BUMI Tak Bagikan Dividen 2025 Meski Laba Naik 21% jadi US$81 Juta
PT Bumi Resources Tbk memutuskan tidak membagikan dividen dari laba bersih 2025 sebesar US$81,01 juta dalam RUPST 2026. Keputusan ini memengaruhi 590.547 investor, dengan alasan dana dialokasikan untuk strategi diversifikasi usaha.
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali memutuskan untuk tidak membagikan dividen kepada pemegang sahamnya. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 yang digelar pada 22 Juni 2026, emiten batu bara kongsi Grup Salim · Bakrie ini memutuskan tidak ada pembagian dividen dari laba bersih Tahun Buku 2025, meski kinerja keuangan perseroan menunjukkan peningkatan signifikan. Keputusan ini memengaruhi 590.547 investor yang tercatat per 31 Mei 2026.
Manajemen BUMI menegaskan bahwa keputusan tersebut sejalan dengan strategi perusahaan yang terus mengarahkan modal untuk mendukung diversifikasi usaha perseroan. Langkah ini dipandang sebagai prioritas jangka panjang dalam mengembangkan portofolio bisnis di luar sektor batu bara.
Rincian kinerja keuangan
BUMI membukukan laba bersih sebesar US$81,01 juta atau setara Rp1,37 triliun pada Tahun Buku 2025. Capaian ini melonjak 21% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode 2024 yang mencatatkan laba bersih US$67,47 juta atau sekitar Rp1,14 triliun.
Pendapatan perseroan juga mengalami pertumbuhan sebesar 4,79% YoY, dari US$1,35 miliar (Rp23,09 triliun) pada 2024 menjadi US$1,42 miliar (Rp24,20 triliun) pada 2025.
Komposisi pemegang saham menunjukkan investor individu menguasai 43,22% saham BUMI, yang terdiri dari 87.006.626.405 saham individu domestik dan 796.836.637 saham asing. Jumlah pemegang saham naik 11.298 investor dibandingkan periode sebelumnya.
Keputusan RUPST dan RUPSLB
Selain keputusan terkait dividen, RUPST juga menyetujui sejumlah agenda penting. Para pemegang saham mengesahkan laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2025, serta menunjuk kembali RSM Indonesia sebagai auditor eksternal untuk tahun buku 2026.
Perubahan signifikan terjadi pada susunan Dewan Komisaris dan Direksi BUMI yang berlaku efektif sejak penutupan RUPS. Sharif Cicip Sutardjo ditunjuk sebagai Presiden Komisaris sekaligus Komisaris Independen, sementara Adika Nuraga Bakrie memimpin sebagai Presiden Direktur. Komposisi direksi diperkuat dengan 12 direktur lainnya termasuk Agoes Projosasmito sebagai Wakil Presiden Direktur.
Dalam RUPST yang sama, pemegang saham menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I BUMI yang mencakup Obligasi Tahap I hingga Tahap V dengan total nilai penawaran mencapai Rp5 triliun. Hingga 31 Mei 2026, sisa dana hasil penerbitan obligasi tercatat sebesar Rp980,8 miliar, dan penggunaannya telah direalisasikan sesuai rencana dalam prospektus masing-masing.
Setelah RUPST, perseroan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menyetujui perubahan anggaran dasar terkait penyesuaian klasifikasi kegiatan usaha berdasarkan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI).
Apa artinya
Keputusan BUMI untuk tidak membagikan dividen meskipun laba meningkat signifikan menunjukkan komitmen manajemen pada strategi transformasi jangka panjang. Implikasinya, investor yang mengharapkan imbal hasil jangka pendek berupa dividen perlu menyesuaikan ekspektasi, karena perseroan memprioritaskan reinvestasi untuk diversifikasi usaha.
Perlu dicermati bahwa langkah ini dilakukan di tengah konteks industri batu bara yang menghadapi tekanan transisi energi global. Diversifikasi usaha menjadi penting bagi keberlanjutan bisnis BUMI ke depan, namun investor perlu memantau bagaimana efektivitas penggunaan modal tersebut dalam menghasilkan nilai tambah di masa mendatang.
Dengan sisa dana obligasi sebesar Rp980,8 miliar, kapasitas pendanaan BUMI untuk ekspansi masih tersedia. Investor institusi dan retail yang menguasai porsi signifikan saham perlu memperhatikan perkembangan implementasi strategi diversifikasi dan dampaknya terhadap kinerja keuangan di periode mendatang.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Mengapa BUMI tidak membagikan dividen meski laba naik?
Berapa laba bersih BUMI pada 2025?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.