Grup Salim Ambil Alih Penuh Data Center Keppel, Amankan 500 MW dari PLN
Konglomerat Salim mengakuisisi seluruh saham Keppel Data Centres di IndoKeppel Data Centres pada Desember 2025, mengubah joint venture menjadi kepemilikan penuh. Perusahaan kini bernama IndoData Center dengan fokus infrastruktur AI dan hyperscale.
Grup Salim milik konglomerat Anthoni Salim telah mengambil alih seluruh kepemilikan Keppel Data Centres di IndoKeppel Data Centres. Transaksi yang terjadi pada Desember 2025 ini mengubah struktur usaha patungan (joint venture) menjadi kepemilikan penuh Grup Salim, dengan perusahaan kini beroperasi di bawah nama IndoData Center. Nilai transaksi tidak diungkapkan kepada publik.
Pengambilalihan ini menandai komitmen lebih dalam Grup Salim di infrastruktur digital Indonesia, khususnya sektor data center yang tengah mengalami lonjakan permintaan untuk keperluan artificial intelligence (AI) dan komputasi hyperscale.
Rincian transaksi
Pada Desember 2025, Grup Salim mengakuisisi seluruh saham yang sebelumnya dimiliki Keppel Data Centres di IndoKeppel Data Centres. Pasca-transaksi, Keppel keluar sepenuhnya dari kepemilikan perusahaan, sementara Grup Salim menjadi pemilik tunggal. Perusahaan kemudian melakukan rebranding menjadi IndoData Center.
Salah satu aset strategis yang dimiliki IndoData adalah kapasitas daya hingga 500 megawatt (MW) yang telah diamankan melalui kontrak dengan PT PLN (Persero). Kapasitas ini menjadi fondasi untuk ekspansi fasilitas data center yang dirancang mendukung kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi dari hyperscaler, penyedia layanan cloud, dan perusahaan teknologi AI.
Fasilitas yang sudah beroperasi mencakup fase pertama IndoKeppel Data Centre 1 (IKDC 1) dengan kapasitas 5 MW yang diluncurkan pada 2022 di Bogor, Jawa Barat. Tambahan beban IT sebesar 6 MW juga telah selesai dibangun dan diserahkan kepada salah satu klien hyperscale yang sudah ada, menurut Direktur Pelaksana IndoData Ronald Setiawan.
IndoData menyatakan akan berfokus mengembangkan infrastruktur pusat data melalui solusi built-to-suit yang fleksibel, model pengembangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan.
Konteks
Kerja sama antara Grup Salim dan Keppel Data Centres untuk bisnis data center di Indonesia dimulai pada 2018, dengan rencana awal meluncurkan proyek di Bogor pada 2020. Namun, pandemi Covid-19 menyebabkan penundaan, sehingga fase pertama baru beroperasi pada 2022.
Industri data center Indonesia tengah mengalami pertumbuhan pesat, didorong oleh meningkatnya kebutuhan komputasi awan, digitalisasi, dan-belakangan ini-aplikasi AI yang memerlukan kapasitas komputasi sangat besar. Kapasitas daya menjadi salah satu faktor krusial dalam industri ini, dan kontrak dengan PLN untuk 500 MW menempatkan IndoData dalam posisi kompetitif untuk menangkap pertumbuhan tersebut.
Grup Salim sendiri sudah memiliki eksposur di sektor infrastruktur digital sebelumnya. Konglomerasi ini memiliki saham di operator data center DCI Indonesia. Selain itu, perusahaan investasi Grup Salim yang terdaftar di Hong Kong, First Pacific, mengendalikan perusahaan telekomunikasi Filipina PLDT.
Apa artinya
Pengambilalihan penuh ini menunjukkan kepercayaan diri Grup Salim terhadap prospek jangka panjang bisnis data center di Indonesia, khususnya segmen AI dan hyperscale. Dengan mengonsolidasikan kepemilikan-dari struktur joint venture menjadi kepemilikan tunggal-Grup Salim memperoleh kendali penuh atas strategi, pengembangan, dan alokasi modal perusahaan.
Kontrak kapasitas daya 500 MW dari PLN menjadi aset strategis yang krusial. Di tengah persaingan ketat memperebutkan pasokan listrik untuk data center di Indonesia, jaminan kapasitas sebesar ini memberikan IndoData kemampuan untuk mempercepat ekspansi dan menarik klien besar, terutama hyperscaler global yang membutuhkan infrastruktur berskala masif dan andal.
Dari perspektif industri, langkah ini menggarisbawahi tren konsolidasi dan peningkatan investasi domestik di sektor data center Indonesia. Perusahaan lokal dengan akses modal kuat dan koneksi infrastruktur (seperti hubungan dengan PLN) semakin kompetitif dibanding pemain asing. Perlu dicermati bagaimana IndoData akan mengeksekusi rencana ekspansinya-termasuk pembangunan fasilitas baru, akuisisi lahan, dan penambahan kapasitas-serta seberapa cepat perusahaan dapat mengonversi kapasitas daya terkontrak menjadi fasilitas operasional yang menghasilkan pendapatan.
Secara umum, posisi Grup Salim yang semakin kuat di infrastruktur digital-dari data center hingga telekomunikasi melalui First Pacific-mencerminkan strategi diversifikasi ke aset-aset infrastruktur esensial di era digital. Bagi ekosistem teknologi Indonesia, kehadiran pemain lokal berskala besar dengan dukungan finansial solid dan akses ke utilitas nasional (PLN) dapat mempercepat pengembangan kapasitas data center domestik, meskipun eksekusi dan kompetisi dengan pemain global tetap menjadi tantangan ke depan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa yang diakuisisi Grup Salim dari Keppel Data Centres?
Berapa kapasitas daya yang dimiliki IndoData Center?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.