Bos Pegadaian Konfirmasi Siap IPO Jika Danantara Instruksikan
Dirut PT Pegadaian menyatakan kesiapan perusahaan menjalankan arahan IPO dari BPI Danantara, meski belum merinci waktu pelaksanaan. Per April 2026, aset Pegadaian mencapai Rp183,8 triliun dengan laba Rp4,38 triliun.
PT Pegadaian secara resmi mengonfirmasi kesiapannya untuk melaksanakan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) jika mendapat arahan dari pemegang saham pengendali, BPI Danantara. Pernyataan tersebut disampaikan Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan sebagai respons terhadap dorongan dari Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria yang menyebut sejumlah BUMN-termasuk Pegadaian-akan didorong menjadi perusahaan publik dalam waktu dekat.
"Alhamdulillah kinerja Pegadaian tumbuh terus dan bagus. Kami selalu siap menjalankan arahan dari Danantara," kata Damar kepada CNBC Indonesia, Kamis (6/8/2026). Namun demikian, ia enggan membeberkan perkiraan waktu pelaksanaan IPO tersebut, hanya menyatakan bahwa pihaknya akan mengikuti proses yang ada.
Rincian kinerja keuangan
Hingga April 2026, Pegadaian mencatat aset sebesar Rp183,8 triliun, tumbuh 56% secara tahunan (yoy). Outstanding loan perusahaan naik 58,8% menjadi Rp153,6 triliun, sementara laba bersih melonjak 87,2% menjadi Rp4,38 triliun. Perusahaan menguasai sekitar 80% pangsa pasar pergadaian dengan basis nasabah mencapai sekitar 19 juta.
Pegadaian juga kini tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) sebagai induk dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Sinergi ini berpotensi memperluas basis nasabah, memperkuat distribusi, dan meningkatkan efisiensi pendanaan.
Konteks wacana IPO
Wacana IPO BUMN kembali menguat sejalan dengan strategi BPI Danantara untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan transparansi perusahaan-perusahaan di bawah kelolanya. Pegadaian menjadi salah satu kandidat yang dipandang menarik mengingat model bisnisnya yang defensif-sebagian besar pembiayaan dijamin agunan likuid, terutama emas-serta merek dan jaringan yang kuat di masyarakat.
Selain bisnis gadai konvensional, Pegadaian juga tengah mengembangkan bisnis bullion (emas batangan) yang berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru. Perusahaan sudah memiliki basis nasabah, jaringan penyimpanan emas, pengalaman penaksiran, serta aliran emas dari bisnis gadai yang dapat dimanfaatkan untuk produk tabungan emas, deposito emas, perdagangan emas, penitipan, dan pembiayaan berbasis emas.
Apa artinya bagi pasar
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai wacana IPO Pegadaian cukup menarik secara fundamental, namun timing pelaksanaan menjadi kunci kesuksesannya. Implikasinya, IPO ideal dilakukan ketika kondisi pasar lebih kondusif, likuiditas meningkat, dan risk appetite investor kembali membaik agar perusahaan dapat memperoleh valuasi optimal.
Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori Ekky Topan menambahkan bahwa keberhasilan IPO Pegadaian sangat bergantung pada valuasi dan struktur penawaran. Investor perlu mencermati apakah dana IPO digunakan untuk memperkuat modal dan ekspansi, atau hanya berupa pelepasan saham pemegang saham lama. Aspek seperti porsi free float, kebijakan dividen, hubungan dengan BRI sebagai induk, serta perlindungan terhadap pemegang saham minoritas juga akan menjadi perhatian.
Kedua analis berpandangan bahwa tahun 2026 bukanlah waktu ideal untuk pelaksanaan IPO mengingat kondisi pasar yang masih menantang dan investor asing yang cenderung mengurangi eksposur terhadap saham Indonesia. Waktu yang lebih tepat dipandang berada pada 2027, setelah laporan keuangan penuh 2026 tersedia dan pasar dapat menilai keberlanjutan pertumbuhan serta kontribusi bisnis bullion.
Secara keseluruhan, konfirmasi kesiapan IPO dari manajemen Pegadaian menunjukkan bahwa wacana ini bukan sekadar rumor, namun memerlukan kajian matang terkait timing dan struktur agar memberikan manfaat optimal bagi perusahaan dan investor.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Kapan Pegadaian akan IPO?
Apa yang membuat Pegadaian menarik untuk IPO?
Aksi korporasi lain
Danantara Bersiap Pangkas Subholding Pertamina dan PLN
Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham Kereta Cepat dari Danantara
Kemenkeu Ambil Alih Whoosh Lewat SMV, Pastikan Tak Bebani APBN
Kemenkeu Ambil Alih 60% Saham KCIC, Proses Rampung September 2026
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.