MDKA Tambah Kepemilikan di Anak Usaha EMAS Jadi 64,01%
PT Merdeka Copper Gold Tbk membeli 100,55 juta saham PT Merdeka Gold Resources Tbk dalam periode 28 Juli-12 Agustus 2026, menaikkan porsi kepemilikan dari 63,33% menjadi 64,01%.
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) secara bertahap menambah kepemilikan saham di anak usahanya, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS), yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, MDKA membeli sebanyak 100,55 juta saham EMAS dalam periode 28 Juli hingga 12 Agustus 2026.
Aksi korporasi ini dilaporkan melalui laporan perubahan kepemilikan saham pada 13 Agustus 2026. Presiden Direktur MDKA Albert Saputro menyatakan seluruh transaksi dilakukan untuk tujuan investasi, sejalan dengan kepentingan jangka panjang perseroan terhadap pertumbuhan EMAS.
Rincian transaksi
Dengan pembelian tersebut, total kepemilikan MDKA di EMAS bertambah dari 9,32 miliar saham menjadi 9,42 miliar saham. Porsi hak suara MDKA meningkat dari 63,33% menjadi 64,01%, sehingga emiten yang merupakan kongsi Grup Saratoga dan Garibaldi "Boy" Thohir ini tetap menjadi pemegang saham pengendali EMAS.
Transaksi dilakukan secara bertahap sepanjang dua pekan, menunjukkan strategi akumulasi yang terencana. Sumber dana dan harga rata-rata per saham tidak disebutkan dalam keterbukaan informasi yang dipublikasikan.
Konteks
Pembelian saham ini terjadi setelah EMAS mencatatkan kenaikan produksi signifikan di Tambang Emas Pani pada kuartal II 2026. Produksi emas mencapai 15.594 ons dan perak 29.796 ons, melonjak dibanding kuartal sebelumnya yang masing-masing 1.818 ons emas dan 3.496 ons perak. Penjualan emas juga meningkat menjadi 6.439 ons dari 516 ons sebelumnya, dengan harga jual rata-rata US$4.382 per ons.
EMAS juga baru menjalani pencatatan sekunder di Hong Kong pada 26 Juni 2026, yang memperluas akses perusahaan terhadap investor internasional. Operasi heap leach di Tambang Emas Pani kini berkapasitas 8 juta ton bijih per tahun, lebih tinggi dari rencana awal 7 juta ton, dengan kajian peningkatan menjadi 10 juta ton setelah 2026.
Perusahaan juga tengah mempercepat pengembangan fasilitas carbon-in-leach (CIL) dengan target operasional pada 2028 berkapasitas 12 juta ton per tahun, meningkat dari desain awal 7,5 juta ton. Target produksi emas 2026 dipertahankan di kisaran 100.000-115.000 ons.
Apa artinya
Penambahan kepemilikan ini mengindikasikan keyakinan pemegang saham pengendali terhadap prospek EMAS di tengah fase ramp-up operasional Tambang Emas Pani. Dengan posisi mayoritas yang diperkuat, MDKA semakin mengokohkan kendali strategis terhadap aset tambang emas yang sedang dalam tahap pertumbuhan produksi.
Bagi pemegang saham minoritas EMAS, aksi ini perlu dicermati dari dua sisi. Di satu sisi, mencerminkan komitmen induk perusahaan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang-terutama mengingat investasi besar yang diperlukan untuk ekspansi fasilitas CIL dan peningkatan kapasitas produksi. Di sisi lain, penambahan kepemilikan pengendali mengurangi porsi relatif free float dan dapat memengaruhi likuiditas perdagangan saham EMAS.
Secara operasional, fokus kini tertuju pada kemampuan EMAS mempertahankan panduan biaya produksi (cash cost US$900-1.100 per ons, AISC US$1.300-1.450 per ons) sambil meningkatkan volume produksi secara signifikan di paruh kedua 2026. Keberhasilan fase ramp-up dan penyelesaian proyek CIL akan menjadi kunci realisasi nilai investasi yang ditanamkan MDKA.
Investor perlu memantau perkembangan proyek infrastruktur, realisasi produksi versus target, serta dinamika harga emas global yang akan memengaruhi profitabilitas operasi ke depan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa saham EMAS yang dibeli MDKA?
Apa tujuan pembelian saham tambahan ini?
Aksi korporasi lain
Gudang Garam Suntik Anak Usaha Rp200 Miliar untuk Bandara Dhoho
EURO Rencanakan Rights Issue 2 Miliar Saham, Dilusi Maksimal 43,97%
PBSA Rencanakan Stock Split 1:2 untuk Perluas Basis Investor
INDY Bentuk 2 Anak Usaha Baru untuk Logistik dan Kepelabuhanan
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.