Perbankan
ATMR
Aset Tertimbang Menurut Risiko
Dasar perhitungan rasio kecukupan modal (CAR) bank. Setiap aset diberi bobot risiko 0-150%.
ATMR adalah ukuran total aset bank setelah masing-masing aset diberi bobot sesuai tingkat risikonya. Logikanya, aset yang lebih berisiko menyerap modal lebih besar, sementara aset yang dianggap aman seperti kas atau surat berharga negara mendapat bobot lebih rendah. Bobot ini ditetapkan sesuai aturan kehati-hatian yang berlaku.
ATMR menjadi penyebut dalam perhitungan rasio kecukupan modal atau CAR, yaitu modal bank dibagi ATMR. Karena itu, ATMR yang lebih besar menuntut modal yang lebih besar pula agar bank tetap memenuhi ambang permodalan yang ditetapkan regulator.
Dalam membaca kesehatan bank, ATMR membantu memahami seberapa berisiko komposisi aset sebuah bank. Bank yang banyak menyalurkan kredit berisiko tinggi cenderung memiliki ATMR yang relatif besar dibanding bank yang asetnya didominasi instrumen berbobot rendah.
Pertanyaan umum
- Apa itu ATMR?
- ATMR (Aset Tertimbang Menurut Risiko) adalah total aset bank yang sudah dibobot sesuai tingkat risiko masing-masing, dipakai sebagai dasar perhitungan kecukupan modal.
- Apa hubungan ATMR dengan CAR?
- ATMR menjadi penyebut dalam rumus CAR, yaitu modal bank dibagi ATMR; semakin besar ATMR, semakin besar modal yang dibutuhkan agar rasio tetap memadai.
- Mengapa setiap aset diberi bobot risiko?
- Pembobotan dilakukan agar aset yang lebih berisiko menyerap modal lebih besar, sehingga bank memiliki bantalan modal yang sepadan dengan risikonya.