Danantara Kebut Merger PTPP dan WIKA di Tengah Kerugian Besar
COO Danantara Dony Oskaria menegaskan merger PTPP-WIKA harus segera tuntas tanpa penundaan, diikuti restrukturisasi. Langkah ini diambil setelah WIKA rugi Rp9,7 triliun dan PTPP rugi Rp6,07 triliun pada 2025.
Danantara tegas dorong merger tanpa penundaan
Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) mempercepat langkah restrukturisasi dua BUMN konstruksi, PT PP (Persero) Tbk (PTPP) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), melalui skema merger yang ditargetkan tuntas dalam waktu dekat. Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, pada 19 Agustus 2026 menggelar pertemuan dengan jajaran direksi PTPP untuk membahas langkah transformasi yang menurutnya tidak boleh berlarut-larut.
Dalam pertemuan tersebut, Dony menegaskan urutan pelaksanaan: merger terlebih dahulu, baru dilanjutkan restrukturisasi. "Merger dulu, baru restrukturisasi. Kami merger-in aja. Kami harus tahu berapa yang harus di-absorb, berapa yang perlu dikoreksi di buku. Tapi harus tuntas, saya gak mau nanti ditunda-tunda," ujar Dony seperti dikutip dari akun Instagram resmi BP BUMN. Ia menekankan pentingnya menyelesaikan proses ini tanpa penundaan untuk memperkuat skala usaha, meningkatkan efisiensi, dan membangun struktur perusahaan yang lebih efektif.
Rincian kondisi keuangan kedua emiten
Langkah merger ini diambil di tengah kondisi keuangan yang sangat menantang bagi kedua emiten. Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2025, WIKA mencatat rugi bersih sebesar Rp9,70 triliun, membengkak 329,20% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,26 triliun. Pendapatan WIKA anjlok menjadi Rp13,32 triliun dari Rp19,24 triliun secara tahunan. Beban lain-lain melonjak menjadi Rp6,37 triliun dari Rp3,73 triliun, sementara bagian rugi ventura bersama meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp1,44 triliun dari Rp606,66 miliar.
PTPP mengalami nasib serupa dengan rugi bersih Rp6,07 triliun, melonjak 300% dari Rp1,52 triliun pada tahun sebelumnya. Pendapatan turun menjadi Rp16,27 triliun dari Rp19,81 triliun. Tekanan terbesar datang dari lonjakan kerugian penurunan nilai yang melonjak hampir 20 kali lipat (sekitar 1.963%) menjadi Rp7,35 triliun dari Rp356,26 miliar. Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo menyebut peningkatan kerugian dipengaruhi langkah kehati-hatian melalui pengakuan penurunan nilai aset di entitas anak, pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai atas piutang, serta penyesuaian nilai persediaan.
Konteks restrukturisasi BUMN konstruksi
Proses merger akan dimulai dengan pembenahan kondisi keuangan PTPP secara menyeluruh, termasuk penyesuaian dan koreksi laporan keuangan untuk memastikan kondisi perusahaan dapat dipetakan secara transparan. Dony Oskaria menekankan pentingnya menggunakan angka dan kondisi yang benar-benar mencerminkan posisi riil perusahaan. "Kami yang realistis aja, gak mau yang akal-akalan," tegasnya.
Untuk WIKA, restrukturisasi juga akan melibatkan optimalisasi aset yang dapat didivestasi. Aset-aset tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kewajiban utang dan memperbaiki struktur keuangan perusahan. Dony menyatakan perlu memastikan kebutuhan riil yang harus diperbaiki, termasuk kewajiban yang harus diselesaikan dan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Apa artinya bagi pemegang saham dan pasar
Implikasinya, langkah merger ini menandai intervensi serius dari Danantara sebagai holding BUMN untuk menyelamatkan dua emiten konstruksi yang tengah mengalami tekanan keuangan berat. Bagi pemegang saham PTPP dan WIKA, proses merger dapat membawa ketidakpastian jangka pendek terkait struktur kepemilikan dan valuasi saham pasca-penggabungan. Namun, jika berhasil dilaksanakan dengan baik, konsolidasi ini berpotensi menciptakan entitas yang lebih kuat secara finansial dan operasional.
Yang perlu dicermati ke depan adalah detail skema merger-termasuk rasio penggabungan, mekanisme penyesuaian laporan keuangan, dan rencana divestasi aset WIKA. Transparansi dalam proses ini akan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan investor. Secara lebih luas, ini mencerminkan upaya pemerintah melalui Danantara untuk merestrukturisasi sektor konstruksi BUMN yang menghadapi tantangan struktural, dari penurunan pendapatan hingga beban impairment yang besar. Keberhasilan merger dan restrukturisasi ini akan menjadi indikator penting bagi kesehatan jangka panjang sektor konstruksi pelat merah.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Mengapa Danantara mendorong merger PTPP dan WIKA?
Apa langkah-langkah yang akan diambil dalam proses merger ini?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.