Investasi
Rebalancing
Penyeimbangan ulang portofolio
Proses mengembalikan komposisi portofolio ke alokasi target setelah porsinya bergeser karena pergerakan harga aset.
Seiring waktu, aset yang naik pesat porsinya membengkak melebihi rencana, sementara aset yang tertinggal menyusut. Rebalancing dilakukan dengan menjual sebagian aset yang porsinya kebesaran dan menambah aset yang kekurangan, atau cukup mengarahkan setoran dana baru ke aset yang porsinya di bawah target tanpa menjual apa pun.
Tujuannya menjaga tingkat risiko portofolio tetap sesuai profil investor. Tanpa rebalancing, portofolio bisa diam-diam menjadi jauh lebih berisiko dari rencana awal, misalnya karena porsi saham terus membesar setelah pasar naik panjang.
Pemicunya umumnya dua macam: berbasis waktu, yaitu pada jadwal berkala, atau berbasis ambang, yaitu ketika penyimpangan dari alokasi target melewati batas yang ditetapkan sendiri. Setiap transaksi punya biaya dan bisa berimplikasi pajak, jadi frekuensinya perlu menimbang kedua hal itu; lihat ketentuan pajak terkini untuk instrumen yang bersangkutan.
Pertanyaan umum
- Apa itu rebalancing?
- Rebalancing adalah mengembalikan komposisi portofolio ke alokasi target setelah bergeser akibat pergerakan harga, dengan menjual yang kebesaran porsi atau menambah yang kekurangan.
- Kenapa portofolio perlu di-rebalancing?
- Karena tanpa penyeimbangan ulang, porsi aset yang naik terus membesar dan tingkat risiko portofolio bisa menjauh dari profil risiko yang direncanakan.
- Kapan rebalancing dilakukan?
- Umumnya pada jadwal berkala atau saat penyimpangan dari alokasi target melewati ambang tertentu; frekuensinya perlu menimbang biaya transaksi dan implikasi pajak.