Makroekonomi
EV
Electric Vehicle / Kendaraan Listrik
Kendaraan berbahan bakar listrik penuh (BEV) atau hybrid. Penjualan EV Indonesia tumbuh 380% YoY 2025, tapi masih <2% total pasar otomotif.
EV atau Electric Vehicle adalah kendaraan yang digerakkan oleh tenaga listrik, mencakup kendaraan listrik penuh berbasis baterai (BEV) maupun varian hybrid yang menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran. Berbeda dari kendaraan konvensional, EV mengandalkan energi listrik sebagai sumber tenaga utama atau pendamping.
Cara kerja dan ekosistemnya: kendaraan listrik bergantung pada baterai, sistem pengisian daya, serta jaringan infrastruktur pengisian yang memadai. Karena itu pertumbuhan adopsi EV sangat dipengaruhi oleh ketersediaan stasiun pengisian, harga baterai, dan kebijakan insentif. Di Indonesia, pengembangan EV juga dikaitkan dengan rantai pasok nikel sebagai bahan baku baterai.
Cara membacanya: tingkat penetrasi EV biasanya diukur sebagai pangsa terhadap total penjualan kendaraan. Pertumbuhan persentase yang tinggi sering terjadi dari basis yang masih kecil, sehingga perlu dibaca bersama porsi absolutnya terhadap keseluruhan pasar otomotif.
Dibahas dalam
Pertanyaan umum
- Apa itu EV?
- EV atau Electric Vehicle adalah kendaraan bertenaga listrik, baik kendaraan listrik penuh berbasis baterai maupun hybrid.
- Apa beda BEV dan hybrid?
- BEV digerakkan sepenuhnya oleh baterai listrik, sedangkan hybrid menggabungkan motor listrik dengan mesin pembakaran konvensional.
- Apa yang memengaruhi adopsi EV di Indonesia?
- Adopsi EV dipengaruhi ketersediaan infrastruktur pengisian, harga baterai, kebijakan insentif, dan dukungan rantai pasok dalam negeri.