Grup Salim Jadi Distributor Resmi Nintendo, Gairah Konglomerat di Gim
Grup Salim memboyong Nintendo Switch dan Switch 2 ke Indonesia mulai Desember 2026 melalui PT Nusantara Interactive Niaga. Langkah ini menegaskan minat konglomerat terhadap industri gim yang mencapai Rp 19,7 triliun pada 2025.
Grup Salim memperluas jejak bisnisnya ke industri gim dengan menjadi distributor resmi produk Nintendo di Indonesia. Melalui PT Nusantara Interactive Niaga, konglomerat ini akan meluncurkan Nintendo Switch dan Nintendo Switch 2 secara resmi mulai Desember 2026. Executive Director Salim Group Axton Salim menyatakan dalam peluncuran resmi di Jakarta (11 Agustus) bahwa peran ini membuka peluang menangkap potensi pasar gim nasional yang terus berkembang, khususnya dari komunitas gamer dan penggemar konsol.
Keterlibatan Grup Salim di industri gim sebenarnya bukan baru. Pada 2019, Grup Salim melalui PT Anugerah Kreasi Gemilang (AKG) telah bekerja sama dengan The Pokémon Company untuk membawa Pokémon Trading Card Game ke Indonesia. AKG memegang lisensi utama Pokémon Trading Card Game versi Bahasa Indonesia dan sejak 2019 menjadi master licensee merek Pokémon di Indonesia. Perusahaan ini juga menjalankan bisnis manajemen IP, event, publishing gim, serta pernah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan gim global termasuk Blizzard Entertainment, Akatsuki, Square Enix, dan ESL.
Pasar Gim Indonesia Bernilai Puluhan Triliun
Langkah Grup Salim mencerminkan besarnya minat konglomerat terhadap industri gim Indonesia. Menurut riset Niko Partners, pendapatan industri gim Indonesia mencapai lebih dari US$ 1,1 miliar atau Rp 19,7 triliun (kurs Rp 17.919 per dolar AS) pada 2025. Angka ini diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 1,5 miliar atau Rp 26,88 triliun pada 2030. Sementara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat valuasi pasar gim di Indonesia pada 2025 sekitar US$ 2 miliar atau Rp 34 triliun.
Indonesia memiliki lebih dari 200 juta gamer aktif, menjadikannya salah satu basis pemain video game terbanyak di dunia. Meskipun pengeluaran masyarakat untuk gim mencapai miliaran rupiah per hari untuk transaksi digital, pangsa pasar pengembang lokal masih sangat minim. Pemerintah tengah mendorong pengembang lokal agar dapat mengambil porsi lebih besar dari pasar domestik sekaligus memperluas penjualan ke pasar internasional.
Konglomerat Lain di Industri Gim
Grup Salim bukan satu-satunya pemain besar yang masuk industri gim. Telkom Group membangun ekosistem gaming relatif lengkap melalui Nuon Digital Indonesia dan Dunia Games Telkomsel, mencakup publishing, distribusi, dan pengembangan gim. Telkom mencatat 21,6 juta paying users untuk layanan digital games dan 134 juta transaksi dalam laporan ke SEC pada 2025. Telkomsel juga membentuk PT Games Karya Nusantara (merek Majamojo) bersama PT Aplikasi Multimedia Anak Bangsa milik GoTo pada 2022 untuk bisnis gim di Asia Tenggara.
MNC Group masuk melalui PT MNC Digital Entertainment dan PT Esports Star Indonesia (ESI). Pada 2021, MNC mengakuisisi 80% saham ESI. Pada 2022, ESI mendapatkan hak penerbitan global untuk gim mobile Fight of Legends dari Sugarworks. Grup Emtek pernah berinvestasi di Artoncode, pengembang gim lokal, menunjukkan jalur masuk melalui investasi tanpa harus membangun studio sendiri. Sinar Mas Land mengambil pendekatan berbeda dengan membangun ekosistem gaming dan esports di BSD City melalui kerja sama dengan NXL Esports, menghadirkan NXL Esports Center dan Esports Academy.
Apa Artinya
Masuknya konglomerat besar seperti Grup Salim sebagai distributor resmi Nintendo menggarisbawahi bahwa industri gim Indonesia tidak lagi dipandang sebagai segmen niche, melainkan peluang bisnis bernilai triliunan rupiah yang layak dieksplorasi pemain besar. Implikasinya, kompetisi di berbagai rantai nilai industri gim-dari publishing, distribusi, pembayaran, hingga esports-akan semakin ketat.
Yang perlu dicermati adalah bagaimana keterlibatan konglomerat ini dapat memperkuat ekosistem pengembang lokal. Secara umum, besarnya nilai pasar belum otomatis mengalir ke perusahaan domestik; sebagian besar pendapatan masih diraih pemain global. Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif terus mendorong pengembang lokal untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang mampu bersaing di pasar internasional. Kerja sama Ekraf dengan Coda pada 2026 diarahkan untuk membantu akses pengembang Indonesia ke pasar global-langkah penting agar momentum konglomerat masuk industri gim juga membawa multiplier effect bagi pelaku lokal.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Kapan Nintendo Switch resmi diluncurkan di Indonesia?
Seberapa besar pasar industri gim di Indonesia?
Aksi korporasi lain
BEI Buka Opsi Private Placement dan IPO dalam Demutualisasi
MBMA Tawarkan Kupon Obligasi Tahap V hingga 10,5%, Raup Rp2,34 T
Saham PACK Melesat 31% Sebulan, Beredar Kabar Rights Issue Jumbo
BRNA Rights Issue Rp372,61 Miliar, Terbitkan 181,32 Juta Waran Seri I
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.