Protelindo Perpanjang Tender Offer SUPR hingga 23 September 2026
Periode penawaran tender sukarela atas saham SUPR yang semula berakhir 24 Agustus diperpanjang hingga 23 September 2026 dengan harga Rp45.000 per saham, sebagai bagian dari rencana go private dan delisting yang telah disetujui RUPS.
Perpanjangan periode tender offer
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) memperpanjang periode penawaran tender sukarela (voluntary tender offer/VTO) atas saham PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Periode pelaksanaan yang semula berakhir pada 24 Agustus 2026 kini diperpanjang hingga 23 September 2026. Harga penawaran tender sukarela tetap sebesar Rp45.000 per saham.
Perpanjangan ini memberikan waktu tambahan bagi pemegang saham publik minoritas SUPR untuk menjual sahamnya kepada Protelindo dalam rangkaian aksi korporasi menuju go private dan delisting.
Rincian transaksi
VTO ini digelar setelah rencana perubahan status SUPR menjadi perusahaan tertutup (go private) dan penghapusan pencatatan saham (voluntary delisting) memperoleh persetujuan pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tanggal 20 Mei 2026.
Saat ini, Protelindo telah menguasai secara langsung sebanyak 1.107.187.889 saham SUPR atau setara 97,33 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Sementara itu, PT Iforte Solusi Infotek (iForte) memiliki 29.411.765 saham atau sekitar 2,58 persen saham SUPR.
Dengan demikian, total kepemilikan Protelindo dan iForte mencapai 1.136.599.654 saham atau setara 99,1 persen kepemilikan di SUPR. Struktur kepemilikan ini menunjukkan bahwa saham publik yang tersisa (free float) hanya sekitar 0,9 persen.
Konteks
Proses go private dan delisting SUPR ini merupakan kelanjutan dari situasi di mana perseroan tidak lagi memenuhi persyaratan free float minimum yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia. Dengan kepemilikan pengendali yang sudah mencapai 99,1 persen, likuiditas perdagangan saham SUPR di pasar sekunder menjadi sangat terbatas.
Secara umum, dalam kasus voluntary delisting dengan kepemilikan mayoritas yang sangat dominan, tender offer menjadi mekanisme untuk memberikan exit opportunity kepada pemegang saham minoritas dengan harga yang telah disepakati dan disetujui RUPS.
Apa artinya
Perpanjangan periode tender offer hingga akhir September 2026 memberikan kesempatan tambahan bagi pemegang saham publik minoritas SUPR untuk melikuidasi posisinya pada harga yang telah ditetapkan, yaitu Rp45.000 per saham. Bagi investor minoritas yang masih memegang saham, ini adalah window period penting untuk memutuskan: menerima tender offer atau tetap bertahan sebagai pemegang saham perusahaan tertutup dengan likuiditas yang sangat terbatas pasca-delisting.
Implikasinya, setelah periode tender offer berakhir dan proses delisting selesai, pemegang saham yang tidak melepas sahamnya akan menghadapi kesulitan dalam menjual saham SUPR karena tidak lagi diperdagangkan di bursa. Meski tetap memiliki hak sebagai pemegang saham (seperti hak atas dividen jika dibagikan), likuiditas menjadi tantangan utama.
Perlu dicermati bahwa harga tender offer Rp45.000 per saham adalah harga yang telah disepakati dan disetujui dalam RUPS sebagai kompensasi bagi pemegang saham publik. Investor perlu mengevaluasi apakah harga ini memadai dibandingkan dengan nilai fundamental dan prospek jangka panjang perseroan, mengingat setelah delisting tidak akan ada lagi harga pasar acuan.
Proses ini juga mencerminkan tren konsolidasi di sektor telekomunikasi infrastruktur di Indonesia, di mana pemain besar seperti Protelindo semakin mengukuhkan kendali penuh atas aset-aset strategis dalam portofolionya.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Sampai kapan perpanjangan tender offer SUPR berlaku?
Apa yang terjadi jika pemegang saham tidak ikut tender offer?
Aksi korporasi lain
VISI Dapat Pengendali Baru, Siap Transformasi ke Sektor Kesehatan
RATU Komitmen Bagi Dividen dengan Target Peningkatan Tiap Tahun
MTO Savitra (VISI) oleh Raffi-Nagita Tuntas, Tak Ada Publik Ikut
Astra International (ASII) Siapkan Dana Rp8 Triliun untuk Buyback Saham
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.