Makroekonomi
Hawkish
Sikap moneter ketat
Sikap kebijakan moneter yang cenderung mengetatkan: menaikkan atau menahan suku bunga tinggi untuk meredam inflasi atau menjaga nilai tukar. Lawannya adalah dovish.
Istilah ini berasal dari analogi elang (hawk) yang agresif. Pejabat bank sentral yang hawkish memprioritaskan stabilitas harga di atas dorongan pertumbuhan, dan condong mengetatkan likuiditas. Sinyalnya terbaca dari arah suku bunga acuan maupun nada pernyataan resmi.
Dampaknya menjalar ke ekonomi: bunga kredit dan deposito cenderung naik, penyaluran kredit dan konsumsi melambat, sementara nilai tukar sering mendapat dukungan karena selisih bunga yang lebih menarik menahan atau menarik masuk modal asing. Pasar saham kerap tertekan oleh biaya dana yang lebih tinggi.
Di Indonesia, Bank Indonesia bersikap hawkish saat tekanan terhadap rupiah atau inflasi meningkat, misalnya dengan menaikkan BI Rate. Membaca arah Rapat Dewan Gubernur dan bahasa pernyataan Gubernur BI membantu mengantisipasi arah kebijakan.
Dibahas dalam
Pertanyaan umum
- Apa itu kebijakan hawkish?
- Hawkish adalah sikap bank sentral yang cenderung mengetatkan kebijakan moneter, biasanya dengan menaikkan atau menahan suku bunga tinggi untuk meredam inflasi atau menjaga nilai tukar.
- Apa beda hawkish dan dovish?
- Hawkish condong mengetatkan (bunga naik, fokus meredam inflasi), sedangkan dovish condong melonggarkan (bunga turun, fokus mendorong pertumbuhan).