Satu rilis inflasi memuat beberapa angka yang sering tertukar dan bisa terlihat bertentangan. Panduan ini memisahkan artinya satu per satu, dengan rilis Juli 2026 sebagai contoh nyata.
Penulis
Tim Riset Radar PasarDiterbitkan
Radar Pasar Weekly
Satu email per minggu: rekap indikator makro terbaru + laporan yang baru terbit. Gratis. Berhenti kapan saja.
FAQ
Selanjutnya
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia Juli 2026 sebesar 2,88% secara tahunan (YoY), turun dari 3,34% pada Juni. Secara bulanan terjadi deflasi 0,14% dengan Indeks Harga Konsumen turun dari 111,89 ke 111,73, dipicu koreksi harga bawang merah, cabai merah, telur, serta perhiasan emas. Year-to-date 1,65%.
Badan Pusat Statistik mencatat neraca perdagangan Indonesia Juni 2026 defisit USD 0,45 miliar, defisit kedua beruntun setelah Mei memutus rangkaian 72 bulan surplus. Ekspor USD 25,46 miliar naik 8,84% YoY, impor USD 25,91 miliar melonjak 34,27% YoY. Kumulatif Januari-Juni masih surplus USD 3,58 miliar.
Istilah dalam laporan ini
Klik untuk definisi singkat di glosarium.
Bank Indonesia menaikkan BI-Rate 25 bps menjadi 5,75% pada RDG 17-18 Juni 2026, kenaikan kedua dalam Juni setelah 5,50% pada 9 Juni. Langkah pre-emptive untuk menjaga stabilitas rupiah dari gejolak global dan inflasi dalam sasaran, dengan kebijakan makroprudensial tetap longgar untuk menopang kredit sektor riil dan UMKM.
Rilis Indeks Harga Konsumen Juli 2026 memuat dua angka yang, dibaca sekilas, terasa berlawanan:
Inflasi tahunan (YoY)
2,88%
harga NAIK vs Juli 2025
Bulanan (MtM)
-0,14%
harga TURUN vs Juni 2026
Year-to-date (YtD)
1,65%
vs Desember 2025
Indeks Harga Konsumen
111,73
tahun dasar 2022 = 100
Keduanya benar. Yang berbeda adalah pembandingnya, bukan datanya.
Definisi resmi BPS untuk ketiganya:
Deflasi satu bulan tidak berarti harga lebih murah daripada setahun lalu. Ia hanya berarti bulan ini sedikit lebih murah daripada bulan lalu.
Sasaran inflasi Indonesia ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2024, yang menetapkan sasaran untuk 2025, 2026, dan 2027 masing-masing 2,5% dengan deviasi 1,0% - rentang 1,5% sampai 3,5%. Yang diukur adalah inflasi IHK year-on-year, bukan bulanan.
Karena itu angka 2,88% pada Juli 2026 berada di dalam sasaran, sementara angka minus 0,14% tidak relevan untuk penilaian ini.
Pantau posisinya di halaman indikator Inflasi YoY.
Bank Indonesia membagi IHK menjadi inti dan non-inti, lalu non-inti dipecah lagi menjadi dua:
Pembagian ini penting karena arah kebijakan moneter lebih menyasar inflasi inti. Lonjakan harga cabai atau kenaikan tarif tidak sama artinya dengan tekanan harga yang meluas.
Pada Juli 2026, andil ketiganya terhadap inflasi tahunan: inti 1,76%, harga diatur pemerintah 0,70%, dan bergejolak 0,42%.
Setiap rilis menyebut andil atau sumbangan tiap kelompok. Definisi BPS: besarnya sumbangan suatu komoditas, subkelompok, kelompok, atau komponen terhadap inflasi. Perhitungannya mengalikan perubahan relatif harga dengan bobot komoditas pada bulan sebelumnya.
Konsekuensinya: kelompok dengan kenaikan harga besar tetapi bobot kecil bisa punya andil kecil, dan sebaliknya. Contoh dari Juli 2026:
Dua hal teknis yang menentukan apakah dua angka layak dibandingkan:
BPS umumnya merilis data IHK pada hari kerja pertama setiap bulan, memuat data bulan sebelumnya. Polanya bisa bergeser ketika hari kerja pertama jatuh pada libur atau akhir pekan - data Juli 2026, misalnya, terbit Senin 3 Agustus 2026 karena 1 Agustus jatuh Sabtu. Rilis awal tahun juga bisa mundur beberapa hari.
Jadwal pastinya diumumkan BPS melalui Advance Release Calendar. Jadwal rilis indikator makro lainnya bisa dilihat di kalender rilis data.
Panduan ini merujuk metadata resmi Badan Pusat Statistik untuk indikator inflasi, penjelasan komponen inflasi Bank Indonesia, dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 31 Tahun 2024 tentang sasaran inflasi 2025-2027. Angka contoh diambil dari rilis Indeks Harga Konsumen BPS Juli 2026 yang dipublikasikan 3 Agustus 2026. Tidak ada estimasi internal dalam panduan ini.
Lihat metodologi lengkap dan disclaimer.