Pasar Modal
Margin Call
Peringatan penambahan jaminan margin
Peringatan dari perusahaan sekuritas agar nasabah menambah dana atau jaminan, karena nilai portofolio yang dibeli dengan fasilitas margin turun melewati ambang yang dipersyaratkan.
Fasilitas margin memungkinkan nasabah membeli saham sebagian dengan dana pinjaman dari sekuritas, dengan saham yang dibeli menjadi jaminan. Sekuritas menetapkan rasio pemeliharaan jaminan sesuai perjanjian dan ketentuan regulator. Ketika harga saham jaminan turun sehingga rasio itu terlanggar, sekuritas mengeluarkan margin call.
Margin call penting dipahami karena ada konsekuensi tegas di belakangnya: jika nasabah tidak menambah dana atau jaminan dalam jangka waktu yang ditentukan, sekuritas berhak menjual paksa sebagian atau seluruh posisi (forced sell) untuk mengembalikan rasio ke tingkat aman.
Cara membacanya: margin call adalah mekanisme pengendalian risiko pinjaman, bukan hukuman. Ambang rasio, tenggat waktu, dan saham apa saja yang boleh dibeli dengan margin berbeda antar sekuritas dan diatur ketentuan yang dapat berubah, jadi pahami perjanjian margin dan rujuk ketentuan terkini sebelum menggunakan fasilitas ini.
Pertanyaan umum
- Apa itu margin call?
- Margin call adalah peringatan dari sekuritas agar nasabah menambah dana atau jaminan karena nilai portofolio yang dibeli dengan fasilitas margin turun melewati ambang rasio yang dipersyaratkan.
- Apa yang terjadi jika margin call tidak dipenuhi?
- Sekuritas berhak melakukan forced sell, yaitu menjual paksa sebagian atau seluruh saham nasabah untuk menutup kewajiban dan mengembalikan rasio jaminan ke tingkat yang dipersyaratkan.
- Apa beda margin call dan forced sell?
- Margin call adalah peringatan untuk menambah jaminan, sedangkan forced sell adalah tindak lanjutnya: penjualan paksa oleh sekuritas jika peringatan itu tidak dipenuhi dalam tenggat yang ditentukan.