VKTR Rights Issue 25 Miliar Saham, 80% Dana untuk Anak Usaha EV
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk merencanakan rights issue hingga 25 miliar saham dengan nilai nominal Rp10 per saham, mewakili maksimal 36,36% modal setelah pelaksanaan. Mayoritas dana akan dialokasikan untuk pembelian kendaraan listrik anak usaha.
Emiten kendaraan listrik raih dana ekspansi
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten kendaraan listrik di bawah Grup Bakrie, berencana melakukan penambahan modal melalui penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue. Perusahaan akan menawarkan sebanyak-banyaknya 25 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp10 per saham. Meski harga pelaksanaan belum dirinci secara spesifik, manajemen menyatakan saham baru ini akan mewakili sebanyak-banyaknya 36,36% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah rights issue selesai.
Aksi korporasi ini telah memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar 19 Mei 2026.
Rincian mekanisme rights issue
Setiap pemegang 7 saham biasa atas nama yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada 30 Juli 2026 pukul 16.15 WIB akan mendapatkan 4 HMETD, di mana 1 HMETD memberikan hak untuk membeli 1 saham baru. Dengan demikian, rasio pelaksanaannya adalah 7:4:1.
HMETD dapat diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta di luar bursa selama 5 hari bursa, mulai 3 Agustus 2026 hingga 7 Agustus 2026. Pencatatan saham baru hasil pelaksanaan rights issue dijadwalkan pada 3 Agustus 2026. Setiap HMETD dalam bentuk pecahan akan dibulatkan ke bawah.
Apabila saham baru tidak seluruhnya diambil oleh pemegang HMETD, sisanya akan dijatahkan secara proporsional kepada pemegang saham yang mengajukan pemesanan lebih besar dari haknya melalui Formulir Pemesanan Pembelian Saham Tambahan. Jika masih ada sisa saham setelah alokasi pemesanan tambahan, saham tersebut tidak akan diterbitkan dari portepel.
Alokasi dana: fokus ke anak usaha SEI
VKTR mengalokasikan sekitar 80% dana hasil rights issue untuk modal kerja anak usaha, PT Sarana Ekomobilitas Indonesia (SEI). Dana ini akan digunakan SEI untuk pembelian kendaraan listrik dari VKTR, yang diperkirakan berlangsung dalam kurun waktu 2026 hingga 2027.
Menurut manajemen, pembelian kendaraan listrik oleh SEI merupakan langkah strategis guna mendukung usaha penyewaan kendaraan listrik dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. VKTR melalui SEI mengembangkan model bisnis e-Mobility as a Service (e-MaaS) untuk menyediakan solusi mobilitas secara efisien. SEI telah menandatangani enam nota kesepahaman dengan beberapa pelanggan potensial, menunjukkan adanya pipeline permintaan untuk layanan ini.
Sisa dana hasil rights issue akan digunakan untuk modal kerja VKTR sendiri, antara lain untuk memenuhi kebutuhan operasional seperti biaya administrasi umum, pembelian persediaan bus listrik, truk listrik, transporter listrik, dan forklift listrik, serta biaya-biaya terkait pembelian persediaan tersebut. Pembelian persediaan ini diperkirakan dilakukan pada periode 2026 hingga 2028.
VKTR akan membeli persediaan kategori Completely Knocked Down (CKD) dari PT VKTR Sakti Industries (VSI), sementara persediaan kategori Completely Built Up (CBU) akan dibeli dari pihak ketiga.
Apa artinya bagi pemegang saham
Rights issue sebesar ini akan menyebabkan dilusi signifikan bagi pemegang saham yang tidak mengambil haknya-hingga maksimal 36,36% kepemilikan baru. Implikasinya, pemegang saham yang tidak berpartisipasi akan melihat proporsi kepemilikan mereka terdilusi cukup besar, sehingga perlu mempertimbangkan dengan seksama apakah akan mengeksekusi HMETD atau tidak.
Dari sisi fundamental, alokasi dana mayoritas untuk anak usaha SEI dengan model bisnis e-MaaS menunjukkan upaya VKTR mengembangkan ekosistem kendaraan listrik secara vertikal-tidak hanya memproduksi, tetapi juga menyewakan melalui entitas terpisah. Keberhasilan strategi ini akan bergantung pada eksekusi SEI dalam memonetisasi keenam nota kesepahaman yang telah ditandatangani dan mengonversinya menjadi kontrak komersial riil.
Perlu dicermati bahwa sebagian besar dana akan digunakan untuk transaksi internal (pembelian kendaraan dari VKTR oleh SEI), yang secara konsolidasi grup tidak mengubah posisi aset secara substansial-hanya menggeser dari induk ke anak. Investor perlu memantau apakah model e-MaaS ini dapat menghasilkan revenue stream yang berkelanjutan dan menguntungkan, mengingat kompetisi di sektor penyewaan kendaraan listrik semakin ketat.
Manajemen menegaskan penggunaan dana akan dilaksanakan sepenuhnya sesuai peraturan pasar modal Indonesia, dan perusahaan bertanggung jawab atas realisasi penggunaan dana hasil rights issue ini.
FAQ
Pertanyaan umum
Apa rasio rights issue VKTR dan kapan cum date-nya?
Untuk apa dana rights issue VKTR digunakan?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.