SOFA Masuk Konsorsium WtE Danantara Bersama Zhejiang Weiming
PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA) resmi terjun ke energi terbarukan melalui anak usaha PT Ananta Energi Asia yang mengakuisisi 10% saham di dua perusahaan konsorsium proyek Waste to Energy Denpasar Raya dan Bogor Raya bersama mitra China Zhejiang Weiming.
PT Solusi Environment Asia Tbk (SOFA), emiten yang selama ini dikenal sebagai produsen furnitur, resmi melangkah ke sektor energi terbarukan. Melalui anak usahanya PT Ananta Energi Asia (AEA), SOFA menandatangani akta jual beli saham dengan Zhejiang Weiming Environment Protection Co., Ltd. (Zhejiang Weiming) asal Tiongkok beserta afiliasinya. Transaksi ini memberikan AEA kepemilikan 10% di masing-masing dari dua perusahaan konsorsium yang akan menggarap proyek Waste to Energy (WtE) di wilayah Denpasar Raya dan Bogor Raya, seperti diungkapkan Direktur Utama SOFA Denny Rizal pada Selasa (9/6/2026).
Rincian Transaksi
Akta jual beli saham antara AEA dengan Zhejiang Weiming beserta afiliasinya telah ditandatangani untuk dua perusahaan konsorsium proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Persentase kepemilikan AEA ditetapkan sebesar 10% pada masing-masing perusahaan konsorsium-satu untuk proyek Denpasar Raya dan satu lagi untuk Bogor Raya.
Struktur kepemilikan saham hasil transaksi ini saat ini masih menunggu persetujuan dan penerimaan pemberitahuan perubahan anggaran dasar dari Kementerian Hukum dan HAM. Tidak disebutkan nilai transaksi maupun rincian mekanisme pembayaran dalam pengumuman ini.
Langkah AEA masuk konsorsium merupakan tindak lanjut dari persetujuan PT Danantara Investment Management (DIM) pada 25 Mei 2026, yang menyetujui penambahan AEA sebagai mitra lokal dalam konsorsium yang dipimpin Zhejiang Weiming di kedua wilayah tersebut.
Konteks
Transaksi ini menandai realisasi strategi diversifikasi bisnis SOFA yang telah diumumkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Desember 2025. Dalam RUPSLB tersebut, SOFA menyampaikan rencana transformasi dari perusahaan furnitur menjadi perusahaan yang bergerak di sektor energi baru dan terbarukan, termasuk pada level anak-anak usahanya.
Zhejiang Weiming merupakan pemain berpengalaman dalam teknologi WtE, bukan hanya di Tiongkok tetapi juga telah memiliki jejak di Indonesia. Melalui anak usahanya Weiming Equipment, perusahaan ini pernah menandatangani kontrak penyediaan peralatan insinerator WtE dengan perusahaan Indonesia. Di Tiongkok sendiri, Weiming dikenal sebagai salah satu pemain utama dalam teknologi dan operasi WtE dengan bisnis mencakup desain, investasi, pembangunan, hingga pengoperasian fasilitas WtE. Pada 2023, Weiming Environment dilaporkan menghasilkan sekitar 3,85 miliar kWh listrik, sebagian besar dari pembangkit berbasis WtE.
Proyek WtE di Denpasar Raya dan Bogor Raya merupakan bagian dari upaya Danantara dalam mengembangkan infrastruktur pengelolaan sampah di Indonesia, dengan teknologi yang dapat mengubah sampah menjadi energi listrik.
Apa Artinya
Dari perspektif strategi korporasi, masuknya SOFA ke proyek energi terbarukan melalui AEA menunjukkan keseriusan manajemen dalam melakukan pivot bisnis dari sektor furnitur yang mungkin telah jenuh ke sektor dengan prospek pertumbuhan lebih tinggi. Implikasinya, pemegang saham SOFA perlu mencermati bagaimana manajemen akan mengalokasikan sumber daya antara bisnis lama (furnitur) dan bisnis baru (energi) ke depan.
Kepemilikan 10% di masing-masing konsorsium menunjukkan posisi AEA sebagai mitra minoritas, yang berarti kontribusi terhadap kinerja keuangan SOFA akan bergantung pada kesuksesan eksekusi proyek oleh konsorsium yang dipimpin Zhejiang Weiming. Perlu dicermati juga komitmen modal yang diperlukan dari AEA untuk proyek-proyek ini dan bagaimana struktur pendanaannya.
Secara lebih luas, keterlibatan emiten publik seperti SOFA dalam proyek infrastruktur strategis yang melibatkan Danantara dan mitra asing berpengalaman dapat memberikan sinyal positif tentang kredibilitas dan prospek proyek. Namun investor perlu memantau perkembangan perizinan (yang saat ini masih menunggu Kemenkumham), jadwal konstruksi, dan mekanisme revenue sharing dalam konsorsium untuk menilai potensi kontribusi finansial sesungguhnya dari diversifikasi ini terhadap kinerja SOFA ke depan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa kepemilikan PT Ananta Energi Asia di konsorsium WtE?
Siapa Zhejiang Weiming dan apa pengalamannya di Indonesia?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.