DMS Propertindo (KOTA) Siapkan Rights Issue Rp4,4 Triliun untuk Akuisisi
KOTA akan menerbitkan 100 miliar saham baru seri B melalui rights issue, menargetkan dana lebih dari Rp4,4 triliun untuk akuisisi dua perusahaan pemilik lahan di Jawa Timur dan Banten. Potensi dilusi mencapai 90,46% dari modal disetor pasca-penerbitan.
PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) mengumumkan rencana Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) I atau rights issue pada 28 Agustus 2026. Perseroan akan menerbitkan hingga 100 miliar saham baru seri B dengan target perolehan dana lebih dari Rp4,4 triliun, yang sebagian besar akan digunakan untuk memperkuat cadangan lahan (landbank) melalui akuisisi dua perusahaan di Jawa Timur dan Banten.
Rincian Rights Issue
Saham baru yang akan diterbitkan mencapai 100 miliar lembar seri B, setara dengan 90,46% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah pelaksanaan rights issue. Angka ini mencerminkan potensi dilusi yang cukup signifikan bagi pemegang saham lama. Saham baru yang diterbitkan akan memiliki hak yang sama dengan saham-saham yang telah dikeluarkan perseroan sebelumnya.
Manajemen menegaskan bahwa PMHMETD I ini tidak akan menyebabkan perubahan pengendali di perseroan. Seluruh dana hasil rights issue akan dialokasikan untuk mengakuisisi dua perusahaan dengan total biaya investasi Rp4,4 triliun, sementara sisa dana akan digunakan untuk modal kerja, kegiatan operasional, dan pengembangan usaha.
Target Akuisisi
Dua perusahaan yang menjadi sasaran akuisisi adalah PT Art Design Indonesia (ADI) dan PT Mandiri Nusa Graha Perkasa (MGNP), keduanya dimiliki oleh PT Michel Energi (ME). KOTA akan mengakuisisi 99,99% saham ADI dengan nilai transaksi Rp1,2 triliun, serta 99,99% saham MGNP senilai Rp3,2 triliun.
Perseroan bersama pihak penjual telah menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham pada 24 Agustus 2026, menandai langkah formal menuju penyelesaian transaksi. Kedua perusahaan target dipilih karena kepemilikan lahan yang strategis di wilayah Jawa Timur dan Banten, sejalan dengan strategi ekspansi landbank KOTA.
Konteks Strategis
Langkah rights issue jumbo ini merupakan bagian dari strategi ekspansi KOTA dalam memperluas portfolio properti dan cadangan lahan pengembangan. Secara umum di industri properti, kepemilikan landbank yang memadai menjadi fundamental penting untuk pertumbuhan jangka panjang, terutama di lokasi-lokasi strategis dengan potensi apresiasi nilai tinggi.
Dengan akuisisi kedua perusahaan tersebut, KOTA akan menambah aset lahan signifikan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai proyek properti ke depan. Jawa Timur dan Banten merupakan wilayah dengan pertumbuhan ekonomi dan kebutuhan properti yang terus berkembang, menjadikan investasi landbank di area tersebut strategis secara komersial.
Apa Artinya bagi Investor
Implikasinya, pemegang saham KOTA perlu mencermati dengan seksama struktur dan harga pelaksanaan rights issue yang akan diumumkan kemudian. Dengan potensi dilusi mencapai 90,46%, pemegang saham yang tidak mengambil haknya akan mengalami penurunan persentase kepemilikan yang sangat substansial.
Dari perspektif valuasi, perlu dievaluasi apakah nilai akuisisi senilai Rp4,4 triliun untuk kedua perusahaan tersebut memberikan nilai tambah yang sebanding, terutama dalam hal potensi pengembangan lahan dan proyeksi pendapatan masa depan. Kualitas lokasi, status legal lahan, dan kesiapan pengembangan menjadi faktor-faktor yang perlu dikaji investor.
Ke depan, eksekusi strategi pengembangan landbank yang baru diakuisisi akan menjadi kunci keberhasilan investasi ini. Kemampuan manajemen dalam mengkonversi aset lahan menjadi proyek-proyek properti yang menguntungkan akan menentukan apakah dilusi besar-besaran ini memberikan return yang memadai bagi pemegang saham.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa besar potensi dilusi dari rights issue KOTA ini?
Untuk apa dana hasil rights issue KOTA akan digunakan?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.