FITT Akuisisi 50% Saham Tambang Nikel VTP Rp46,5 Miliar, Tinggalkan Hotel
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) mengakuisisi 50% saham PT Venturi Tambang Perkasa senilai Rp46,5 miliar, menandai transformasi dari perhotelan ke jasa pertambangan nikel. Pembiayaan diperoleh dari divestasi dua anak usaha senilai Rp67,9 miliar.
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) resmi mengakuisisi 50% kepemilikan PT Venturi Tambang Perkasa (VTP) senilai Rp46,5 miliar dari PT Sheng Yue Hengli. Keputusan strategis ini disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan RUPSLB pada 26 Juni 2026, menandai perubahan fundamental arah bisnis perseroan dari perhotelan menuju jasa penunjang pertambangan nikel.
Rincian transaksi
FITT membiayai akuisisi melalui divestasi dua anak usahanya. Perseroan melepas 99,99% saham BMP kepada PT Berkarya Bersama Servindo senilai Rp21,9 miliar, serta 99,96% saham FAW kepada PT Pratama Global Sevindo senilai Rp46,9 miliar. Total proceeds dari kedua divestasi mencapai Rp67,9 miliar-lebih dari cukup untuk membiayai akuisisi 50% VTP sebesar Rp46,5 miliar. Selisih dana sekitar Rp21,4 miliar akan dialokasikan untuk restrukturisasi utang perusahaan.
VTP sendiri beroperasi di Luwuk, Sulawesi, menjalankan bisnis jasa pertambangan dengan model kontrak business to business (B2B) berbasis volume produksi (wet metric ton/WMT) dan kontrak jangka menengah hingga panjang. Sepanjang 2025, VTP mencatat pendapatan Rp128,7 miliar dengan laba operasional sekitar Rp36 miliar. Total aset perusahaan tercatat Rp169 miliar, sementara volume produksi nikel mencapai 742.321 ton.
Konteks
Langkah transformasi ini mencerminkan upaya FITT keluar dari bisnis perhotelan yang menghadapi tantangan profitabilitas. Direktur FITT Ou Yang menyatakan harapan terjadinya "pembalikan struktural dari hotel yang merugi menuju bisnis jasa tambang yang lebih menguntungkan dan berkelanjutan." Pasca akuisisi, FITT akan bertransformasi menjadi perusahaan investasi (investment holding) dengan fokus pada sektor jasa pertambangan.
Sektor jasa penunjang pertambangan nikel di Indonesia tumbuh seiring boom hilirisasi nikel untuk industri baterai kendaraan listrik. Perusahaan seperti VTP yang menyediakan jasa penggalian dan pengangkutan dengan kontrak berbasis volume menikmati permintaan stabil dari pemilik konsesi tambang, dengan risiko operasional yang berbeda dari usaha perhotelan.
Apa artinya
Transformasi FITT dari perhotelan ke jasa tambang nikel merupakan pivoting radikal yang membawa implikasi signifikan. Secara positif, akuisisi 50% VTP yang sudah menghasilkan laba operasional Rp36 miliar (2025) berpotensi memperbaiki struktur pendapatan FITT-asalkan integrasi berjalan mulus dan kontrak-kontrak VTP tetap terjaga.
Perlu dicermati bahwa FITT baru menguasai 50% VTP, artinya keputusan strategis masih memerlukan konsensus dengan pemegang saham lainnya. Manajemen menyebut akan mengevaluasi peluang meningkatkan kepemilikan di atas 50% pada tahap ekspansi, yang mungkin memerlukan pendanaan tambahan.
Rencana jangka panjang FITT mencakup tiga tahap: integrasi bisnis, ekspansi dan diversifikasi, serta konsolidasi ekosistem usaha pertambangan. Ambisi ini memerlukan eksekusi yang solid, mengingat manajemen FITT kini harus menguasai dinamika sektor yang sangat berbeda dari hospitality-mulai dari manajemen kontrak tambang, logistik berat, hingga kepatuhan lingkungan.
Bagi pemegang saham FITT, transformasi ini mengubah profil risiko dan prospek perusahaan secara mendasar. Suksesnya strategi bergantung pada kelanjutan permintaan jasa tambang nikel, stabilitas operasional VTP, dan kemampuan manajemen mengelola bisnis baru. Investor perlu memantau laporan keuangan kuartalan pasca-akuisisi untuk menilai kontribusi riil VTP terhadap konsolidasi FITT dan apakah transformasi benar-benar menghasilkan pembalikan kinerja seperti diharapkan.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Mengapa FITT meninggalkan bisnis perhotelan?
Berapa kepemilikan FITT di VTP dan apakah bisa ditingkatkan?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.