GULA Balik Untung, Rencanakan Akuisisi Pabrik 1.000 Ton/Hari
PT Aman Agrindo Tbk (GULA) membukukan laba Rp34,8 juta di Q2 2026, membalik dari rugi Rp1,6 miliar tahun sebelumnya. Perseroan tengah memproses akuisisi pabrik gula di Jawa Tengah berkapasitas 1.000 ton giling tebu per hari, ditargetkan rampung 2026.
Kinerja keuangan membaik tajam
PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatat pembalikan kinerja signifikan di kuartal kedua 2026. Penjualan perseroan mencapai Rp144,3 miliar, naik 121,5% dari Rp65 miliar pada periode sama tahun sebelumnya. Laba usaha melonjak lebih dari 100%, dari Rp2,4 miliar menjadi Rp5,7 miliar.
Yang paling mencolok, emiten gula ini berhasil membalik kerugian menjadi keuntungan. Jika Q2 2025 masih mencatat rugi Rp1,6 miliar, kini GULA membukukan laba bersih Rp34,8 juta. Performa saham juga mengesankan-naik 226,34% sejak awal tahun (year-to-date), meski BEI memberikan perhatian khusus atas volatilitas transaksi yang dianggap tidak wajar. Per artikel ini dipublikasi, saham GULA naik 6,88% di level Rp855.
Rincian rencana akuisisi
Direktur Utama GULA Andreas Utomo mengumumkan perseroan tengah memproses akuisisi salah satu pabrik gula di Jawa Tengah. Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi 1.000 ton giling tebu per hari-lebih besar dibanding pabrik yang tengah dibangun GULA di Pandeglang (500 ton/hari).
"Saat ini proses akuisisi perusahaan gula di Jawa Tengah tengah berproses. Kami berharap tahun ini proses akuisisi sudah dapat diselesaikan," kata Andreas. Belum dirinci nilai transaksi, skema pembiayaan, maupun identitas target akuisisi.
Proses akuisisi ini berjalan paralel dengan pembangunan pabrik baru GULA di Pandeglang yang diperkirakan beroperasi Q4 2026. Pabrik tersebut akan memproduksi gula merah dengan kapasitas 500 ton per hari.
Konteks industri dan strategi ekspansi
Langkah ekspansif GULA dilatari oleh kesenjangan pasokan gula nasional. Andreas menjelaskan kebutuhan gula Indonesia mencapai 6,5 juta ton per tahun, sementara produksi dalam negeri hanya 2,67 juta ton-menunjukkan gap signifikan yang masih perlu diisi impor atau peningkatan kapasitas domestik.
"Permintaan gula merah di Indonesia masih sangat terbuka lebar," ujar Andreas, merujuk pada fokus pabrik Pandeglang. Secara umum, industri gula Indonesia masih menghadapi tantangan swasembada, meski pemain domestik terus berupaya memperbesar kapasitas produksi.
Apa artinya bagi pemegang saham
Rencana akuisisi ini bersifat material bagi GULA, mengingat kapasitas 1.000 ton/hari akan mendongkrak output signifikan-dua kali lipat dari pabrik Pandeglang. Jika terealisasi tahun 2026, kombinasi dua fasilitas baru berpotensi mengubah skala operasi perseroan secara substansial.
Namun investor perlu mencermati beberapa hal. Pertama, detail valuasi dan struktur pembiayaan akuisisi belum diungkap-apakah cash, utang, atau penerbitan saham baru. Kedua, eksekusi proyek (waktu penyelesaian akuisisi dan operasional pabrik Pandeglang) akan krusial untuk memenuhi proyeksi pendapatan. Ketiga, volatilitas saham yang memicu perhatian BEI menandakan perlu kehati-hatian terhadap fluktuasi harga jangka pendek.
Secara strategis, GULA tampak memanfaatkan momentum perbaikan kinerja untuk memperbesar kapasitas di tengah peluang pasar domestik yang masih luas. Keberhasilan integrasi aset-aset baru akan menentukan apakah pertumbuhan pendapatan dapat berkelanjutan pasca-akuisisi.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Apa target akuisisi GULA dan kapan ditargetkan selesai?
Bagaimana kinerja keuangan GULA di Q2 2026?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.