Sinyal IPO Kopi Kenangan Menguat, Target Valuasi Rp 18 Triliun
Kedai kopi Kopi Kenangan tengah menjajaki IPO dengan valuasi target US$ 1 miliar. Pendapatan 2025 tercatat US$ 184 juta, unggul dari emiten saingan FORE yang meraup Rp 1,49 triliun.
Rencana pencatatan saham perdana (IPO) jaringan kedai kopi modern Kopi Kenangan kembali mencuat. Perusahaan yang didukung investor ternama seperti bintang tenis Serena Williams dan pengusaha hip-hop Jay-Z ini tengah menjajaki kemungkinan IPO dengan valuasi yang bisa mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp 18 triliun. Meski masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan pasti, sinyal ini semakin menguat seiring solidnya kinerja keuangan perusahaan sepanjang 2025.
Pendiri sekaligus CEO Grup Kopi Kenangan, Edward Tirtanata, mengungkapkan dalam unggahan LinkedIn pada Januari 2026 bahwa pendapatan bersih perusahaan sepanjang 2025 tumbuh 45% secara tahunan menjadi US$ 184 juta (sekitar Rp 3,10 triliun menggunakan kurs rata-rata BI 2025), sementara laba bersih mencapai US$ 17 juta (sekitar Rp 286,7 miliar). Kenangan Group menargetkan ekspansi agresif pada 2026 dengan menambah sekitar 524 gerai menjadi 1.848 gerai, diproyeksikan mendorong pendapatan bersih menjadi US$ 265 juta dan laba bersih US$ 29 juta.
Rincian rencana IPO
Menurut laporan The Wall Street Journal, pembahasan potensi pencatatan saham Kopi Kenangan masih berada pada tahap awal. Perusahaan belum menunjuk bank investasi untuk memimpin proses IPO, dan belum mengambil keputusan pasti mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pencatatan saham, maupun valuasi final. Singapura disebutkan sebagai salah satu bursa potensial untuk pencatatan saham, selain kemungkinan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Wakil Presiden Bidang Keuangan Korporat dan Pengembangan Kopi Kenangan, Junxian Li, menyatakan perusahaan terus mengevaluasi berbagai opsi strategis dan pembiayaan untuk mendukung ekspansi bisnis dan membuka peluang monetisasi bagi pemegang saham. "Hal ini mencakup dialog rutin dengan lembaga keuangan, investor, dan penasihat, yang merupakan bagian normal dari menjalankan bisnis pada tahap kami saat ini," katanya.
Serena Williams dan Jay-Z bergabung sebagai investor Kopi Kenangan pada 2019, masing-masing menanamkan modal melalui Serena Ventures dan Roc Nation.
Konteks persaingan dengan FORE
Jika terealisasi di BEI, Kopi Kenangan akan berhadapan langsung dengan PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), emiten pemilik jaringan Fore Coffee yang telah lebih dulu tercatat di bursa. Perbandingan kinerja keuangan 2025 menunjukkan Kopi Kenangan unggul dari sisi skala: pendapatan Kopi Kenangan sekitar Rp 3,10 triliun berbanding Rp 1,49 triliun milik FORE, sementara laba bersih Kopi Kenangan sekitar Rp 286,7 miliar dibanding Rp 90,13 miliar milik FORE.
FORE sendiri mencatat pertumbuhan solid pada 2025, dengan laba bersih melesat 55% year-on-year dan penjualan tumbuh 44% didorong kenaikan di seluruh lini bisnis-penjualan minuman naik 42% menjadi Rp 1,56 triliun, penjualan makanan naik 56% menjadi Rp 169,97 miliar. Secara umum, kedua pemain ini menunjukkan tren pertumbuhan kuat di sektor kopi modern Indonesia yang terus berkembang pesat.
Apa artinya bagi pasar
Dari sudut pandang Radar Pasar, potensi IPO Kopi Kenangan patut dicermati sebagai sinyal kebangkitan minat pasar modal terhadap sektor konsumer dan F&B, khususnya pasca-periode volatilitas pasar beberapa tahun lalu. Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai prospek IPO Kopi Kenangan cukup menarik mengingat kekuatan merek, jaringan gerai yang luas, dan eksposur ke sektor konsumsi yang masih memiliki ruang pertumbuhan.
Namun, kehadiran FORE sebagai pembanding langsung akan mendorong investor lebih selektif dalam menilai valuasi. "Persaingan ini justru dapat mendorong pasar memberikan valuasi yang lebih rasional berdasarkan fundamental masing-masing perusahaan," kata Elandry. Implikasinya, daya tarik IPO Kopi Kenangan tidak hanya bergantung pada popularitas merek, tetapi kemampuan mencetak laba berkelanjutan, menjaga margin di tengah persaingan ketat, dan menjalankan ekspansi secara disiplin-aspek yang kini menjadi prioritas investor.
Perlu dicermati bahwa status unicorn dan dukungan investor ternama memang memberikan sinyal positif, namun keputusan final soal IPO, termasuk pilihan bursa (BEI atau regional seperti Singapura), akan sangat mempengaruhi aksesibilitas investor domestik terhadap saham ini. Bagi pelaku pasar Indonesia, IPO Kopi Kenangan-jika terwujud di BEI-berpotensi menjadi salah satu penawaran saham perdana paling ditunggu di sektor konsumer tahun ini, sekaligus menambah kompetisi sehat di segmen kopi modern yang sudah diwakili FORE.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa valuasi target IPO Kopi Kenangan?
Bagaimana perbandingan kinerja Kopi Kenangan dengan FORE pada 2025?
Aksi korporasi lain
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Ekonom Prediksi Gejolak Pasar
OILS Dirikan Anak Usaha Ketiga untuk Perkuat Bisnis
Direktur RANS Mundur Dua Minggu Pasca-IPO, Saham Tertekan
Indointernet (EDGE) Suntik Modal Anak Usaha Rp25 Miliar Jelang Delisting
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.