,5%.
Inflasi inti (core inflation) adalah ukuran inflasi setelah mengeluarkan komponen yang harganya sangat fluktuatif, yaitu bahan pangan bergejolak dan harga energi yang diatur atau mudah bergejolak. Dengan menyaring elemen yang volatil, inflasi inti berusaha menangkap tekanan harga yang lebih mendasar dan berkelanjutan.
Kenapa dipisahkan: harga pangan dan energi bisa melonjak atau turun tajam karena faktor musiman, cuaca, atau gejolak global yang sifatnya sementara. Dengan mengeluarkannya, inflasi inti memberi gambaran lebih bersih tentang tekanan harga yang berasal dari permintaan domestik dan ekspektasi.
Cara membacanya: inflasi inti menjadi acuan penting bagi bank sentral karena lebih mencerminkan tren struktural yang dapat dipengaruhi kebijakan moneter. Bank Indonesia memantaunya berdampingan dengan inflasi umum untuk menilai apakah tekanan harga bersifat sementara atau lebih persisten.
Pertanyaan umum
- Apa itu inflasi inti?
- Inflasi inti adalah inflasi yang dihitung setelah mengeluarkan komponen volatil seperti pangan bergejolak dan energi, sehingga mencerminkan tekanan harga yang lebih mendasar.
- Apa beda inflasi inti dan inflasi umum?
- Inflasi umum mencakup seluruh komponen termasuk pangan dan energi yang fluktuatif, sedangkan inflasi inti mengeluarkan komponen volatil tersebut.
- Kenapa inflasi inti penting bagi bank sentral?
- Karena lebih mencerminkan tren harga struktural yang dapat dipengaruhi kebijakan moneter, sehingga membantu menilai apakah tekanan harga bersifat persisten.