Pengendali INPS Lepas 9,35 Juta Saham Senilai Rp3,27 Miliar
PT Graha Inti Guna Persada menjual 1,14% saham PT Indah Prakasa Sentosa Tbk pada 20 Agustus 2026 dengan harga Rp350 per saham, jauh di bawah harga pasar yang mencapai Rp670.
PT Graha Inti Guna Persada selaku pemegang saham pengendali PT Indah Prakasa Sentosa Tbk (INPS) melakukan divestasi sebanyak 9,35 juta saham senilai Rp3,27 miliar pada 20 Agustus 2026. Transaksi ini melepas 1,14% porsi kepemilikan Graha Inti di perusahaan tersebut.
Rincian Transaksi
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Graha Inti menjual saham INPS dengan harga Rp350 per saham. Harga ini berada jauh di bawah harga pasar pada perdagangan Jumat (21/8) yang mencapai Rp670 per saham, atau selisih hampir separuhnya.
Manajemen menyatakan bahwa tujuan transaksi ini adalah untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung. Aksi divestasi tersebut membuat kepemilikan Graha Inti di INPS turun dari 533.410.000 lembar saham (82,06%) menjadi 524.060.000 lembar saham (80,62%).
Meski mengalami penurunan porsi sebesar 1,44%, Graha Inti tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham pengendali INPS dengan mayoritas kepemilikan di atas 80%.
Konteks
Harga transaksi yang berada di bawah harga pasar pada umumnya dapat terjadi dalam beberapa situasi, seperti transaksi antarafiliasi atau pihak-pihak yang telah bersepakat, maupun transaksi dengan mekanisme khusus di luar pasar reguler. Selisih harga yang cukup signifikan antara harga transaksi dan harga pasar menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati investor.
Pada perdagangan Jumat (21/8), saham INPS terkoreksi 3,6% ditutup di level Rp670, menunjukkan tekanan jual di pasar reguler meski berada di level yang jauh lebih tinggi dibanding harga transaksi pengendali.
Apa Artinya
Implikasinya, bagi pemegang saham INPS, divestasi ini mengurangi konsentrasi kepemilikan pengendali meski tetap dominan. Penurunan 1,44% kepemilikan tidak mengubah struktur kendali perusahaan, namun memberikan ruang yang sedikit lebih besar bagi free float.
Perbedaan harga yang signifikan antara transaksi pengendali (Rp350) dan harga pasar (Rp670) perlu dicermati. Hal ini bisa mengindikasikan bahwa transaksi dilakukan dalam skema khusus atau dengan pertimbangan tertentu yang tidak sepenuhnya mencerminkan valuasi pasar saat itu.
Pernyataan bahwa tujuan transaksi adalah "untuk investasi dengan kepemilikan saham langsung" menimbulkan pertanyaan mengenai struktur kepemilikan yang lebih detail - apakah sebelumnya kepemilikan bersifat tidak langsung atau melalui entitas lain.
Secara umum, investor perlu memantau apakah akan ada transaksi serupa ke depan atau perubahan struktur kepemilikan lebih lanjut yang dapat memengaruhi dinamika pengendalian dan tata kelola INPS. Koreksi harga saham di pasar reguler pasca-transaksi juga menjadi indikator sentiment pasar terhadap aksi korporasi ini.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa banyak saham INPS yang dijual oleh pemegang saham pengendali?
Apakah Graha Inti masih menjadi pengendali INPS setelah transaksi ini?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.