Unirama Group Akuisisi 59,24% Saham DPUM, Siapkan Capex Rp100 M
PT Rama Indonesia dari Unirama Group resmi jadi pengendali baru DPUM setelah mengakuisisi 2,47 miliar saham (59,24%). Pengendali baru menyiapkan capex Rp100 miliar dengan target EBITDA tumbuh rata-rata 7,75%/tahun hingga 2030, termasuk untuk pemulihan pasca-kebakaran pabrik Pati.
PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM), emiten pengolahan hasil laut, resmi memiliki pemegang saham pengendali baru. PT Rama Indonesia, bagian dari Unirama Group-salah satu pemain besar solusi rantai pasok dan distribusi FMCG di Indonesia-mengakuisisi 2,47 miliar saham DPUM atau setara 59,24% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan. Akuisisi ini menandai pergantian kendali material pada emiten berkode DPUM.
Pasca-transaksi, pengendali baru mengumumkan rencana capex sebesar Rp100 miliar, dengan target meningkatkan EBITDA rata-rata 7,75% per tahun selama periode 2027 hingga 2030. Langkah ini sejalan dengan komitmen Unirama Group untuk memperkuat fundamental DPUM sekaligus mendukung pemulihan operasional perusahaan.
Rincian transaksi
PT Rama Indonesia mengakuisisi 2,47 miliar saham DPUM, mencapai kepemilikan 59,24% dari total saham beredar. Dengan porsi mayoritas ini, PT Rama Indonesia-yang merupakan entitas dalam grup Unirama-secara otomatis menjadi pengendali baru perseroan.
Sumber tidak merinci nilai transaksi maupun harga per saham dalam akuisisi ini. Namun, perubahan kendali dikonfirmasi resmi oleh DPUM pada 14 September 2026. Belanja modal Rp100 miliar yang direncanakan mencakup pemulihan fasilitas pasca-kebakaran, optimalisasi operasional, penguatan rantai pasok, dan perluasan jaringan distribusi.
Konteks
Pengumuman ini datang tiga bulan setelah insiden kebakaran yang melanda fasilitas operasional DPUM di Pati pada 6 Juni 2026. Kebakaran tersebut sempat menjadi sorotan publik, meski perseroan menegaskan tidak ada korban jiwa atau luka serius dan api telah berhasil dipadamkan sepenuhnya. Klaim asuransi untuk insiden tersebut saat ini sedang dalam proses finalisasi, dengan keyakinan manajemen dapat direalisasikan 100% dari nilai yang diajukan.
Masuknya Unirama Group-pemain established di distribusi dan rantai pasok barang konsumsi-dipandang sebagai katalis positif. Direktur PT Rama Indonesia, Fransisda Marga Saputra, menegaskan komitmen memberikan dukungan penuh agar DPUM tetap dapat menjalankan kegiatan bisnis, termasuk pemulihan fasilitas terdampak dan menjaga pelayanan kepada pelanggan.
Secara umum, sektor pengolahan hasil laut sangat bergantung pada efisiensi rantai pasok dan kecepatan distribusi-dua area di mana Unirama memiliki keahlian.
Apa artinya
Implikasinya, pergantian pengendali ini berpotensi membawa perubahan strategis bagi DPUM. Keterlibatan Unirama Group, dengan jaringan distribusi luas dan pengalaman mengelola produk FMCG, membuka peluang sinergi dalam penguatan rantai pasok, perluasan pasar, dan peningkatan efisiensi operasional-aspek krusial bagi emiten berbasis komoditas perishable seperti hasil laut.
Capex Rp100 miliar dengan target EBITDA naik rata-rata 7,75% per tahun hingga 2030 menunjukkan ekspektasi pertumbuhan terukur, bukan ekspansi agresif. Angka ini perlu dicermati pelaksanaannya, terutama dalam konteks pemulihan pasca-kebakaran dan realisasi klaim asuransi. Sejauh mana capex dialokasikan untuk rehabilitasi versus pengembangan kapasitas baru akan menjadi sinyal penting tentang strategi jangka menengah.
Bagi pemegang saham minoritas, perubahan kendali material seperti ini biasanya diikuti oleh penyesuaian arah bisnis dan komposisi manajemen. Perlu dipantau apakah akan ada mandatory tender offer atau skema lain yang melibatkan saham publik, meski sumber belum menyebutkan hal tersebut. Transparansi terkait alokasi capex, progres klaim asuransi, dan roadmap operasional ke depan akan menjadi kunci kepercayaan pasar terhadap langkah pengendali baru.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Siapa pengendali baru DPUM dan berapa porsi kepemilikannya?
Apa rencana pengendali baru untuk DPUM?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.