Wisman mendekati level 2019 dan devisa naik - tapi over-konsentrasi Bali & pergeseran ke quality tourism jadi ujian.
Penulis
Tim Riset Radar PasarDiterbitkan
Radar Pasar Weekly
Satu email per minggu: rekap indikator makro terbaru + laporan yang baru terbit. Gratis. Berhenti kapan saja.
FAQ
Selanjutnya
BPS merilis Produk Domestik Bruto empat kali setahun, umumnya tanggal 5 Februari, Mei, Agustus, dan November. Setiap rilis memuat tiga ukuran pertumbuhan (y-on-y, q-to-q, c-to-c) serta dua versi nilai PDB (atas dasar harga berlaku dan harga konstan seri 2010). Panduan ini menjelaskan kapan masing-masing dipakai, kenapa media mengutip angka ADHK, dan kenapa "andil" lebih informatif daripada persentase pertumbuhan komponen.
Neraca perdagangan barang adalah nilai ekspor dikurangi nilai impor pada satu periode. Rilis BPS Juni 2026 mencatat defisit USD 0,45 miliar meskipun perdagangan nonmigas surplus USD 3,04 miliar, karena defisit migas USD 3,49 miliar lebih besar. Panduan ini menjelaskan pemisahan migas dan nonmigas, beda angka bulanan dengan kumulatif, konvensi ekspor FOB dan impor CIF, serta cara membaca komposisi impor.
Istilah dalam laporan ini
Klik untuk definisi singkat di glosarium.
Rights issue, resminya Penambahan Modal dengan Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), menawarkan saham baru lebih dulu kepada pemegang saham lama secara proporsional lewat instrumen bernama HMETD. Hak itu punya nilai ekonomi, bisa diperdagangkan di bursa, dan hangus otomatis dari rekening efek bila tidak dilaksanakan sampai jatuh tempo. Artikel ini membedah istilah jadwal, tiga pilihan pemegang saham, dan aritmetika dilusi lewat contoh ilustratif yang dihitung sendiri oleh Tim Riset Radar Pasar.
Wisman 2024
13,9 juta
BPS - 2019: 16,1 juta
Devisa pariwisata
USD 16+ B
estimasi Kemenpar 2024
Perjalanan wisnus
Miliaran
jangkar domestik
Pangsa Bali (wisman)
~45%
BPS - over-konsentrasi
Destinasi prioritas
5 DSP
diversifikasi
Fokus strategi
Quality
bukan sekadar volume
Berdasarkan kompilasi Radar Pasar dari data BPS, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta statistik devisa Bank Indonesia, sektor pariwisata Indonesia 2026 berada di titik pemulihan yang nyata namun belum merata. Cerita besarnya bukan lagi "apakah turis kembali", melainkan "apakah manfaatnya bisa menyebar ke luar Bali dan bergeser ke kualitas".
Setelah hantaman pandemi, indikator utama kembali menanjak:
Ketergantungan ini adalah alasan utama pemerintah mendorong diversifikasi destinasi.
Program "5 Destinasi Super Prioritas" (DSP) diarahkan untuk menyebarkan arus wisatawan ke luar Bali:
| Destinasi | Lokasi | Daya tarik utama |
|---|---|---|
| Danau Toba | Sumatera Utara | Danau vulkanik terbesar, budaya Batak |
| Borobudur | Jawa Tengah | Candi Buddha terbesar, wisata budaya |
| Mandalika | NTB | Sirkuit MotoGP, pantai |
| Labuan Bajo | NTT | Komodo, wisata bahari premium |
| Likupang | Sulawesi Utara | Pantai, menyelam |
Hasilnya beragam. Labuan Bajo dan Mandalika menarik perhatian lewat event dan positioning premium, tapi secara keseluruhan kelima DSP belum menarik volume sepadan dengan Bali. Pekerjaan rumahnya jelas: konektivitas penerbangan, amenitas, dan kualitas pengalaman.
Narasi kebijakan bergeser dari mengejar jumlah kunjungan ke mengejar nilai per kunjungan:
Laporan ini bagian dari seri Radar Pasar yang menelaah sektor di mana pertumbuhan besar Indonesia berhadapan dengan kendala struktural:
Laporan ini bersifat informasi dan edukasi mengenai dinamika industri, bukan rekomendasi investasi. Lihat disclaimer lengkap.
Laporan ini disusun dari data publik resmi (BPS, BI, OJK, BEI, kementerian/lembaga terkait) serta rilis asosiasi industri dan perusahaan, lalu disintesis menjadi analisis dengan asumsi terbuka. Angka non-resmi adalah estimasi Radar Pasar dan diberi label demikian - bukan hasil survei primer.
Lihat metodologi lengkap.