Telkom (TLKM) Konfirmasi Proses Jual Mayoritas NeutraDC, Target Selesai Akhir 2026
Direktur TLKM mengonfirmasi proses divestasi saham mayoritas NeutraDC sudah masuk tahap evaluasi binding offers. Target valuasi yang beredar di pasar US$ 1-1,5 miliar, namun belum diungkap resmi oleh perseroan.
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) secara resmi mengonfirmasi bahwa proses penjualan saham mayoritas anak usahanya di bisnis pusat data, NeutraDC, sudah memasuki tahap evaluasi binding offers dengan target penyelesaian pada akhir 2026. Pengumuman ini disampaikan Direktur Wholesale & International Service Telkom, Budi Satria Dharma Purba, dalam paparan publik TLKM 2026 pada Senin (7 September 2026).
Budi enggan mengungkapkan secara spesifik nilai transaksi maupun porsi kepemilikan yang akan dilepas. Ia menegaskan bahwa angka-angka yang beredar di pasar-termasuk target valuasi US$ 1 miliar hingga US$ 1,5 miliar (setara Rp 14,84 triliun hingga Rp 25,3 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.844 per dolar AS)-merupakan kajian atau estimasi pihak eksternal dan bukan angka resmi dari Telkom. Informasi tersebut sebelumnya dilaporkan oleh Bloomberg berdasarkan sumber anonim yang menyebut Telkom tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk potensi penjualan saham mayoritas NeutraDC.
Rincian transaksi
Berdasarkan pengumuman resmi Telkom, proses divestasi saat ini berada pada tahap evaluasi binding offers-artinya perusahaan sedang mengevaluasi penawaran mengikat dari calon pembeli yang telah menyampaikan proposal resmi. Target waktu penyelesaian transaksi adalah akhir 2026. Namun, manajemen belum mengungkapkan identitas calon pembeli, porsi kepemilikan pasti yang akan dijual, maupun nilai transaksi final.
Yang sudah dikonfirmasi adalah bahwa penjualan menyangkut saham mayoritas di NeutraDC, anak usaha Telkom yang bergerak di bisnis pusat data. Ini bukan upaya pertama Telkom untuk memonetisasi aset data center-perseroan telah mulai mencari calon investor sejak 2022 dengan target valuasi mencapai US$ 1 miliar.
Konteks
NeutraDC merupakan unit bisnis pusat data milik Telkom yang menjadi bagian dari strategi perseroan dalam mengembangkan ekosistem infrastruktur digital Indonesia. Bisnis pusat data global dan regional mengalami pertumbuhan pesat didorong oleh kebutuhan komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital perusahaan. Di Indonesia, permintaan layanan data center terus meningkat seiring digitalisasi ekonomi dan ekspansi layanan teknologi.
Telkom, sebagai pemain telekomunikasi BUMN, memiliki posisi strategis dengan infrastruktur jaringan yang luas. Namun ekspansi bisnis pusat data memerlukan investasi modal besar dan keahlian khusus yang tidak selalu menjadi kompetensi inti operator telekomunikasi tradisional. Dalam konteks ini, menggandeng mitra strategis menjadi pilihan yang lazim dilakukan pelaku industri untuk mempercepat pertumbuhan tanpa membebani neraca perusahaan induk.
Apa artinya
Dari sudut pandang Radar Pasar, langkah Telkom ini perlu dibaca sebagai strategi akselerasi pertumbuhan melalui partnership, bukan sekadar pelepasan aset. Budi Satria menegaskan bahwa Telkom melihat NeutraDC memiliki prospek pertumbuhan kuat dan berpotensi menjadi mesin pertumbuhan baru perseroan. Kehadiran mitra strategis-yang akan menjadi pemegang saham mayoritas baru-diharapkan dapat membawa tiga manfaat utama: kapabilitas teknis dan operasional yang memperkuat daya saing, akses ke pasar yang lebih luas (terutama regional dan global), serta sumber pendanaan (funding) untuk ekspansi.
Implikasinya bagi pemegang saham TLKM bergantung pada struktur transaksi final. Jika valuasi tercapai di kisaran US$ 1-1,5 miliar, Telkom berpotensi membukukan keuntungan divestasi yang material-mengingat investasi awal dan nilai buku NeutraDC kemungkinan jauh lebih rendah. Dana segar dari transaksi ini dapat digunakan untuk memperkuat bisnis inti telekomunikasi, mengurangi utang, atau mendanai inisiatif digital lainnya. Namun, dengan melepas kontrol mayoritas, Telkom juga kehilangan kendali penuh atas arah strategis NeutraDC ke depan.
Yang perlu dicermati investor adalah transparansi proses selanjutnya: siapa calon mitra strategis, bagaimana valuasi final ditentukan, dan bagaimana struktur partnership akan melindungi kepentingan pemegang saham minoritas TLKM. Kejelasan mengenai alokasi dana hasil divestasi juga akan menjadi kunci penilaian pasar terhadap langkah ini-apakah benar-benar value accretive atau sekadar realisasi aset jangka pendek. Hingga transaksi final diumumkan, investor disarankan mengikuti perkembangan secara cermat tanpa terburu-buru mengambil kesimpulan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa yang dimaksud dengan binding offers yang sedang dievaluasi Telkom?
Mengapa Telkom menjual saham mayoritas NeutraDC padahal bisnis pusat data sedang tumbuh pesat?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.