Protelindo Akuisisi 51% DATA, Gantikan iForte sebagai Pengendali
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) resmi menjadi pemegang saham pengendali PT Remala Abadi Tbk (DATA) dengan mengakuisisi 51% saham senilai sekitar Rp700 miliar, menggantikan PT iForte Solusi Infotek yang melepas seluruh kepemilikan 40%-nya.
PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo) resmi menjadi pemegang saham pengendali baru PT Remala Abadi Tbk (DATA) setelah mengakuisisi 51% kepemilikan pada 13 Juli 2026. Transaksi senilai sekitar Rp700 miliar ini menandai pergantian kendali emiten telekomunikasi, dengan Protelindo menggantikan posisi PT iForte Solusi Infotek yang melepas seluruh sahamnya.
Perubahan struktur kepemilikan ini terjadi melalui serangkaian transaksi paralel yang mengubah lanskap pengendalian DATA secara fundamental.
Rincian transaksi
Protelindo melakukan akuisisi melalui dua transaksi terpisah pada tanggal yang sama. Transaksi pertama mencakup pembelian 151,25 juta saham dari Verah Wahyudi Singgih dengan harga Rp1.091 per saham, senilai sekitar Rp165 miliar. Transaksi kedua melibatkan akuisisi 550 juta saham dengan harga Rp974 per saham, senilai sekitar Rp536 miliar.
Total akuisisi Protelindo mencapai 701,25 juta saham atau 51% kepemilikan di DATA. Dalam keterbukaan informasi, Protelindo menyatakan akan "mempertahankan pengendalian" atas emiten ini.
Di sisi lain, iForte melepas seluruh kepemilikan 550 juta saham atau 40% hak suara yang dimilikinya dengan harga Rp974 per saham. Sebelum transaksi, iForte merupakan pemegang saham pengendali DATA. Setelah transaksi, kepemilikan dan hak suara iForte di perusahaan menjadi nol.
Sebelum akuisisi ini, Protelindo tidak memiliki saham maupun hak suara di DATA.
Konteks
iForte merupakan anak usaha 100% dari PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR), emiten menara telekomunikasi milik keluarga Hartono-pemilik Djarum Group-melalui PT Sapta Adhikari Investama dan PT Dwimuria Investama Andalan. Protelindo sendiri juga merupakan entitas dalam ekosistem Grup Djarum.
Transaksi ini secara efektif merupakan restrukturisasi internal dalam grup usaha yang sama, dengan perpindahan kendali dari satu entitas ke entitas lainnya di bawah payung kepemilikan yang lebih luas.
iForte baru masuk ke DATA pada Desember 2024, ketika pemegang saham pengendali sebelumnya-Verah Wahyudi Singgih Wong dan Jimmi Anka-menjual sekitar 40% kepemilikan kepada iForte. Kini, kurang dari dua tahun kemudian, kendali berpindah lagi ke Protelindo.
Apa artinya
Pergantian pengendali ini perlu dicermati dari segi strategi konsolidasi bisnis dalam grup. Secara umum, perpindahan aset dari satu entitas ke entitas lain dalam grup yang sama dapat menandakan optimalisasi struktur kepemilikan atau fokus bisnis yang berbeda antar entitas.
Bagi pemegang saham publik DATA, implikasinya adalah berada di bawah kendali pengendali baru yang mungkin membawa arah strategis berbeda. Protelindo, sebagai entitas telekomunikasi dengan fokus menara dan infrastruktur, berpotensi membawa sinergi operasional yang berbeda dibandingkan iForte.
Harga akuisisi yang bervariasi (Rp974 hingga Rp1.091 per saham) juga perlu dicermati dalam konteks valuasi DATA saat ini. Perbedaan harga ini mencerminkan negosiasi terpisah dengan penjual berbeda.
Ke depan, investor perlu memantau langkah-langkah strategis Protelindo sebagai pengendali baru, termasuk kemungkinan restrukturisasi bisnis, perubahan manajemen, atau rencana pengembangan usaha DATA di bawah kepemilikan baru. Stabilitas operasional dan kontinuitas bisnis juga menjadi aspek penting yang perlu diawasi pasca-pergantian kendali ini.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Berapa total saham DATA yang diakuisisi Protelindo?
Apa hubungan antara Protelindo, iForte, dan Grup Djarum?
Aksi korporasi lain
DAAZ Tambah Fasilitas Pinjaman Anak Usaha Rp6,85 Miliar
WGSH Bidik Dana Rp25,23 Miliar dari Private Placement Semester II-2026
CDIA Realisasikan 79% Dana IPO Senilai Rp1,84 Triliun dalam Setahun
Semen Indonesia Bubarkan Cicit Usaha PT SBI Bangun Nusantara
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.