Segmen premium tumbuh 18% - di tengah kafe casual yang flat.
Penulis
Diterbitkan
Untuk laporan ini, kami mendefinisikan kopi specialty sebagai outlet yang:
Tidak termasuk: kopi kemasan supermarket, kopi shop chain ber-AOV Rp 18-25rb (kategori "kopi to-go"), dan kafe yang fokus utamanya makanan.
Total outlet specialty
4.820
+22% YoY
AOV rata-rata
Rp 38.500
Pangsa Gen Z (18-26)
46%
Penetrasi luar Jawa
32%
+8 pp YoY
| Kota | Outlet specialty | % nasional |
|---|---|---|
| Jakarta + Bodetabek | 1,420 | 29.5% |
| Bandung | 480 | 9.9% |
| Surabaya | 420 | 8.7% |
| Yogyakarta | 380 | 7.9% |
| Bali (Denpasar + Ubud) |
Radar Pasar Weekly
Satu email per minggu: rekap indikator makro terbaru + laporan yang baru terbit. Gratis. Berhenti kapan saja.
FAQ
Selanjutnya
Indonesia kini punya 2,4 juta produk tersertifikasi halal BPJPH. Ekspor F&B halal mencapai USD 9,2 miliar di 2025. Bagaimana sektor ini di-positioning sebagai global halal hub?
Pariwisata Indonesia pulih mendekati level sebelum pandemi - wisman mendekati 16 juta, devisa belasan miliar dolar, wisnus miliaran perjalanan. Tapi hampir separuh wisman masih terkonsentrasi di Bali, dan pergeseran ke quality tourism jadi ujian sebenarnya.
Gelombang bank digital Indonesia sudah dewasa. Setelah fase bakar uang 2021-2023, 2026 jadi tahun pembuktian profitabilitas - pemenangnya yang tertanam di super-app & punya dana murah, sisanya menghadapi tekanan biaya dana, kualitas kredit, dan konsolidasi OJK.
Data sektor
Lihat data sektor F&B Indonesia →
Kopi specialty +22%, café casual stagnan
+6.8% YoY
Market Rp 428 T
| 320 |
| 6.6% |
| Medan | 240 | 5.0% |
| Semarang | 195 | 4.0% |
| Solo & Magelang | 150 | 3.1% |
| Makassar | 130 | 2.7% |
| Lainnya | 1,085 | 22.5% |
Pertumbuhan paling tinggi di 12 bulan terakhir: Solo (+34% YoY), Malang (+31%), Bukittinggi (+28%) - kota-kota tingkat 2 yang sebelumnya tidak signifikan.
Distribusi konsumen menurut frequency visit (n=2.140 responden):
| Frekuensi | % konsumen | Kontribusi revenue |
|---|---|---|
| Heavy (≥3x / minggu) | 12% | 38% |
| Reguler (1-2x / minggu) | 28% | 35% |
| Casual (1-3x / bulan) | 41% | 22% |
| Occasional (kurang dari 1x / bulan) | 19% | 5% |
Pareto klasik: 40% konsumen menyumbang 73% revenue. Loyalty program & langganan harian (subscription Rp 350-500rb/bulan) menjadi strategi populer 2026 untuk mengamankan heavy users.
Asumsi: outlet 60-100 m², 2 mesin espresso, 6-8 karyawan, 120-180 cup/hari:
| Item | Rp / bulan |
|---|---|
| Revenue (150 cup × 30 hari × Rp 38.500 AOV) | Rp 173 juta |
| COGS (kopi, susu, syrup, packaging) ~28% | -Rp 48 juta |
| Sewa lokasi (lokasi A) | -Rp 32 juta |
| Tenaga kerja | -Rp 34 juta |
| Listrik + supplies | -Rp 8 juta |
| Marketing & utilities | -Rp 12 juta |
| EBITDA outlet | Rp 39 juta |
EBITDA margin ~22% - sehat untuk industri F&B. Payback rata-rata investasi outlet baru: 18-26 bulan untuk lokasi A, 24-36 bulan lokasi B.
Pendorong:
Penghambat:
Kami memproyeksikan pertumbuhan jumlah outlet specialty +14-18% YoY untuk 2026 (sedikit melambat dari 22%), didorong ekspansi ke kota tingkat 2-3 dan format outlet yang lebih efisien.
Lihat halaman metodologi.