Unilever Indonesia Lepas SariWangi & Es Krim, Fokus ke Perawatan Tubuh
UNVR melepas bisnis es krim ke PT The Magnum Ice Cream Indonesia (8 Des 2025) dan SariWangi ke Grup Djarum, menyusul rencana merger Foods Unilever global dengan McCormick senilai US$ 44,8 miliar. Kinerja saham turun 55,79% dalam lima tahun terakhir.
Unilever Indonesia lepas bisnis makanan, fokus ke HPC
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) tengah melakukan restrukturisasi portofolio fundamental dengan melepas sejumlah bisnis makanan. Pada 8 Desember 2025, perseroan mengalihkan bisnis es krim kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia dan mengklasifikasikannya sebagai operasi yang dihentikan. SariWangi kemudian dilepas kepada PT Savoria Kreasi Rasa (Grup Djarum) dan diklasifikasikan sebagai aset yang dimiliki untuk dijual. Langkah ini sejalan dengan strategi global Unilever PLC yang pada 31 Maret 2026 mengumumkan merger bisnis Foods dengan McCormick & Company, menciptakan entitas senilai enterprise value sekitar US$ 44,8 miliar. Perseroan juga dikabarkan akan melepas Bango dan Royco, memperkuat fokus ke segmen Home & Personal Care (HPC).
Dalam transaksi global, Unilever dan pemegang sahamnya akan menerima sekitar 65% ekuitas perusahaan gabungan-senilai sekitar US$ 29,1 miliar-serta pembayaran tunai US$ 15,7 miliar. Dana tunai antara lain digunakan untuk menurunkan utang dan mendukung program pembelian kembali saham (share buyback) sekitar € 6 miliar pada periode 2026 · 2029. Kedua perusahaan menargetkan sinergi biaya sekitar US$ 600 juta per tahun, dengan transaksi ditargetkan selesai pertengahan 2027 bergantung pada persetujuan pemegang saham dan regulator.
Rincian transaksi
Pada 8 Desember 2025, UNVR memisahkan bisnis es krim kepada PT The Magnum Ice Cream Indonesia. Bisnis SariWangi dialihkan kepada PT Savoria Kreasi Rasa (Grup Djarum) dan diklasifikasikan sebagai aset untuk dijual. Di tingkat global, Unilever PLC mengumumkan penggabungan bisnis Foods dengan McCormick & Company pada 31 Maret 2026, dengan enterprise value sekitar US$ 44,8 miliar berdasarkan kinerja 2025 dan pendapatan gabungan sekitar US$ 20 miliar.
Unilever akan menerima sekitar 65% ekuitas perusahaan gabungan dan pembayaran tunai US$ 15,7 miliar. Sebagian dana tunai digunakan untuk program share buyback sekitar € 6 miliar selama 2026 · 2029. Target sinergi biaya mencapai US$ 600 juta per tahun. Transaksi diharapkan rampung pertengahan 2027, menunggu persetujuan pemegang saham dan regulator. Portofolio perusahaan gabungan akan mencakup merek McCormick, Knorr, Hellmann's, Cholula, Maille, dan Frank's.
Konteks
Kinerja UNVR menunjukkan tekanan pertumbuhan pascapandemi. Penjualan perseroan mencapai Rp 42,97 triliun pada 2020 dengan laba bersih Rp 7,16 triliun, lalu turun menjadi Rp 39,55 triliun pada 2021. Pada 2024, setelah penyajian kembali laporan keuangan menyusul pemisahan es krim, penjualan operasi berlanjut tercatat Rp 30,62 triliun dan laba bersih Rp 2,90 triliun. Pada 2025, kinerja mulai membaik dengan penjualan operasi berlanjut Rp 31,94 triliun dan laba bersih Rp 3,54 triliun.
Harga saham UNVR juga tertekan dalam lima tahun terakhir, turun 55,79% dari Rp 4.060 menjadi Rp 1.800 (hingga 24 Agustus 2026). Secara year to date, saham turun 30,77% dari level pembukaan Rp 2.600 awal 2026. Sementara di tingkat global, Unilever PLC mencatat penjualan € 50,7 miliar pada 2020, naik menjadi € 60,8 miliar pada 2024, sebelum turun menjadi € 50,5 miliar pada 2025 seiring restrukturisasi portofolio.
Pengamat pasar modal Hans Kwee menilai penurunan kinerja UNVR bukan hanya soal daya beli, tetapi juga fundamental konsumen dan lanskap industri. Konsumen Indonesia, terutama generasi muda, semakin brand-agnostic dan mempertimbangkan value for money. Pergeseran belanja ke e-commerce dan social commerce memberi ruang lebih besar bagi merek lokal. Investment Advisor Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang, menyebut permasalahan tidak hanya cyclical, tetapi sudah structural shift dalam consumer landscape.
Apa artinya
Divestasi bisnis makanan menandai reposisi strategi fundamental UNVR. Kategori makanan menghadapi tantangan rantai pasok dan fluktuasi harga bahan baku, sementara HPC dinilai memiliki margin dan ruang pertumbuhan lebih besar. CEO Unilever Global Fernando Fernandez menyatakan transaksi ini merupakan langkah mempertajam portofolio menuju kategori pertumbuhan tinggi sebagai pemain murni HPC senilai € 39 miliar. Bisnis pro forma setelah mengecualikan Foods mencatat pertumbuhan penjualan organik tahunan gabungan 5,4% dalam tiga tahun terakhir, dengan gross margin 48% dan underlying operating margin 19%.
Bagi investor UNVR, implikasinya adalah konsentrasi bisnis pada HPC-yang bisa mengurangi diversifikasi portofolio tetapi memperjelas fokus pertumbuhan. Hans Kwee menilai pelepasan aset non-core efektif menstabilkan margin laba jangka pendek, namun belum cukup mengembalikan growth story UNVR. Alrich melihat divestasi sebagai portfolio optimization, namun risiko konsentrasi portofolio perlu diwaspadai: semakin banyak bisnis dilepas, semakin besar beban pertumbuhan pada bisnis tersisa.
Perlu dicermati apakah fokus ke HPC mampu mengangkat pertumbuhan volume tanpa mengorbankan margin, terutama di tengah persaingan merek lokal yang agresif dan perubahan perilaku konsumen. Penyelesaian merger global pertengahan 2027 juga akan menjadi tonggak penting untuk menilai dampak restrukturisasi terhadap kinerja UNVR ke depan. Investor perlu memantau perkembangan divestasi Bango dan Royco, serta eksekusi strategi HPC, untuk menilai prospek pemulihan kinerja operasional dan valuasi saham.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Bisnis apa saja yang dilepas UNVR?
Apa dampak merger Unilever-McCormick bagi UNVR?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.