WIFI Lepas Anak Usaha Digital, Fokus ke Infrastruktur Telekomunikasi
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) melepas seluruh saham PT Jejaring Digital Utama ke PT Investasi Berjaya Sejahtera, seiring penambahan KBLI konstruksi sentral telekomunikasi senilai NPV Rp 929,8 miliar yang akan diputuskan RUPS.
PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Jejaring Digital Utama (JDU) yang menjalankan bisnis layanan digital kepada PT Investasi Berjaya Sejahtera, perusahaan swasta. Pengalihan mencakup 350 saham-seluruh kepemilikan WIFI di anak usaha tersebut-sebagaimana disampaikan perseroan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada 19 Agustus 2026.
Manajemen WIFI, emiten yang dimiliki Hashim Djojohadikusumo (adik Presiden Prabowo), menyatakan bahwa divestasi ini tidak berdampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Langkah ini memperjelas arah strategis WIFI yang kini meruncing ke bidang infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas, meninggalkan segmen layanan digital.
Rincian Transaksi dan Langkah Strategis
Divestasi JDU dilakukan sepekan setelah WIFI mengajukan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 42206 tentang Konstruksi Sentral Telekomunikasi. Rencana penambahan KBLI tersebut akan diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dijadwalkan pada 11 November 2026.
Bisnis konstruksi sentral telekomunikasi yang baru ini memiliki nilai net present value (NPV) sebesar Rp 929,8 miliar dengan payback period selama satu tahun lima bulan. Proyeksi ini menunjukkan bahwa WIFI diharapkan dapat mengembalikan seluruh investasi yang dikeluarkan setelah proyek berjalan selama periode tersebut-indikasi kelayakan finansial yang menarik.
Konteks Restrukturisasi Portofolio
Setelah melepas JDU, bidang usaha WIFI kini meliputi periklanan, perusahaan holding, perdagangan besar peralatan telekomunikasi, aktivitas telekomunikasi tanpa kabel, serta jaringan serat optik melalui sejumlah anak usaha. Di antaranya PT Solusi Jaringan Nusantara (layanan terkelola telekomunikasi dan infrastruktur jaringan), PT Gawai Maju Indonesia (holding untuk investasi di periklanan, produk digital, dan rantai pasok), serta PT Jaringan Infra Andalan yang mengembangkan infrastruktur telekomunikasi dan konektivitas digital.
Pada semester pertama 2026, WIFI mencatat laba bersih Rp 331,16 miliar-naik 45,30% dari Rp 227,91 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Pendapatan perseroan melonjak 205,77% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 1,57 triliun dari Rp 513,46 miliar, menunjukkan percepatan kinerja operasional yang signifikan.
Apa Artinya bagi Pemegang Saham dan Pasar
Restrukturisasi ini tampak merupakan upaya WIFI untuk mengonsolidasikan fokus pada segmen infrastruktur telekomunikasi yang tengah berkembang seiring kebutuhan konektivitas nasional. Dengan melepas aset digital dan menambah lini konstruksi sentral telekomunikasi, perseroan memposisikan diri sebagai pemain infrastruktur murni-potensi pertumbuhan jangka panjang yang lebih terukur.
Namun, pemegang saham perlu mencermati beberapa hal. Pertama, meski manajemen menyebut divestasi tidak material, perubahan lanskap bisnis tetap signifikan secara strategis. Kedua, keputusan final penambahan KBLI dan bisnis baru bergantung pada persetujuan RUPS November mendatang-transparansi rencana investasi dan alokasi modal menjadi kunci. Ketiga, nilai NPV yang besar (Rp 929,8 miliar) dan payback period relatif singkat perlu diverifikasi melalui detail proyek dan asumsi yang mendasarinya.
Secara umum, langkah ini memperkuat positioning WIFI di sektor infrastruktur telekomunikasi yang strategis, namun eksekusi proyek baru dan dampak jangka panjang dari pelepasan segmen digital tetap perlu dipantau.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa yang dilepas WIFI dan kepada siapa?
Apa bisnis baru yang ditambahkan WIFI?
Aksi korporasi lain
MITI Alihkan Empat Kapal ke Anak Usaha Senilai Rp22,75 Miliar
MGLV Tetapkan Harga Rights Issue Rp8.880, Bidik Dana Rp2,5 Triliun
RAJA Rencanakan IPO Anak Usaha Tahun Depan, Panji Raya Alamindo Disebut
Dua Anak Usaha ARKO Tandatangani Kontrak PLTA Rp287,98 Miliar
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.