MIND ID Rombak Direksi Lewat RUPST, Tambah Jabatan Baru
RUPST MIND ID tahun buku 2025 pada 9 Juni 2026 memutuskan pergantian dua direktur dan menambah satu jabatan baru Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan, memperkuat struktur kepemimpinan holding BUMN pertambangan.
Keputusan RUPST
Holding BUMN pertambangan PT Mineral Industri Indonesia (MIND ID) melakukan perombakan struktur Direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025 yang digelar 9 Juni 2026. Keputusan RUPS mengangkat Wahyu Suparyono sebagai Direktur Keuangan dan Investasi menggantikan Adityo Kusumo, serta Achmad Ardianto sebagai Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir menggantikan Tedy Badrujaman. Langkah paling signifikan adalah penambahan jabatan baru Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan yang dijabat Suko Hartono.
Rincian Perubahan Direksi
Dengan perombakan ini, MIND ID kini memiliki 9 anggota Direksi. Posisi Direktur Utama tetap dijabat Maroef Sjamsoeddin, dengan Dany Amrul Ichdan sebagai Wakil Direktur Utama. Direktur lain yang tidak mengalami perubahan adalah Kuswantoro Pranabudi (Direktur Strategi Korporasi, Pengembangan Usaha dan Portofolio), STJ Budi Santoso (Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Sumber Daya Alam), Firman Shantybudi (Direktur Manajemen Risiko, Tata Kelola dan Hukum), dan Pambudi Sunarsihanto (Direktur Sumber Daya Manusia dan Korporasi).
Di sisi pengawasan, susunan Dewan Komisaris dipimpin Fuad Bawazier sebagai Komisaris Utama (Independen), dengan anggota: Nugroho Widyotomo (Komisaris Independen), Tri Winarno (Komisaris), Muhammad Fadil Imran (Komisaris), Carmelita Hartoto (Komisaris Independen), Grace Natalie Louisa (Komisaris Independen), Astera Primanto Bhakti (Komisaris), dan Wahyu Kuncoro (Komisaris).
Konteks Pengangkatan
Achmad Ardianto, yang kini menjabat Direktur Strategi Hilirisasi dan Operasi Hilir, membawa pengalaman memimpin anak usaha MIND ID. Ia pernah menjadi Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sejak 2025 dan sebelumnya memimpin PT Timah Tbk periode 2021-2023. Rekam jejak di dua perusahaan tambang pelat merah ini memberikan perspektif operasional bagi strategi hilirisasi MIND ID.
Suko Hartono, yang mengisi jabatan baru Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan, memiliki latar belakang di sektor energi sebagai mantan Direktur Utama PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) periode 2020-2021. Menariknya, dalam RUPST PT Bukit Asam Tbk (PTBA) yang digelar 10 Juni 2026, Suko juga diangkat sebagai Komisaris Independen-menunjukkan peran ganda dalam ekosistem MIND ID.
Apa Artinya
Penambahan jabatan Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan mencerminkan penguatan fokus MIND ID pada inovasi dan tanggung jawab lingkungan di tengah tuntutan ESG (Environmental, Social, Governance) yang semakin ketat terhadap industri pertambangan. Implikasinya, holding dapat mempercepat inisiatif riset teknologi tambang ramah lingkungan serta program keberlanjutan yang kini menjadi prasyarat akses pembiayaan internasional.
Pengangkatan Achmad Ardianto pada pos hilirisasi strategis mengisyaratkan keseriusan MIND ID dalam mengeksekusi agenda hilirisasi mineral-sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Dengan pengalaman memimpin Antam dan Timah, Ardianto diharapkan mampu mempercepat proyek-proyek pengolahan mineral menjadi produk turunan bernilai tinggi.
Perlu dicermati sinergi antara fungsi baru (penelitian & keberlanjutan) dengan strategi hilirisasi. Keberhasilan integrasi kedua aspek ini akan menentukan daya saing jangka panjang MIND ID, terutama dalam menghadapi persaingan global dan regulasi ESG yang makin ketat. Bagi pemangku kepentingan, perubahan struktur ini menjadi sinyal komitmen holding BUMN pertambangan untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan, tetapi juga keberlanjutan operasi.
Istilah dalam berita ini
FAQ
Pertanyaan umum
Kapan RUPST MIND ID digelar dan apa keputusan utamanya?
Mengapa penambahan jabatan Direktur Penelitian, Pengembangan dan Keberlanjutan penting?
Aksi korporasi lain
Disclaimer: Ringkasan dirangkum dari sumber aslinya & dicocokkan terhadapnya. Untuk informasi & edukasi, bukan saran investasi atau ajakan transaksi efek. Rujuk sumber asli dan disclaimer lengkap.