Investasi
Average Down
Menurunkan harga rata-rata beli
Istilah untuk praktik membeli kembali saham yang sama ketika harganya turun di bawah harga beli sebelumnya, sehingga harga rata-rata perolehan menjadi lebih rendah. Ini istilah deskriptif, bukan anjuran strategi.
Mekanismenya murni matematika rata-rata tertimbang: harga perolehan baru dihitung dari total dana yang dikeluarkan untuk seluruh pembelian dibagi total jumlah saham yang dimiliki. Setiap pembelian tambahan di harga lebih rendah menarik rata-rata itu turun, sehingga titik impas (break even) menjadi lebih dekat ke harga pasar saat ini.
Istilah ini populer karena rata-rata yang lebih rendah terasa melegakan, tetapi ada sisi lain yang penting: average down menambah jumlah dana yang terekspos pada saham yang sedang turun. Jika penurunan berlanjut, nilai kerugian justru membesar karena posisinya kini lebih besar.
Cara membacanya: average down menurunkan harga rata-rata, bukan memperbaiki prospek sahamnya. Hasil akhirnya sepenuhnya bergantung pada arah harga setelah pembelian tambahan. Lawannya adalah average up, yaitu menambah posisi saat harga naik sehingga rata-rata perolehan ikut naik.
Pertanyaan umum
- Apa itu average down saham?
- Average down adalah membeli kembali saham yang sama saat harganya turun sehingga harga rata-rata perolehan menjadi lebih rendah. Istilah ini menggambarkan praktik, bukan rekomendasi.
- Apa beda average down dan average up?
- Average down menambah posisi saat harga turun sehingga rata-rata beli turun, sedangkan average up menambah posisi saat harga naik sehingga rata-rata beli ikut naik.
- Apakah average down selalu menguntungkan?
- Tidak. Average down hanya menurunkan rata-rata beli, sementara dana yang terekspos bertambah. Jika harga terus turun, kerugian justru membesar; hasilnya bergantung pada arah harga selanjutnya.