RUPST Inalum Tunjuk Direktur SDM Baru, Kinerja Terbaik 50 Tahun
RUPST Inalum tahun buku 2025 yang digelar 22 Juni 2026 mengganti Direktur SDM & Transformasi Bisnis menjadi Kemal Sudiro, serta mengesahkan kinerja keuangan terkuat sepanjang 50 tahun: pendapatan +10%, laba bersih +15%, produksi 280.082 mt (all-time-high).
Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) tahun buku 2025 yang diselenggarakan Senin, 22 Juni 2026, menetapkan perubahan susunan direksi dengan mengganti Direktur Sumber Daya Manusia dan Transformasi Bisnis. Posisi itu kini dijabat Kemal Sudiro, menggantikan Benny Wiwoho. Selain itu, RUPST mengesahkan laporan keuangan konsolidasian yang mencatatkan kinerja terkuat sepanjang 50 tahun berdirinya perusahaan.
RUPST tetap menyetujui Melati Sarnita sebagai Direktur Utama dan Musa Bangun sebagai Komisaris Utama. Hampir semua posisi lainnya tidak berubah dari periode sebelumnya. Kepengurusan baru ini diharapkan melanjutkan momentum pertumbuhan dan memperkuat hilirisasi aluminium nasional, demikian keterangan Corporate Secretary Inalum, Mahyaruddin A.R.
Rincian Keputusan RUPST
RUPST menyetujui lima mata acara utama. Pertama, pengesahan susunan Direksi dan Komisaris periode baru. Kedua, pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Konsolidasian tahun buku 2025 dengan opini wajar dalam semua hal yang material dari Kantor Akuntan Publik Purwanto, Susanti dan Surja (anggota Ernst & Young Global Limited). Ketiga, pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et de charge) kepada seluruh anggota Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan selama tahun buku 2025. Keempat dan kelima, persetujuan penggunaan dan laba bersih perseroan.
Susunan Direksi terbaru: Melati Sarnita (Direktur Utama), Ken Permana (Direktur Keuangan), Ivan Ermisyam (Direktur Operasi), Arif Haendra (Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha, dan Komersial), serta Kemal Sudiro (Direktur SDM & Transformasi Bisnis). Dewan Komisaris: Musa Bangun (Komisaris Utama sekaligus Komisaris Independen), Indra Simarta, Ali Said, Hari Soebagijo (Komisaris Independen), dan Kardwiyana Ukar.
Konteks Kinerja Sepanjang 2025
Sepanjang tahun buku 2025, Inalum membukukan kinerja keuangan terkuat dalam 50 tahun sejarahnya. Pendapatan perseroan tercatat tumbuh 10% dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual komoditas yang lebih baik. Laba bersih konsolidasian naik 15% secara year-on-year, sementara EBITDA tumbuh 17%.
Pada sisi operasional, Inalum mencatatkan produksi sebesar 280.082 metrik ton, meningkat sekitar 2% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan tercatat 280.141 metrik ton, naik sekitar 1% year-on-year. Kedua pencapaian ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah perusahaan (all-time-high).
Capaian produksi ditopang oleh penyelesaian Proyek Pot Upgrading, yang meningkatkan kapasitas produksi terpasang menjadi sekitar 274.000 ton per tahun melalui peningkatan teknologi tungku reduksi ke arus 235 kA pada 170 tungku di Potline 2. Perseroan juga memperoleh Tingkat Kesehatan kategori "AA" (klasifikasi Sehat), didukung Final Rating idAA-/Stable dan Standalone Rating idA+(sa) dari PEFINDO. Pencapaian Key Performance Indicators (KPI) Kolegial tahun 2025 tercatat 85,54% (audited).
Pada aspek tata kelola, tingkat pengadopsian prinsip ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) Inalum diproyeksikan meningkat menjadi 87,54% pada tahun buku 2025, dari 81,01% tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, Inalum merealisasikan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang mencakup pemberian beasiswa kepada 145 penerima, pelatihan bagi 110 guru, penanaman 15.000 pohon mangrove, pembangunan PLTS di tiga lokasi, serta penyaluran pendanaan usaha mikro dan kecil.
Apa Artinya
Pergantian Direktur SDM & Transformasi Bisnis menunjukkan upaya Inalum memperkuat kapabilitas manajerial di tengah momentum pertumbuhan yang solid. Secara umum, posisi SDM dan transformasi bisnis menjadi krusial bagi BUMN yang tengah menjalankan program efisiensi operasional dan peningkatan daya saing.
Kinerja keuangan dan operasional terbaik sepanjang 50 tahun menjadi indikator keberhasilan strategi hilirisasi aluminium nasional yang dijalankan Inalum sebagai bagian dari holding MIND ID. Implikasinya, perusahaan kini berada dalam posisi yang lebih kuat untuk ekspansi kapasitas-seperti rencana pembangunan pabrik baru yang akan meningkatkan produksi hingga 900.000 ton, sebagaimana disebutkan dalam artikel terkait di sumber yang sama.
Perlu dicermati ke depan, bagaimana Inalum mengelola risiko fluktuasi harga komoditas global aluminium serta kelanjutan proyek peningkatan kapasitas, yang akan menjadi penentu kemampuan perusahaan mempertahankan trajektori pertumbuhan ini. Pencapaian rating kesehatan AA dan peringkat risiko yang terkendali memberikan ruang manuver finansial yang lebih leluasa.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Siapa Direktur SDM & Transformasi Bisnis Inalum yang baru?
Bagaimana kinerja keuangan Inalum tahun buku 2025?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.