Turun tipis USD 0,3 miliar dari Juni, setara 5,5 bulan impor. Setelah anjlok 11,6 miliar dolar dari puncaknya di Desember 2025, posisinya kini stabil di kisaran 145 miliar selama tiga bulan.
Penulis
Tim Riset Radar PasarDiterbitkan
Posisi akhir Juli 2026
US$ 145,3 M
turun 0,3 dari Juni
Setara impor
5,5 bulan
standar internasional ~3 bulan
Puncak 12 bulan
US$ 156,5 M
Desember 2025
Titik terendah
US$ 144,9 M
Mei 2026
Lihat nilai dan riwayat terkini di halaman indikator Cadangan Devisa.
Penurunan USD 0,3 miliar hanya sekitar 0,2% dari total posisi. Yang lebih berarti adalah bentuk kurvanya selama setahun terakhir:
| Bulan | Posisi (USD miliar) |
|---|---|
| Agustus 2025 | 150,7 |
| September 2025 | 148,7 |
| Oktober 2025 | 149,9 |
| November 2025 | 150,1 |
| Desember 2025 | 156,5 |
| Januari 2026 | 154,6 |
| Februari 2026 | 151,9 |
| Maret 2026 | 148,2 |
| April 2026 | 146,2 |
| Mei 2026 | 144,9 |
| Juni 2026 | 145,6 |
| Juli 2026 | 145,3 |
Polanya jelas: lonjakan pada Desember 2025 ke 156,5 miliar dolar, lalu penurunan lima bulan beruntun sampai 144,9 miliar pada Mei 2026 - total berkurang 11,6 miliar dolar. Sejak itu posisinya mendatar di kisaran 145 miliar selama Juni dan Juli.
Menurut Bank Indonesia, posisi Juli dipengaruhi dua arah yang saling mengimbangi:
Butir terakhir itu yang menghubungkan cadangan devisa dengan kurs: ketika Bank Indonesia masuk pasar untuk meredam gejolak Rupiah, sebagian cadangan terpakai. Pantau pergerakan kursnya di indikator USD/IDR.
Angka ini tidak berdiri sendiri. Dua rilis lain dalam sebulan terakhir menunjuk ke arah yang sama:
Interpretasi Radar Pasar: cadangan devisa yang mendatar di kisaran 145 miliar dolar setelah tren turun panjang adalah perkembangan yang menenangkan, tetapi konteksnya tetap sisi eksternal yang sedang tertekan. Yang perlu dicermati adalah apakah kestabilan dua bulan terakhir bertahan bila defisit dagang berlanjut. Ini pembacaan kami atas data yang tersedia, bukan proyeksi.
Radar Pasar sebelumnya menampilkan seri tanpa emas tersebut. Sejak 7 Agustus 2026 kami beralih ke angka headline Bank Indonesia, karena itulah angka yang menjadi rujukan pasar Indonesia dan pemberitaan nasional.
Laporan ini merangkum siaran pers Bank Indonesia mengenai posisi cadangan devisa akhir Juli 2026, dipublikasikan 7 Agustus 2026, dan dikonfirmasi silang ke pemberitaan ANTARA, CNBC Indonesia, Kompas, dan Bisnis Indonesia. Riwayat 12 bulan pada tabel di atas seluruhnya diambil dari siaran pers bulanan Bank Indonesia; tiap siaran pers menyebut ulang angka bulan sebelumnya dan seluruh rantai tersebut konsisten tanpa revisi. Tidak ada estimasi internal dalam laporan ini.
Lihat metodologi lengkap dan disclaimer.
Radar Pasar Weekly
Satu email per minggu: rekap indikator makro terbaru + laporan yang baru terbit. Gratis. Berhenti kapan saja.
FAQ
Selanjutnya
Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% year-on-year pada Triwulan II 2026, melambat dari 5,61% pada Triwulan I namun tetap di atas 5% untuk lima triwulan beruntun. Secara kuartalan tumbuh 3,73% dan kumulatif Semester I 5,45%. PDB harga berlaku mencapai Rp 6.552,1 triliun.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia Juli 2026 sebesar 2,88% secara tahunan (YoY), turun dari 3,34% pada Juni. Secara bulanan terjadi deflasi 0,14% dengan Indeks Harga Konsumen turun dari 111,89 ke 111,73, dipicu koreksi harga bawang merah, cabai merah, telur, serta perhiasan emas. Year-to-date 1,65%.
Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia Juni 2026 defisit USD 0,45 miliar, defisit kedua beruntun setelah Mei memutus rangkaian 72 bulan surplus. Ekspor USD 25,46 miliar naik 8,84% YoY, impor USD 25,91 miliar melonjak 34,27% YoY. Kumulatif Januari-Juni masih surplus USD 3,58 miliar.
Istilah dalam laporan ini
Klik untuk definisi singkat di glosarium.