Defisit menyempit dari USD 1,61 miliar (Mei), tapi tetap defisit kedua beruntun. Ekspor naik 8,84% YoY sementara impor melonjak 34,27% - defisit migas USD 3,49 miliar menenggelamkan surplus nonmigas USD 3,04 miliar.
Penulis
Tim Riset Radar PasarDiterbitkan
Neraca perdagangan
-US$ 0,45 M
defisit kedua beruntun
Ekspor
US$ 25,46 M
naik 8,84% YoY
Impor
US$ 25,91 M
melonjak 34,27% YoY
Kumulatif Jan-Jun
+US$ 3,58 M
masih surplus
Lihat nilai dan riwayat terkini di halaman indikator Neraca Perdagangan.
Defisit ini bukan karena ekspor melemah. Ekspor Juni justru naik 8,84% dibanding setahun lalu. Masalahnya ada di sisi impor yang naik jauh lebih cepat, 34,27% YoY - hampir empat kali laju pertumbuhan ekspor.
Membelah angkanya jadi dua membuat pemicunya terlihat jelas:
Artinya perdagangan nonmigas Indonesia masih membukukan surplus yang sehat. Defisit total muncul karena beban impor energi lebih besar daripada surplus itu.
Rangkaiannya dalam empat bulan terakhir memperlihatkan pembalikan yang cepat:
Secara kumulatif Januari-Juni 2026, ekspor mencapai USD 140,81 miliar (naik 4,13% YoY) dan impor USD 137,24 miliar (naik 18,69% YoY), sehingga posisi setengah tahun masih surplus USD 3,58 miliar.
Neraca perdagangan adalah salah satu sumber pasokan devisa. Surplus menambah pasokan dolar dari hasil ekspor; defisit berarti kebutuhan dolar untuk membayar impor melampaui yang masuk.
Interpretasi Radar Pasar: dua bulan defisit beruntun menambah satu titik tekanan pada sisi eksternal, pada saat Bank Indonesia sudah menaikkan BI Rate total 100 bps sepanjang 2026 dengan alasan menjaga stabilitas nilai tukar. Yang perlu dicermati ke depan adalah apakah lonjakan impor migas bersifat sementara atau berlanjut, karena di situlah letak pembalikannya. Ini pembacaan kami atas data yang tersedia, bukan proyeksi kurs.
Pantau pergerakan hariannya di kurs USD/IDR atau hitung konversinya di kalkulator dolar ke rupiah.
Rilis ini keluar di hari yang sama dengan data inflasi Juli 2026, yang justru melandai ke 2,88% dengan deflasi bulanan 0,14% - lihat Inflasi Juli 2026. Dua sinyal ini bergerak ke arah berbeda: tekanan harga domestik mereda, sementara posisi perdagangan eksternal melemah.
Laporan ini merangkum rilis resmi Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik mengenai ekspor dan impor Indonesia Juni 2026, dipublikasikan 3 Agustus 2026 dan dipaparkan Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. Seluruh angka bersumber resmi dari BPS; tidak ada estimasi internal dalam laporan ini. Perubahan persentase ekspor migas secara tahunan sengaja tidak dicantumkan karena kutipan antarmedia belum konsisten dan kami belum memverifikasinya ke dokumen BRS asli.
Lihat metodologi lengkap dan disclaimer.
Radar Pasar Weekly
Satu email per minggu: rekap indikator makro terbaru + laporan yang baru terbit. Gratis. Berhenti kapan saja.
FAQ
Selanjutnya
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia Juli 2026 sebesar 2,88% secara tahunan (YoY), turun dari 3,34% pada Juni. Secara bulanan terjadi deflasi 0,14% dengan Indeks Harga Konsumen turun dari 111,89 ke 111,73, dipicu koreksi harga bawang merah, cabai merah, telur, serta perhiasan emas. Year-to-date 1,65%.
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% pada RDG 17-18 Juni 2026, kenaikan kedua dalam Juni setelah 5,50% pada 9 Juni. Langkah pre-emptive untuk menjaga stabilitas rupiah dari gejolak global dan inflasi dalam sasaran, dengan kebijakan makroprudensial tetap longgar untuk menopang kredit sektor riil dan UMKM.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia Juni 2026 sebesar 3,34% secara tahunan (YoY), naik dari 3,08% pada Mei, dengan inflasi bulanan 0,44% dan year-to-date 1,79%. Angka ini mendekati batas atas sasaran Bank Indonesia 2,5% plus minus 1%, didorong kelompok pangan serta transportasi.
Istilah dalam laporan ini
Klik untuk definisi singkat di glosarium.